Suara.com - Akhir Ramadan merupakan momen yang sangat istimewa. Pada waktu ini, umat Islam berada di penghujung ibadah yang telah dijalani selama sebulan penuh. Banyak ulama menyebutkan bahwa waktu-waktu terakhir Ramadan adalah saat yang penuh dengan peluang dikabulkannya doa.
Hal ini karena di penghujung Ramadan, seorang Muslim berada dalam kondisi terbaiknya, setelah menjalani puasa, memperbanyak ibadah, dan meningkatkan ketakwaan. Oleh sebab itu, memanjatkan doa di akhir Ramadan menjadi sangat dianjurkan.
Selain itu, di malam-malam terakhir Ramadan juga terdapat malam Lailatul Qadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Pada momen inilah doa-doa memiliki peluang besar untuk dikabulkan.
Menjelang berakhirnya Ramadan, ada satu amalan penting yang dianjurkan, yaitu membaca doa akhir Ramadan.
Doa ini bukan sekadar penutup, tetapi menjadi bentuk harapan agar seluruh ibadah yang telah dilakukan selama bulan suci diterima oleh Allah SWT.
Selain itu, doa akhir Ramadan juga mencerminkan rasa syukur sekaligus harapan untuk dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun berikutnya.
Lantas, seperti apa bacaan doa akhir Ramadan yang sesuai sunnah? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
Bacaan Doa Akhir Ramadan Sesuai Sunnah
Terdapat beberapa doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW dan dianjurkan untuk dibaca, terutama di penghujung Ramadan.
Salah satu doa yang paling dianjurkan adalah doa yang dibaca saat Lailatul Qadar: "Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni"
Artinya: "Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan menyukai pemaafan, maka maafkanlah aku."
Doa ini diriwayatkan dalam hadis dan sangat dianjurkan untuk dibaca di malam-malam terakhir Ramadan.
Selain doa di atas, salah satu doa yang dianjurkan untuk dibaca pada akhir Ramadan. Seperti diriwayatkan Jabir bin Abdillah RA bahwa Nabi SAW mengajarkan sebuah permohonan agar Ramadan yang dijalani tidaklah menjadi yang terakhir bagi seorang hamba.
اللَّهُمَّ لاَ تَجْعَلْهُ آخِرَ الْعَهْدِ مِنْ صِيَامِنَا إِيَّاهُ، فَإِنْ جَعَلْتَهُ فَاجْعَلْنِيْ مَرْحُوْمًا وَلاَ تَجْعَلْنِيْ مَحْرُوْمًا
Latin:
Allahumma laa taj'alhu aakhiral 'ahdi min shiyaminaa iyyaahu, fa'in ja'altahu f-aj'alnii marhuuman wa laa taj'alnii mahruuman.
Artinya:
"Ya Allah, janganlah Engkau jadikan puasa ini yang terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai yang terakhir, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau rahmati dan jangan jadikan aku sebagai orang yang Engkau jauhkan dari rahmat-Mu."
Doa ini mencerminkan harapan agar dapat bertemu kembali dengan Ramadan di masa mendatang sekaligus memohon rahmat dari Allah SWT.
Makna Mendalam Doa Akhir Ramadan
Membaca doa akhir Ramadan bukan hanya sekadar ritual, tetapi memiliki makna yang sangat dalam, di antaranya:
1. Memohon Penerimaan Amal
Setiap ibadah yang dilakukan selama Ramadan tentu diharapkan diterima oleh Allah SWT. Doa menjadi sarana untuk memohon agar seluruh amal tersebut tidak sia-sia.
2. Mengakui Keterbatasan Diri
Manusia tidak luput dari kesalahan. Doa di akhir Ramadan menjadi bentuk pengakuan atas kekurangan dalam beribadah.
3. Mengharap Pertemuan Kembali
Tidak ada jaminan seseorang akan bertemu Ramadan berikutnya. Oleh karena itu, doa ini menjadi harapan agar diberikan umur panjang dan kesempatan beribadah kembali.
4. Menutup Ramadan dengan Husnul Khatimah
Mengakhiri Ramadan dengan doa adalah salah satu cara untuk meraih penutup yang baik dalam ibadah.
Amalan Sunnah Lain di Akhir Ramadan
Selain membaca doa, ada beberapa amalan sunnah yang dapat Anda lakukan untuk menyempurnakan ibadah di akhir Ramadan:
1. Memperbanyak Istighfar
Memohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa dan kekurangan selama Ramadan.
2. Membayar Zakat Fitrah
Zakat fitrah menjadi kewajiban yang harus ditunaikan sebelum Hari Raya Idulfitri sebagai penyempurna ibadah puasa.
3. I’tikaf di Masjid
Berdiam diri di masjid untuk fokus beribadah, terutama di 10 malam terakhir Ramadan.
4. Memperbanyak Sedekah
Sedekah di akhir Ramadan memiliki keutamaan yang besar dan dapat menjadi penutup amal yang baik.
Bacaan doa akhir Ramadan sesuai sunnah menjadi bagian penting dalam menyempurnakan ibadah di bulan Fitri. Beberapa doa yang diajarkan Rasulullah SAW dapat diamalkan untuk memohon ampunan dan keberkahan.
Mengakhiri Ramadan dengan doa, istighfar, dan amal kebaikan lainnya adalah langkah terbaik untuk memastikan bahwa ibadah yang telah dilakukan selama sebulan penuh tidak sia-sia.
Selain itu, doa juga menjadi jembatan harapan agar kita dapat dipertemukan kembali dengan Ramadan di masa mendatang.
Semoga setiap amal ibadah kita diterima oleh Allah SWT dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik setelah Ramadan berakhir.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama