Suara.com - Saat momen Hari Raya Idulfitri tiba, umat Islam di berbagai negara saling menyampaikan ucapan selamat. Salah satu ucapan yang paling sering terdengar adalah “Taqabbalallahu minna wa minkum.”
Bahkan, kalimat ini sering disandingkan dengan ucapan lain seperti “minal aidin wal faidzin” atau tambahan “taqabbal ya karim.”
Namun, tidak semua orang memahami makna sebenarnya dari ucapan tersebut, termasuk perbedaan antara “taqabbalallahu minna wa minkum” dan “taqabbal ya karim.” Padahal, memahami arti serta asal-usulnya dapat membantu umat Islam menggunakan ucapan ini dengan lebih tepat.
Arti Taqabbalallahu Minna Wa Minkum
Ucapan taqabbalallahu minna wa minkum merupakan doa yang sangat populer saat Idulfitri maupun Idul Adha. Tulisan Arabnya adalah sebagai berikut:
تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ
Lafal latin:
Taqabbalallahu minna wa minkum
Artinya:
“Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan amal ibadah kalian.”
Baca Juga: 35 Link Kartu Ucapan Lebaran 2026 Gratis, Siap Dibagikan ke Teman hingga Keluarga
Kalimat ini pada dasarnya merupakan doa agar seluruh amal ibadah yang telah dilakukan selama bulan Ramadan, seperti puasa, salat, sedekah, dan berbagai amal lainnya, diterima oleh Allah SWT.
Makna tersebut sangat dalam, karena setelah menjalani ibadah selama satu bulan penuh, umat Islam tentu berharap amal yang dilakukan benar-benar diterima oleh Allah.
Ucapan taqabbalallahu minna wa minkum memiliki dasar dalam tradisi para sahabat Nabi Muhammad SAW. Hal ini disebutkan dalam kitab Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-Asqalani.
Berikut riwayatnya:
فَعَنْ جُبَيْرِ بْنِ نُفَيْرٍ قَالَ: كَانَ أَصْحَابُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا الْتَقَوْا يَوْمَ الْعِيدِ يَقُولُ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ: تَقَبَّلَ اللَّهُ مِنَّا وَمِنْك
Lafal latin:
Fa ‘an Jubair bin Nufair qala: kana ashabu Rasulillah shallallahu ‘alaihi wa sallam idza iltaqau yaumal ‘id yaqulu ba’duhum liba’d: taqabbalallahu minna wa mink.
Artinya:
“Dari Jubair bin Nufair, ia berkata: Para sahabat Rasulullah SAW apabila bertemu pada hari raya, mereka saling mengucapkan: ‘Taqabbalallahu minna wa mink.’”
Ibnu Hajar menjelaskan bahwa sanad riwayat ini hasan, sehingga menunjukkan bahwa ucapan tersebut memang telah menjadi kebiasaan baik di kalangan sahabat Nabi.
Karena itu, banyak ulama menilai bahwa mengucapkan kalimat ini saat hari raya merupakan amalan yang dianjurkan (sunnah secara kebiasaan).
Ketika seseorang mengucapkan taqabbalallahu minna wa minkum, biasanya orang lain juga akan menjawab dengan ucapan yang sama.
Contohnya:
Taqabbalallahu minna wa minkum atau Taqabbalallahu minna wa mink
Artinya tetap sama, yaitu doa agar Allah menerima amal ibadah kedua belah pihak.
Hal ini mencerminkan sikap saling mendoakan sesama muslim agar mendapatkan keberkahan setelah menjalani ibadah Ramadan.
Perbedaan Taqabbalallahu Minna Wa Minkum dan Taqabbal Ya Karim
Selain ucapan di atas, masyarakat juga sering menambahkan kalimat “taqabbal ya karim.”
Tulisan Arabnya adalah sebagai berikut:
تَقَبَّلْ يَا كَرِيم
Lafal latin:
Taqabbal ya Karim
Artinya:
“Terimalah (amal kami), wahai Yang Maha Mulia.”
Kalimat ini merupakan doa yang ditujukan langsung kepada Allah SWT. Kata Al-Karim sendiri adalah salah satu sifat Allah yang berarti Maha Mulia atau Maha Dermawan.
Secara makna, ucapan ini sebenarnya mengandung doa yang baik karena memohon kepada Allah agar menerima amal ibadah. Namun, ada perbedaan penting antara kalimat ini dengan taqabbalallahu minna wa minkum.
Berikut beberapa perbedaan utama antara kedua ucapan tersebut.
1. Perbedaan Asal-usul
Ucapan taqabbalallahu minna wa minkum memiliki dasar dari praktik para sahabat Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan dalam kitab-kitab hadis. Sementara itu, tambahan taqabbal ya karim tidak ditemukan secara khusus dalam riwayat hadis terkait ucapan hari raya. Kalimat tersebut lebih merupakan doa tambahan yang berkembang di masyarakat.
2. Perbedaan Struktur Kalimat
Kalimat taqabbalallahu minna wa minkum berbentuk doa yang diucapkan kepada sesama muslim. Artinya kita mendoakan orang lain agar Allah menerima amal ibadah mereka. Sedangkan taqabbal ya karim adalah doa langsung kepada Allah agar menerima amal ibadah kita.
3. Perbedaan Penggunaan
Secara tradisional, taqabbalallahu minna wa minkum digunakan sebagai ucapan saat Idulfitri dan Idul Adha ketika bertemu sesama muslim. Sementara taqabbal ya karim lebih sering digunakan sebagai tambahan dalam doa atau ucapan pribadi.
Dalam praktik sehari-hari, banyak orang mengucapkan:
“Taqabbalallahu minna wa minkum, taqabbal ya karim.”
Secara makna, ucapan tersebut tetap mengandung doa yang baik. Namun secara literatur Islam, bagian yang memiliki dasar kuat dari tradisi sahabat adalah taqabbalallahu minna wa minkum.
Karena itu, penggunaan taqabbal ya karim lebih dianggap sebagai tambahan doa, bukan bagian utama dari ucapan hari raya yang berasal dari sunnah.
Demikian itu perbedaan taqoballahu minna wa minkum dan taqabbal ya karim. Ucapan taqabbalallahu minna wa minkum merupakan doa yang dianjurkan untuk disampaikan saat hari raya karena memiliki dasar dari tradisi para sahabat Nabi Muhammad SAW. Kalimat ini berarti “Semoga Allah menerima amal ibadah kami dan kalian.”
Sementara itu, taqabbal ya karim adalah doa tambahan yang berarti “Terimalah amal kami, wahai Yang Maha Mulia.” Meskipun maknanya baik, kalimat ini tidak memiliki dasar khusus dalam hadis sebagai ucapan hari raya.
Memahami makna dan perbedaan kedua kalimat ini membantu umat Islam menggunakan ucapan Idulfitri dengan lebih tepat sekaligus menjaga nilai doa yang terkandung di dalamnya. Pada akhirnya, yang paling penting bukan sekadar ucapan, tetapi juga semangat saling mendoakan, memaafkan, dan mempererat silaturahmi di hari yang penuh kemenangan.
Kontributor : Mutaya Saroh