2. Niat Puasa Syawal:
“Nawaitu shauma ghadin ‘an ad’i sunnati Syawwali lillahi ta’ala.”
Artinya: “Saya niat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta’ala.”
3. Niat Gabungan (Qadha + Syawal):
Secara prinsip, niat cukup dalam hati. Namun jika ingin dilafalkan:
“Saya niat puasa qadha Ramadhan sekaligus puasa sunnah Syawal karena Allah Ta’ala.”
Yang terpenting adalah kesadaran dalam hati mengenai tujuan puasa tersebut.
Apakah Puasa Syawal Harus Berurutan?
Puasa Syawal tidak wajib dilakukan secara berurutan. Hal ini menjadi kabar baik bagi banyak orang yang memiliki aktivitas padat atau masih memiliki kewajiban lain seperti qadha puasa.
Puasa enam hari di bulan Syawal dapat dilakukan secara fleksibel, baik berturut-turut setelah Idulfitri maupun dipisah dalam beberapa hari selama masih berada di bulan Syawal.
Namun, sebagian ulama menganjurkan untuk melaksanakannya segera setelah Idulfitri dan secara berurutan agar lebih mendekati kesempurnaan ibadah.
Mana yang Harus Didahulukan
Dalam Islam, kewajiban selalu lebih utama dibandingkan sunnah. Oleh karena itu, jika seseorang memiliki utang puasa Ramadhan, sebaiknya ia mendahulukan qadha terlebih dahulu.
Meski demikian, jika waktu terasa sempit dan khawatir tidak sempat menjalankan puasa Syawal, sebagian ulama memberikan keringanan untuk menggabungkan niat, dengan tetap meniatkan qadha sebagai tujuan utama.
Tips Mengatur Puasa di Bulan Syawal
Agar ibadah tetap optimal, kamu bisa mengatur strategi sederhana. Misalnya, mulai dengan menghitung jumlah utang puasa yang harus diganti. Setelah itu, tentukan hari-hari yang memungkinkan untuk berpuasa.
Kamu juga bisa memanfaatkan hari Senin dan Kamis di bulan Syawal untuk sekaligus menjalankan puasa sunnah. Jika memungkinkan, selesaikan qadha lebih awal agar sisa hari di bulan Syawal bisa digunakan khusus untuk puasa sunnah.