Daftar Rute Alternatif Mudik Menghindari Macet di Lingkar Gentong, Lalu Lintas Lancar

Husna Rahmayunita, Rezza Dwi Rachmanta

Kamis, 12 Maret 2026 | 19:00 WIB
Daftar Rute Alternatif Mudik Menghindari Macet di Lingkar Gentong, Lalu Lintas Lancar
Ilustrasi Jalur Gentong dan pengecekan di Jalur Gentong, Kabupaten Tasikmalaya. (Google Maps, Polres Tasikmalaya)
baca 10 detik
  • Lingkar Gentong merupakan salah satu titik kemacetan parah di jalur selatan Jawa Barat.
  • Tersedia tiga rute alternatif melalui Wado, Panjalu, dan jalur tikus Kadipaten.
  • Pemudik wajib memastikan kondisi rem dan mesin prima sebelum melintasi tanjakan.

Suara.com - Gentong merupakan salah satu jalur yang dikenal sebagai titik rawan kemacetan. Terdapat beberapa alternatif mudik untuk menghindari macet di Lingkar Gentong.

Sebagai informasi, Lingkar Gentong adalah salah satu jalur nasional lintas selatan Jawa Barat.

Jalur tersebut kerap dilalui pemudik dari Jakarta atau Bandung untuk menuju ke arah Tasikmalaya, Ciamis, hingga Jawa Tengah.

Lingkar Gentong sendiri mempunyai beberapa tanjakan sehingga kerap menimbulkan kemacetan, baik saat arus mudik atau pada puncak arus balik.

Dari arah Jakarta atau Bandung, Lingkar Gentong berada setelah melalui jalur Nagreg.

Jika Nagreg adalah "pintu gerbang", maka Gentong adalah "ujian terberat" di jalur selatan.

Ilustrasi Jalur Lingkar Gentong. (Google Maps)
Ilustrasi Jalur Lingkar Gentong. (Google Maps)

Terletak di wilayah Kadipaten, Tasikmalaya, jalur ini terkenal sangat teknis serta rawan terjadi penumpukan kendaraan.

Terdapat beberapa kasus seperti kampas rem overheat hingga mesin mati bagi kendaraan dengan kondisi kurang prima jika melintasi jalur tersebut.

Jalur ini terdiri dari deretan tanjakan dan turunan yang sangat terjal dengan tikungan hairpin (berbentuk tusuk konde).

baca juga

Nama "Gentong" diambil dari keberadaan gentong-gentong air di pinggir jalan yang dahulu digunakan warga.

Lingkar gentong sendiri dikenal sebagai salah satu 'jalur tengkorak' pada alur mudik di jalan lintas selatan.

Untuk menghindari kemacetan saat berada di turunan dan tanjakan, terdapat beberapa rute alternatif yang bisa diambil.

Apabila masih berada di lintas selatan. Jalur alternatif bisa menuju ke Kecamatan Kadipaten, lalu keluar di daerah Ciawi.

Pemudik bisa masuk ke jalan dekat kantor Desa Kadipaten (menuju ke Polsek Kadipaten). Dari Arah Bandung, jalan alternatif menghindari Gentong tepat berada sebelum turunan curam pertama.

Pemudik disarankan belok kanan sebelum turunan pertama, dengan arah menuju Mapolsek Kadipaten.

Rute bakal menelusuri jalanan desa lantas keluar di Kampung Wage dekat Pos Polisi Gentong. Namun jika arah Pos Polisi Gentong macet, pemudik dapat keluar lewat Pasirhuni Ciawi.

Berdasarkan keterangan Polres Ciamis, kepolisian akan melakukan rekayasa lalu lintas apabila terjadi kemacetan di Lingkar Gentong.

Lalu lintas akan dialihkan melalui Panumbangan dan keluar lewat Cihaurbeuti. Alternatif lain jika jalur masih macet, maka arus akan ditarik menuju Panjalu dan Kawali.

Pada Mudik 2025 lalu, kepolisian menyiapkan puluhan personel untuk menangani arus lalu lintas di Pos Pengamanan Leter U Gentong.

Berikut beberapa skenario alternatif mudik untuk menghindari macet di Lingkar Gentong:

1. Jalur Tengah (Via Wado - Majalengka)

Ini adalah rute paling populer untuk benar-benar menghindari wilayah Gentong dan Malangbong. Jalur ini ditempuh jika pemudik dari arah Bandung ingin ke Jawa Tengah.

