ولو صام في شوال قضاء أو نذرا أو غير ذلك ، هل تحصل له السنة أو لا ؟ لم أر من ذكره ، والظاهر الحصول. لكن لا يحصل له هذا الثواب المذكور خصوصا من فاته رمضان وصام عنه شوالا ؛ لأنه لم يصدق عليه المعنى المتقدم ، ولذلك قال بعضهم : يستحب له في هذه الحالة أن يصوم ستا من ذي القعدة لأنه يستحب قضاء الصوم الراتب ا هـ
Artinya, “Kalau seseorang mengqadha puasa, berpuasa nadzar, atau berpuasa lain di bulan Syawal, apakah mendapat keutamaan sunnah puasa Syawal atau tidak? Saya tidak melihat seorang ulama berpendapat demikian, tetapi secara zahir, dapat. Tetapi memang ia tidak mendapatkan pahala yang dimaksud dalam hadits khususnya orang luput puasa Ramadhan dan mengqadhanya di bulan Syawal karena puasanya tidak memenuhi kriteria yang dimaksud. Karena itu sebagian ulama berpendapat bahwa dalam kondisi seperti itu ia dianjurkan untuk berpuasa enam hari di bulan Dzul qa’dah sebagai qadha puasa Syawal”.
Meskipun begitu, apabila puasa sunnah Syawal tidak dilaksanakan setelah membayar kewajiban qadha puasanya, maka ia bisa dinilai sudah mengamalkan sunnah puasa Syawal.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa, bagi orang yang mempunyai utang puasa Ramadan, sebaiknya meng-qadha utang puasanya terlebih dahulu baru mengerjakan puasa sunnah Syawal. Disebutkan oleh Syekh Ali Jum’ah, bahwa mendapatkan pahala ganda bukan berarti akan memperoleh pahala secara penuh.
Demikian penjelasan tentang puasa Syawal. Semoga penjelasan di atas bermanfaat dan menambah pengetahuan.
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari