Suara.com - Momen Idulfitri yang akan dalam hitungan hari bakal dirayakan semarak dengan takbiran.
Anak-anak hingga orang dewasa berkumpul dan berkeliling perkampungan hingga perkotaan sembari melantunkan lafal takbir.
Sayang di balik eforia, tak jarang bacaan takbiran sering salah terucap.
Kesalahan yang paling sering terjadi adalah mengucapkan lafal 'walillah hil hamd' menjadi 'walilah ilham'.
Adapun salah pengucapan tersebut tentu menghilangkan esensi dari takbiran karena makna lafal akan menjadi berbeda.
Lantas, bagaimana bacaan takbiran sesuai tuntunan?
Seperti apa tuntunan takbiran di malam Idulfitri yang diutamakan oleh syariat Islam?
Keutamaan takbiran di malam Idulfitri
Sebelum menilik bacaan takbiran sesuai tuntunan, penting untuk resapi betapa syahdu suasana malam Idulfitri.
Baca Juga: 5 Tempat Makan 'Legend' Sepanjang Pantura: Wajib Mampir Kala Mudik 2026
Gema takbir bukan sekadar penanda berakhirnya Ramadan.
Ia adalah ekspresi syukur yang luar biasa atas kekuatan yang Allah berikan untuk menyelesaikan ibadah puasa.
Mengumandangkan takbir di malam ini memiliki keutamaan sebagai syiar Islam yang menghidupkan hati.
Dalam tradisi Islam, malam "Lebaran" adalah waktu yang mustajab untuk berdoa.
Rasulullah menyebutkan bahwa hati seseorang yang menghidupkan malam Idulfitri tidak akan mati di saat hati manusia lainnya layu.
"Ada lima malam di mana doa tidak akan ditolak: awal malam bulan Rajab, malam Nisfu Sya'ban, malam Jumat, malam Idulfitri, dan malam Iduladha," bunyi hadist yang diriwayatkan oleh Imam Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman dan Imam Ad-Dailami dalam Musnad Al-Firdaus.
Hadis ini menegaskan bahwa malam takbiran bukan hanya tentang suara, tapi tentang permohonan yang tulus karena Allah sedang memberikan perhatian khusus kepada hamba-Nya.
Takbiran menjadi jembatan spiritual yang mengubah rasa lelah berpuasa menjadi energi kebahagiaan yang suci.
Malam takbiran adalah momen saat umat Muslim merayakan kemenangan melawan hawa nafsu, bukan dengan pesta pora, melainkan dengan mengagungkan nama Sang Pencipta secara bersama-sama dalam harmoni yang menyejukkan jiwa.
Lafal takbiran Idulfitri yang lengkap dengan artinya
Adapun kala Idulfitri dan Iduladha ada dua macam lafal takbiran, yakni lafal pendek dan lafal panjang.
Berikut lafal pendek dan panjang beserta artinya.
- Lafal pendek
"Allahu akbar, Allahu akbar, Allahu akbar. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd."
Arti dari lafal tersebut tak lain adalah "Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada Tuhan selain Allah dan Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah."
- Lafal panjang
"Allahu akbar kabiira, walhamdu lillahi katsiira, wasubhanallahi bukratan wa ashiila. La ilaha illallahu wala na’budu illa iyyahu mukhlishina lahuddin walau karihal kafirun. La ilaha illallahu wahdah, shadaqa wa’dah, wanashara ‘abdah, wa a’azza jundahu wahazamal ahzaba wahdah. La ilaha illallahu wallahu akbar. Allahu akbar walillahil hamd."
Arti dari lafal tersebut yakni "Allah Maha Besar dengan segala kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah sebanyak-banyaknya. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan petang. Tiada Tuhan selain Allah dan kami tidak menyembah kecuali kepada-Nya dengan memurnikan agama bagi-Nya, meskipun orang-orang kafir membencinya."
"Tiada Tuhan selain Allah Yang Esa, yang menepati janji-Nya, membantu hamba-Nya, memuliakan tentara-Nya, dan menghancurkan musuh-musuh-Nya dengan keesaan-Nya. Tiada Tuhan selain Allah, Allah Maha Besar. Allah Maha Besar dan segala puji hanya bagi Allah."
Makna terdalam dari takbiran
Takbiran bukan sekadar lantunan kalimat tayyibah yang berulang, melainkan sebuah deklarasi kerendahan hati.
Saat umat Muslim meneriakkan "Allahu Akbar", mereka secara sadar sedang mengecilkan ego dan segala kesombongan yang mungkin sempat tumbuh selama setahun terakhir.
Makna terdalamnya adalah pengakuan bahwa setelah sebulan penuh berupaya menjadi hamba yang lebih baik.
Kontributor : Armand Ilham