Rute: Bandung → Cileunyi → Sumedang → Wado → Kirisik → Bantarujeg → Talaga → Cikijing → Kuningan/Majalengka → Jawa Tengah (Brebes/Cirebon).

Kelebihan: Menghindari kemacetan di Nagreg, Malangbong, dan Gentong secara total.

Catatan: Jalur Wado memiliki tanjakan curam (Tanjakan Cae) dan jalan yang berkelok. Pastikan kondisi rem dan mesin kendaraan dalam keadaan prima.

2. Jalur Panjalu (Via Cihaurbeuti - Panumbangan)

Jika Anda sudah terlanjur sampai di wilayah Ciawi (Tasikmalaya) namun Lingkar Gentong macet total, polisi biasanya mengarahkan ke jalur ini.

Rute: Ciawi → Panumbangan → Panjalu → Kawali → Ciamis/Banjar

Kelebihan: Memecah arus kendaraan agar tidak menumpuk di jalur utama Ciawi-Gentong. Jalur ini relatif lebih sepi dan memiliki aspal yang cukup baik.

3. Jalur "Tikus" Kadipaten (Khusus Kendaraan Kecil)

Warga lokal sering menyarankan jalur ini untuk memotong kemacetan tepat sebelum turunan Gentong.

Rute: Belok kanan sebelum turunan pertama Gentong (arah Mapolsek Kadipaten) → Masuk ke jalan desa → Keluar di Kampung Wage atau Pasirhuni, Ciawi.

Catatan: Hanya disarankan untuk mobil pribadi. Jalanan cukup sempit, minim penerangan di malam hari, dan sebaiknya dilalui saat siang hari dengan bantuan navigasi digital atau petunjuk warga lokal.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kakorlantas Ingatkan Pemudik: Mudik Itu Rindu, Jangan Terburu-buru!

Kakorlantas Ingatkan Pemudik: Mudik Itu Rindu, Jangan Terburu-buru!

News | Kamis, 12 Maret 2026 | 17:14 WIB

Tips Mudik Lebaran 2026 Tetap Nyaman Pakai Mobil Listrik Changan Lumin

Tips Mudik Lebaran 2026 Tetap Nyaman Pakai Mobil Listrik Changan Lumin

Otomotif | Kamis, 12 Maret 2026 | 13:45 WIB

Aplikasi Travoy untuk Apa? Rahasia Mudik Lebaran 2026 Bebas Macet dan Nyaman di Tol

Aplikasi Travoy untuk Apa? Rahasia Mudik Lebaran 2026 Bebas Macet dan Nyaman di Tol

Otomotif | Kamis, 12 Maret 2026 | 15:05 WIB

Lebaran Sebentar Lagi! dr. Tirta Bagikan Tips agar THR Tak Boncos

Lebaran Sebentar Lagi! dr. Tirta Bagikan Tips agar THR Tak Boncos

Your Say | Kamis, 12 Maret 2026 | 13:45 WIB

Terkini

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Buka Layanan SPKLU Kini Bisa Jadi Bisnis yang Cuan

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:46 WIB

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

Berapa Gaji Suahasil Nazara sebagai Menkeu? Intip Kekayaannya versi LHKPN

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:45 WIB

Perkuat Literasi Kripto Nasional, Bursa Kripto CFX Gandeng Berbagai Pihak

Perkuat Literasi Kripto Nasional, Bursa Kripto CFX Gandeng Berbagai Pihak

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:42 WIB

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

Pengakuan Wanita Muda Indonesia Bekerja di Tempat Judi Malaysia Dibayar Rp7 Juta

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:40 WIB

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Kolektor Australia Bongkar Keindahan dan Filosofi Kain Tradisional Lombok

Bali | Selasa, 15 September 2026 | 09:39 WIB

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

Suahasil Nazara dari Partai Apa? Dilantik Jadi Menkeu Gantikan Purbaya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:36 WIB

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Harga Minyak Kembali Naik di Tengah Ancaman Krisis Pasokan Akibat Konflik Timur Tengah

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:32 WIB

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Menkeu Suahasil Pengganti Purbaya Janjikan Data APBN KiTa Dipaparkan Lebih Lengkap

Bisnis | Selasa, 15 September 2026 | 09:31 WIB

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Drama Honour, Antara Reputasi Profesional dan Masa Lalu yang Belum Usai

Your Say | Selasa, 15 September 2026 | 09:30 WIB

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

Kenapa Purbaya Diganti? Pengamat Soroti Gaya Komunikasi Blak-Blakan dan Efek Politiknya

News | Selasa, 15 September 2026 | 09:28 WIB

×