Mengapa Taman Kota Masih Dianggap Pelengkap? Komunitas Ini Ingin Ubah Cara Pandang Itu

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 11 Juni 2026 | 11:35 WIB
Mengapa Taman Kota Masih Dianggap Pelengkap? Komunitas Ini Ingin Ubah Cara Pandang Itu
Permainan di Taman Cattleya (Dok. Pribadi/Vicka Rumanti)

Suara.com - Di tengah pembicaraan soal banjir, kemacetan, dan pembangunan infrastruktur, ada satu isu yang sering luput dari perhatian dalam pembangunan kota: taman dan ruang terbuka hijau.

Padahal, bagi sebagian warga perkotaan, ruang hijau bukan lagi sekadar tempat rekreasi, melainkan ruang untuk bernapas di tengah ritme kota yang semakin padat.

Keresahan itu yang mendorong lahirnya komunitas Ayo ke Taman. Berangkat dari pengalaman sehari-hari hidup di kota yang semakin panas dan bising, komunitas ini mencoba mengajak warga melihat taman bukan sebagai pelengkap kota, tetapi bagian penting dari kualitas hidup.

Koordinator Ayo ke Taman, Akhsan Inantama, mengatakan ruang terbuka hijau selama ini masih sering diposisikan sebagai kebutuhan tersier, baik dalam percakapan publik maupun prioritas pembangunan.

Padahal, menurutnya, taman memiliki fungsi yang jauh lebih besar dari sekadar ruang estetika.

“Kalau Jakarta adalah tubuh yang lelah, taman itu seperti kanopi untuk teman-teman beristirahat,” ujar Akhsan.

Baginya, pengalaman berada di taman menawarkan sesuatu yang tidak selalu bisa ditemukan di ruang komersial.

Ketika banyak warga memilih menghabiskan waktu di pusat perbelanjaan untuk mencari udara sejuk, taman menghadirkan pengalaman yang berbeda: suara burung, angin yang bergerak di sela pepohonan, dan ruang untuk berhenti sejenak dari kebisingan kota.

“Kadang kita capek dengan suara klakson, tapi di taman kita bisa dengar suara satwa,” katanya.

Akhsan memahami mengapa mal menjadi tujuan utama warga kota hari ini. Suhu yang semakin panas dan keterbatasan ruang publik membuat ruang tertutup terasa lebih nyaman.

Namun menurutnya, Jakarta masih memiliki sejumlah ruang hijau yang dapat dimanfaatkan jika kualitas dan aksesnya terus diperbaiki.

Karena itu, komunitas Ayo ke Taman tidak hanya mengajak warga datang ke taman. Mereka juga mencoba membangun ruang percakapan.

Lewat kegiatan seperti riset, lokakarya, hingga pemetaan partisipatif, komunitas ini mencari orang-orang yang memiliki keresahan serupa terhadap minimnya ruang hijau dan kualitas ruang publik di kota.

“Sebenarnya kita ingin mencari orang-orang yang punya kegelisahan yang sama supaya ada teman untuk menyuarakan itu,” kata Akhsan.

Bagi mereka, membangun komunitas warga yang peduli menjadi langkah awal untuk mendorong perubahan yang lebih besar.

Harapannya, ketika semakin banyak warga terlibat, pengembangan taman tidak lagi dipandang sebagai proyek pelengkap, tetapi menjadi bagian dari kebutuhan kota yang sehat dan layak huni.

Ayo ke Taman juga menilai perbaikan kualitas taman tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah.

Kolaborasi antara pemerintah, komunitas, hingga sektor swasta dinilai menjadi kunci untuk menghadirkan ruang terbuka hijau yang lebih inklusif dan nyaman digunakan.

“Harapannya ada banyak kolaborasi multipihak supaya taman bisa ditingkatkan kualitasnya,” ujar Akhsan.

Kini, gerakan itu tidak lagi berhenti di Jakarta. Melihat tantangan serupa juga dialami kota-kota lain, komunitas ini berharap pendekatan yang mereka lakukan dapat diterapkan di daerah lain seperti Bandung maupun Yogyakarta.

