- Tradisi berbagi THR menjadi momen yang dinantikan saat Lebaran.
- THR biasanya diberikan dalam amplop kepada anak-anak, keponakan, atau kerabat.
- Banyak orang menambahkan kata-kata lucu di amplop agar suasana Lebaran lebih meriah dan menghibur.
Suara.com - Tradisi berbagi Tunjangan Hari Raya (THR) menjadi salah satu momen yang paling dinantikan saat Lebaran.
Biasanya, THR diberikan dalam amplop khusus yang dibagikan kepada anak-anak, keponakan, maupun kerabat.
Banyak orang kini menambahkan kata-kata lucu pada amplop THR agar suasana semakin meriah.
Tulisan sederhana tersebut bisa membuat penerimanya tersenyum bahkan tertawa saat membukanya.
Kata-kata lucu untuk amplop THR juga bisa menjadi cara kreatif untuk mencairkan suasana saat berkumpul bersama keluarga.
Selain menghibur, pesan singkat itu membuat momen berbagi terasa lebih berkesan.
Tidak harus panjang, kalimat receh dan santai justru sering kali paling berhasil membuat orang terhibur. Mulai dari candaan soal uang jajan hingga pesan lucu tentang Lebaran.
Jika sedang mencari inspirasi, ada banyak kata-kata lucu yang bisa dituliskan di amplop THR Lebaran 2026. Berikut 20 kata-kata lucu untuk amplop THR yang receh dan menghibur.
20 Kata-Kata Lucu untuk Amplop THR

Kalimat singkat yang lucu sering kali justru membuat suasana Lebaran semakin hangat dan penuh tawa.
Untuk Anda yang sedang mencari inspirasi, berikut 20 kata-kata lucu untuk amplop THR yang bisa dipakai:
- Jangan dihitung, nanti kaget.
- Sedikit tapi bikin senyum.
- Lumayan buat jajan cilok.
- Jangan lupa bilang terima kasih.
- Kalau kurang, sabar ya tahun depan.
- Buka sambil senyum ya.
- THR anak baik!
- THR khusus anak rajin.
- THR buat anak yang suka senyum.
- Syarat cair: Harus salim 5X
- Awas disita Mama!
- Uang tutup mulut: Jangan tanya kapan nikah.
- Voucher anti-lapar sesaat.
- Sertifikat Lulus Puasa (CAIR!)
- Ada gula ada semut, ini THR buat kamu yang imut
- Beli cilok dapetnya lima, jangan ditengok jumlah isinya
- Hati-hati, uang ini bisa menghilang!
- Isinya rahasia, buka di rumah aja!
- Jangan dihitung keras-keras!
- Jangan lupa rating bintang 5.
Kisaran THR untuk Orang Tua, Keponakan, dan Anak Tetangga
Memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) saat Lebaran menjadi tradisi yang sudah melekat di masyarakat Indonesia.
THR sering diberikan kepada orang tua, keponakan, hingga anak-anak tetangga sebagai bentuk berbagi kebahagiaan di hari raya.
Meski begitu, banyak orang masih bingung menentukan nominal yang tepat agar tetap terasa pantas tanpa memberatkan kondisi keuangan.
Karena itu, mengetahui kisaran THR yang umum diberikan dapat membantu menyesuaikan anggaran Lebaran dengan lebih bijak.
1. Kisaran THR untuk Orang Tua
Memberikan THR kepada orang tua sering dianggap sebagai bentuk perhatian dan rasa terima kasih atas jasa mereka.
Namun, tidak ada aturan baku mengenai jumlahnya karena nominal biasanya menyesuaikan kondisi finansial masing-masing anak.
Sebagai gambaran, sebagian orang menyisihkan sekitar 10% hingga 25% dari total THR yang diterima untuk diberikan kepada orang tua.
Meski demikian, jika kondisi keuangan terbatas, pemberian dalam bentuk bingkisan atau parsel juga bisa menjadi alternatif yang tetap bermakna.
2. Kisaran THR untuk Keponakan
THR untuk keponakan biasanya dibedakan berdasarkan usia mereka.
Untuk anak usia sekitar 5–10 tahun, kisaran THR yang umum diberikan berada di angka Rp10.000 hingga Rp20.000.
Sementara untuk usia 10–15 tahun, nominalnya bisa sedikit lebih besar, yakni sekitar Rp20.000 hingga Rp50.000, karena kebutuhan mereka mulai meningkat.
Namun, jumlah itu bukan nilai pasti. Faktor kedekatan hubungan keluarga dan kondisi ekonomi juga sering menjadi pertimbangan saat menentukan nominal yang diberikan.
3. Kisaran THR untuk Anak Tetangga
Di banyak daerah, memberi THR kepada anak-anak tetangga juga menjadi kebiasaan yang menambah semarak suasana Lebaran.
Anak-anak biasanya datang bersilaturahmi dan menerima amplop kecil sebagai tanda berbagi kebahagiaan.
Nominal yang diberikan biasanya tidak terlalu besar karena jumlah penerimanya bisa cukup banyak.
Umumnya, THR untuk anak tetangga berkisar Rp10.000 hingga Rp20.000 per anak, sementara sebagian orang memberi Rp25.000 hingga Rp50.000 jika kondisi keuangan memungkinkan atau hubungan dengan keluarga anak tersebut cukup dekat.