Suara.com - Bulan Syawal sering dimanfaatkan untuk menyempurnakan ibadah yang belum tuntas di bulan Ramadan, salah satunya dengan puasa qadha.
Agar tidak keliru, mengetahui bacaan niat puasa qadha Ramadan di bulan Syawal menjadi hal yang wajib dipahami sejak awal.
Tidak sedikit yang masih bingung soal tata cara, waktu pelaksanaan, hingga niat yang benar untuk puasa qadha. Padahal, niat merupakan bagian penting yang menentukan sah atau tidaknya ibadah puasa.
Berikut ini penjelasan lengkap tentang niat puasa qadha di bulan Syawal, lengkap dengan hukum serta hal-hal penting yang perlu diperhatikan.
Pentingnya Mengqadha Puasa Ramadan
Puasa qadha Ramadan adalah kewajiban yang harus ditunaikan oleh setiap Muslim yang meninggalkan puasa di bulan Ramadan karena alasan yang dibenarkan oleh syariat. Misalnya karena sakit, dalam perjalanan (musafir), haid, atau kondisi lain yang membuat seseorang tidak mampu berpuasa.
Dalam Islam, kewajiban ini sangat jelas. Siapa pun yang meninggalkan puasa wajib, harus menggantinya di hari lain di luar bulan Ramadan.
Bahkan, sangat dianjurkan untuk segera mengqadhanya setelah Ramadan berakhir, agar tidak menumpuk dan terlupakan.
Secara makna, qadha berarti mengganti atau melaksanakan ibadah yang terlewat dari waktunya. Karena sifatnya wajib, puasa ini harus didahulukan dibandingkan puasa sunnah.
Meski waktu pelaksanaannya cukup fleksibel (hingga sebelum Ramadan berikutnya), menunda tanpa alasan yang jelas tentu tidak dianjurkan.
Bacaan Niat Puasa Qadha Ramadan di Bulan Syawal
Salah satu hal penting dalam menjalankan puasa qadha adalah niat. Berbeda dengan puasa sunnah, niat puasa qadha wajib dilakukan pada malam hari sebelum waktu Subuh. Jika niat dilakukan setelah Subuh, maka puasa tersebut tidak sah sebagai puasa qadha.
Berikut bacaan niat puasa qadha Ramadan:
Arab:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلَّهِ تَعَالَى