Suara.com - Umat muslim yang tidak mampu berpuasa Ramadan dan kecil kemungkinan untuk menggantinya (qadha), wajib hukumnya membayar fidyah.
Hal ini sesuai dengan dalil firman Allah SWT melalui surat Al-Baqarah ayat 184.
"Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah yaitu memberi makan fakir miskin." (Q.S. Al Baqarah:184).
Membayar fidyah wajib bagi orang yang tidak berpuasa di bulan Ramadan. Tetapi keharusan menggunakan harta dalam pelaksanaan amalan ini, terkadang memberatkan bagi seorang muslim.
Padahal untuk mendapatkan keutamaan, ada baiknya fidyah dibayarkan tepat waktu.
Fidyah Puasa Ramadan Dibayar Kapan?
Sebaiknya seorang muslim membayar fidyah tepat waktu untuk mendapat keutamaan. Waktu paling tepat dalam pembayaran fidyah adalah sebelum bulan Ramadan selesai dengan rincian sebagai berikut:
1. Di Hari yang Sama
Fidyah merupakan pengganti puasa Ramadan dengan memberikan makanan kepada fakir miskin sesuai hari yang ditinggalkan. Dengan demikian seseorang bisa membayar fidyah pada hari itu juga saat dirinya tidak berpuasa.
Baca Juga: Malam Lailatul Qadar Kapan Saja? Ini Perkiraan Tanggalnya di 2026
Misalkan seseorang meninggalkan puasa karena keadaan sakit menahun yang dialaminya. Dia bisa memberi makanan matang atau bahan makanan pokok pada seorang miskin di hari itu juga.
Maka aktivitas pembayaran fidyah dapat dilakukan setiap hari selama bulan puasa. Baik diberikan pada orang yang sama maupun berganti-ganti.
Aktivitas semacam ini akan memberikan padanya keutamaan karena membayar fidyah pada waktu yang tepat.
Meskipun diberikan bergantian bentuk fidyahnya setiap hari. Baik masakan matang maupun bahan makanan pokok, maupun dengan bentuk yang sama.
2. Akhir Bulan Ramadan
Selanjutnya waktu yang bisa dipilih dalam pembayaran fidyah adalah di hari terakhir bulan Ramadan. Jika menggunakan waktu ini, maka yang bersangkutan harus mengkalkulasi dari hari yang ditinggalkan dengan berapa besaran fidyah yang harus dibayarkan.
Sebagaimana yang telah disinggung di atas, pilihan yang kedua ini dahulu pernah dilakukan oleh sahabat Anas bin Malik.
Saat di akhir bulan Ramadan, beliau membayar fidyah dengan mengundang orang miskin ke rumahnya. Beliau membayar fidyah dengan makanan siap santap.
Itulah kedua waktu yang tepat untuk membayar fidyah. Namun jika seorang muslim tak mampu membayarnya tepat waktu, Agama Islam telah menyiapkan keringanan sebagai solusi.
Sebagaimana qadha zakat fitrah, dalam pembayaran fidyah pun juga diperbolehkan melakukan qadha.
Oleh karenanya, Islam tidak secara tegas membatasi waktu bayar fidyah.
Artinya, seorang muslim yang hendak membayarkannya bisa membayar fidyah di waktu yang lain meskipun bulan Ramadan sudah berlalu beberapa waktu sesuai dengan kondisi dan kemampuannya.
Hanya saja, memang, pembayaran fidyah akan lebih afdhal jika dibayarkan dengan segera. Hal ini dikarenakan puasa yang belum tertunaikan memiliki status sebagai sebuah hutang.
Cara Membayar Fidyah
Dilansir dari Baznas, berikut adalah beberapa cara bayar fidyah yang perlu kamu lakukan.
1. Hitung jumlah puasa yang ditinggalkan
Seorang muslim perlu menghitung jumlah hari puasa yang ditinggalkan untuk diakumulasi dengan jumlah fidyah. Keseluruhan hari puasa yang ditinggalkan itulah yang nantinya akan dibayarkan dengan fidyah.
2. Dibayar sebelum bulan Ramadan
Membayar fidyah sebelum Ramadan adalah apabila seseorang merasa bahwa saat bulan Ramadan tiba mereka tidak akan mampu menjalankan ibadah puasa. Menurut pandangan mazhab Hanafi, kondisi ini dianggap diterima.
Sebagai contoh, bagi seseorang yang sudah lanjut usia, dia dapat membayar fidyah sebelum bulan Ramadan tiba, ketika dia tidak mampu berpuasa. Hal yang sama berlaku untuk orang sakit, wanita hamil, dan lainnya.
3. Dibayar saat bulan Ramadan
Berbeda dengan mazhab Hanafi yang berpendapat untuk membayar fidyah sebelum bulan Ramadan, mazhab Syafi’i memiliki pandangan yang lain.
Menurut mazhab Syafi’i, aturan yang berlaku adalah membayar fidyah harus dilakukan pada bulan Ramadan.
4. Niat menunaikan fidyah
Sebelum umat muslim melakukan pembayaran fidyah, harus diawali dengan membaca niat fidyah. Niat ini harus murni dilandaskan pada keinginan untuk melaksanakan kewajiban agama.
Tata Cara Fidyah Puasa
Pembayaran fidyah sesuai ketentuan Islam dapat dilakukan dengan beberapa cara seperti:
- Memasak makanan kemudian mengundang orang miskin sama dengan jumlah hari puasa yang tidak dilaksanakan selama bulan Ramadan.
- Jika kesulitan menemukan orang miskin, para ulama juga membolehkan untuk memberikan makan satu orang miskin saja selama 30 hari (atau jumlah utang puasamu).
- Memberikan makanan yang belum dimasak atau makanan pokok, dan alangkah baiknya juga memberikan lauk sebagai pelengkap.
Kontributor : Rizky Melinda