- Teknologi manufaktur digital, seperti 3D printing, memungkinkan ide kreatif Indonesia terwujud menjadi produk nyata lebih cepat.
- Albert Ong dari IndoCart menyatakan akses teknologi produksi yang belum merata menjadi penghalang besar bagi kreator muda.
- IndoCart berupaya membuka ekosistem teknologi 3D printing lebih luas melalui distribusi alat dan kegiatan edukasi.
Beberapa merek printer 3D yang didistribusikan IndoCart antara lain Bambu Lab, Creality, Snapmaker, Phrozen, Sunlu, Esun, PolyMaker, dan Elegoo.
Membangun Ekosistem Teknologi yang Lebih Terbuka
Memasuki usia 23 tahun, IndoCart tidak hanya fokus pada penjualan perangkat teknologi. Perusahaan ini juga mencoba membangun ekosistem edukasi dan komunitas 3D printing di Indonesia.
Pendekatan tersebut dilakukan dengan menjangkau berbagai segmen, mulai dari komunitas hobi, kreator konten, hingga institusi pendidikan.
“Kami tidak hanya memasarkan produk, tetapi juga berupaya membangun ekosistem dan edukasi teknologi 3D printing di Indonesia,” kata Albert.
Di sektor industri, teknologi ini kini juga mulai digunakan untuk pembuatan prototipe, komponen fungsional, hingga produksi terbatas melalui konsep print farm. Sementara di tingkat individu, banyak kreator memanfaatkannya untuk menghasilkan karya kreatif dan produk unik.
Membuka Akses Teknologi untuk Lebih Banyak Kreator
Ke depan, IndoCart berencana memperluas jangkauan bisnis dengan membuka outlet di pusat perbelanjaan serta menghadirkan konsep pop-up store agar teknologi 3D printing lebih mudah dikenal masyarakat.
Perusahaan juga akan memperkuat tim customer service dan dukungan teknis serta memperluas ekspansi ke berbagai wilayah di Indonesia.
Langkah ini diharapkan dapat membuka akses teknologi yang lebih luas bagi kreator dan pelaku industri kreatif di Tanah Air.
“Harapannya teknologi 3D printing dapat semakin dikenal dan dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia secara lebih luas,” ujar Albert.
Baginya, perkembangan ekosistem teknologi kreatif tidak hanya bergantung pada inovasi alat, tetapi juga pada seberapa mudah teknologi tersebut diakses oleh para kreator yang memiliki ide besar.