-
Kedutaan Besar AS melarang warganya mendekati perbatasan Arab Saudi dan Yaman akibat risiko terorisme.
-
Koalisi Arab mengklaim berhasil menghancurkan dron yang mengarah ke wilayah udara kota Mekkah.
-
Pihak Houthi membantah tuduhan serangan dron dan menyebut klaim Arab Saudi sebagai kebohongan.
Suara.com - Kedutaan Besar Amerika Serikat di Riyadh meminta seluruh warganya untuk tidak mendekati wilayah perbatasan Arab Saudi dan Yaman. Langkah tegas ini diambil pemerintah AS setelah muncul risiko ancaman terorisme yang makin mengkhawatirkan di area tersebut.
"Kami menyarankan warga kami untuk tidak bepergian ke daerah perbatasan dengan Yaman karena risiko terorisme," tegas pihak kedutaan melalui pernyataan resminya, dikutip dari Al Jazeera, Rabu (16/9/2026).
Peringatan keamanan dari pihak AS ini memuncak persis ketika klaim serangan udara ke wilayah suci Mekkah memicu benturan narasi tajam antara koalisi Arab Saudi dan kelompok milisi Houthi.

Pertikaian diplomatik dan militer di kawasan batas negara ini menandai babak baru eskalasi keamanan yang kian memanas.
Ancaman keselamatan di zona perbatasan tersebut kini menjadi perhatian utama komunitas internasional yang memantau pergerakan milisi regional.
Kelompok Houthi secara terbuka menolak tuduhan pihak Arab Saudi yang menyebut mereka telah mengarahkan pesawat nirawak ke arah kota suci Mekkah.
Hizam al-Asad, yang merupakan anggota biro politik Houthi, secara tegas menyebut klaim dari pemerintah Riyadh tersebut sebagai bentuk kebohongan publik.
“Klaim menyasar Mekkah yang mulia adalah kebohongan memuakkan yang sudah pernah dipakai sebelumnya dan tidak lagi menipu siapa pun,” ujar al-Asad dalam sebuah unggahan di media sosial X.
Sikap keras yang ditunjukkan oleh perwakilan Houthi ini berbanding terbalik dengan pernyataan resmi yang dikeluarkan oleh komando militer koalisi Arab Saudi.
Pihak koalisi mengklaim tindakan pertahanan udara mereka telah berhasil mencegah potensi ancaman berbahaya yang mengarah ke fasilitas publik dan area pemukiman.
Pernyataan resmi dari koalisi Arab Saudi menegaskan bahwa sistem pertahanan udara mereka berhasil mencegat dan menghancurkan sebuah drone pada pukul 21.50 GMT.
Drone yang bergerak liar tersebut terdeteksi tengah terbang menuju kawasan ruang udara Mekkah sebelum akhirnya dilumpuhkan di udara.
“Upaya bermusuhan dan teroris ini merupakan upaya kedua yang menyasar Mekkah setelah upaya pertama melalui rudal balistik pada 27 Juli 2017,” jelas pihak koalisi dalam keterangan tertulisnya.
Penghadangan ini menjadi bukti bahwa kawasan udara di sekitar wilayah perbatasan masih berada dalam jangkauan persenjataan tempur.
Koalisi militer memastikan bahwa kewaspadaan tinggi akan terus diberlakukan di seluruh garis batas wilayah udara nasional mereka.