Penulis: Vicka Rumanti

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Karhutla Masih Melanda Kawasan TNBTS

Karhutla Masih Melanda Kawasan TNBTS

Foto | Sabtu, 12 September 2026 | 10:00 WIB

Geger Penemuan Mayat Bayi di Taman Sari, Warga: Awalnya Kayak Ada Bau Bangkai

Geger Penemuan Mayat Bayi di Taman Sari, Warga: Awalnya Kayak Ada Bau Bangkai

News | Jum'at, 11 September 2026 | 14:14 WIB

Antisipasi Abu Vulkanik, Petugas Semprot Kawasan TMII

Antisipasi Abu Vulkanik, Petugas Semprot Kawasan TMII

Foto | Senin, 07 September 2026 | 20:31 WIB

Karhutla Gunung Semeru Padam, Lebih dari 3.000 Hektare Area Terdampak

Karhutla Gunung Semeru Padam, Lebih dari 3.000 Hektare Area Terdampak

News | Minggu, 06 September 2026 | 20:56 WIB

Siap-siap! Tiket Ragunan Bakal Naik Jadi Rp10 Ribu

Siap-siap! Tiket Ragunan Bakal Naik Jadi Rp10 Ribu

News | Jum'at, 04 September 2026 | 13:53 WIB

Karhutla Hanguskan 590 Hektare Kawasan TNBTS

Karhutla Hanguskan 590 Hektare Kawasan TNBTS

Foto | Rabu, 02 September 2026 | 09:00 WIB

Kebakaran lagi, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Kembali ditutup

Kebakaran lagi, Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Kembali ditutup

Foto | Senin, 31 Agustus 2026 | 16:41 WIB

Kabar Baik dari Halimun Salak! 51 Macan Tutul Jawa Buktikan Alam dan Manusia Bisa Berbagi Ruang

Kabar Baik dari Halimun Salak! 51 Macan Tutul Jawa Buktikan Alam dan Manusia Bisa Berbagi Ruang

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 12:19 WIB

Kirab Gunungan Meriahkan Grebeg Maulud di TMII

Kirab Gunungan Meriahkan Grebeg Maulud di TMII

Foto | Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:19 WIB

Taman Hiburan 'Dragon Ball Z' Siap Dibangun di Paris

Taman Hiburan 'Dragon Ball Z' Siap Dibangun di Paris

Your Say | Selasa, 25 Agustus 2026 | 18:45 WIB

Terkini

Karier dan Rekam Jejak Suahasil Nazara Sang Menteri Keuangan Baru

Karier dan Rekam Jejak Suahasil Nazara Sang Menteri Keuangan Baru

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 15:53 WIB

Hotel Inhumans Rilis Lagu Tema untuk Musim Kedua, Tayang Perdana 4 Oktober

Hotel Inhumans Rilis Lagu Tema untuk Musim Kedua, Tayang Perdana 4 Oktober

Your Say | Senin, 14 September 2026 | 15:50 WIB

Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699

Purbaya Diganti, Nilai Tukar Rupiah Langsung Loyo ke Level Rp17.699

Bisnis | Senin, 14 September 2026 | 15:49 WIB

Kapal Kargo Iran Diserang Rudal Misterius di Selat Hormuz, Dekat Pulau Qeshm

Kapal Kargo Iran Diserang Rudal Misterius di Selat Hormuz, Dekat Pulau Qeshm

News | Senin, 14 September 2026 | 15:49 WIB

Said Abdullah Nilai Prabowo Sudah Waktunya Reshuffle Kabinet

Said Abdullah Nilai Prabowo Sudah Waktunya Reshuffle Kabinet

News | Senin, 14 September 2026 | 15:48 WIB

Trik Nonton Bioskop Lebih Murah Bulan Ini Pakai QRIS BRImo

Trik Nonton Bioskop Lebih Murah Bulan Ini Pakai QRIS BRImo

Bri | Senin, 14 September 2026 | 15:46 WIB

Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja

Anggaran Minim, BPBD DIY Geser Alokasi Atasi Bencana di Jogja

Jogja | Senin, 14 September 2026 | 15:46 WIB

3 Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Anjing dalam Bisnis dan Asmara

3 Shio yang Paling Tidak Cocok dengan Shio Anjing dalam Bisnis dan Asmara

Lifestyle | Senin, 14 September 2026 | 15:45 WIB

Saat Ginjal Tak Lagi Optimal, Perlukah Cuci Darah?

Saat Ginjal Tak Lagi Optimal, Perlukah Cuci Darah?

Video | Senin, 14 September 2026 | 15:45 WIB

Kabel Masih Semrawut, Apjatel Minta Pemprov DKI Evaluasi Total Proyek SJUT

Kabel Masih Semrawut, Apjatel Minta Pemprov DKI Evaluasi Total Proyek SJUT

News | Senin, 14 September 2026 | 15:44 WIB

×