Suara.com - Setiap tahunnya, perayaan Paskah selalu identik dengan simbolis telur dan kelinci. Di mana, tradisi ini mirip dengan tradisi Hari Natal yang diidentikkan dengan Sinterklas dan warna merah. Lantas kenapa Paskah identik dengan telur dan kelinci? Simak asal-usulnya dalam artikel berikut.
Tepat di Hari perayaan Paskah, umat Kristiani umumnya akan menghabiskan waktu di gereja untuk merenung, berdoa, hingga merayakan kehidupan Yesus Kristus. Tak sedikit dari mereka yang akan berkumpul dengan teman atau keluarga untuk menikmati hidangan makan malam yang istimewa dengan menu khas.
Tradisi Perayaan Paskah yang Mulai Berkembang Seiring Perubahan Zaman dan Tidak Tercantum dalam Al-Kitab
Melansir dari situs History, terdapat beragam tradisi atau perayaan Paskah masa kini yang tidak ditemukan di dalam Alkitab. Simbol kelinci Paskah sendiri, dilaporkan diperkenalkan ke Amerika oleh para imigran Jerman yang membawa cerita terkait legenda kelinci bertelur.
Tradisi dekorasi telur dan kelinci Paskah diyakini berasal dari setidaknya abad ke-13. Sedangkan tradisi lain, seperti konsumsi permen Paskah merupakan salah satu tambahan tradisi yang lebih modern untuk perayaan liburan yang umumnya bertepatan pada awal musim semi.
Diketahui, hari Paskah dirayakan pada tanggal yang berbeda setiap tahunnya, antara tanggal 21 Maret dan 25 April, tergantung kapan dimulainya bulan purnama di musim semi. Tahun ini, Paskah dirayakan pada hari Minggu, 5 April 2026.
Untuk mengetahui kenapa paskah identik dengan telur dan kelinci, mari simak asal-usulnya dalam artikel berikut.
Telur Paskah
Umat Kristiani umumnya akan makan telur cokelat ketika Hari Paskah. Melansir situs History, kegiatan mendekorasi telur untuk Paskah merupakan tradisi yang sudah ada setidaknya pada abad ke-13.
Pasalnya, dahulu telur adalah makanan yang dilarang selama masa Prapaskah. Oleh karena itu, orang lantas melukis dan menghias telur untuk menandai berakhirnya masa penebusan dosa dan puasa. Mereka alam memakannya pada hari Paskah sebagai simbol perayaan.
Telur di hari Paskah ini dianggap sebagai simbol kuno kehidupan baru serta banyak dikaitkan dengan festival pagan yang menandai perayaan musim semi. Menurut kepercayaan umat Kristen, telur Paskah diklaim mewakili kebangkitan Yesus dari alam kubur.
Dikutip dari laman BBC, orang-orang Victoria lantas mengadaptasi tradisi turun temurun itu dengan telur kardus berlapis satin yang biasanya akan diisi dengan hadiah Paskah. Tradisi tersebut lantas berkembang hingga menjadi tradisi yang kini dinikmati olehxbanyak orang di seluruh dunia.
Kelinci Paskah
Kelinci Paskah sendiri merupakan sebuah makhluk fiktif yang diibaratkan sebagai seekor kelinci antropomorfis. Berdsarkan cerita legenda, kelinci membawa keranjang penuh yang berisi telur, permen, serta mainan yang bewarna-warni ke rumah anak-anak tepat di malam Paskah.
Sama seperti telur paskah, kisah tentang kelinci Paskah, juga berkaitan dengan tradisi Pagan. Tradisi kelinci Paskah sendiri dimulai pada abad ke-19.