- PT Bimasakti Multi Sinergi asal Sidoarjo berhasil bertransformasi menjadi pemain kunci dalam ekosistem ekonomi digital berskala nasional.
- Perusahaan ini menyediakan layanan keuangan digital seperti Winpay dan SpeedCash guna memenuhi kebutuhan transaksi masyarakat di daerah.
- Pencapaian sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 membuktikan sistem keamanan data Bimasakti telah memenuhi standar internasional yang terpercaya bagi pengguna.
Suara.com - Selama ini, gedung-gedung pencakar langit di Jakarta sering dianggap sebagai satu-satunya tempat lahirnya inovasi teknologi canggih. Namun, sebuah gebrakan muncul dari Jawa Timur. PT Bimasakti Multi Sinergi, perusahaan fintech yang lahir dan besar di Sidoarjo, membuktikan bahwa inovasi kelas dunia bisa datang dari mana saja, bahkan dari kota yang lebih dikenal dengan kerupuk udangnya.
Memulai operasional dari sudut Sidoarjo, Bimasakti kini telah bertransformasi menjadi pemain kunci dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia. Mereka adalah bukti nyata bahwa talenta daerah punya taji untuk bersaing di level nasional hingga merambah ibu kota.
Menjawab Kebutuhan "Wong Cilik" hingga Skala Nasional
Bimasakti tidak tumbuh dengan gaya flashy. Mereka mulai dengan cara yang sangat membumi: menjawab kebutuhan transaksi sehari-hari masyarakat di daerah. Dari sana, lahir ekosistem digital yang kini kita kenal lewat platform seperti Winpay (payment gateway), SpeedCash (dompet digital), hingga Rajabiller.
“Kami melihat kebutuhan layanan pembayaran digital tidak hanya ada di kota besar, tapi juga di berbagai daerah,” ujar Novandy Bambang Pramana, VP Regulator and State Authority Bimasakti. Semangat inklusivitas inilah yang membawa mereka sukses melakukan ekspansi nasional tanpa melupakan akar kedaerahannya.
Keamanan Data: Standar Global di Tangan Lokal

Meski berasal dari daerah, soal keamanan Bimasakti tidak main-main. Baru-baru ini, mereka sukses meraih sertifikasi ISO/IEC 27001:2022 dari TÜV Rheinland. Ini bukan sekadar sertifikat, melainkan pengakuan dunia bahwa sistem manajemen keamanan informasi mereka—mulai dari QRIS hingga remitansi—setara dengan standar internasional.
Bagi pengguna setia layanan mereka, ini adalah jaminan bahwa transaksi digital mereka tetap aman, terpercaya, dan berkelanjutan.
Inovasi yang Tak Lagi "Jakarta-Sentris"
Sekretaris Jenderal AFTECH, Firlie Ganinduto, memberikan apresiasi tinggi atas perjalanan Bimasakti. Menurutnya, kesuksesan perusahaan asal Sidoarjo ini adalah sinyal positif bahwa ekonomi digital Indonesia semakin merata dan tidak lagi terpusat di wilayah Jabodetabek saja.
“Pertumbuhan fintech dari daerah adalah kunci untuk membuka kesempatan yang lebih setara bagi pelaku usaha di seluruh pelosok Indonesia,” tambah Firlie.
Lebih dari sekadar perusahaan fintech, perjalanan Bimasakti dari Sidoarjo menunjukkan bahwa inovasi digital bisa tumbuh dari mana saja. Ketika kebutuhan masyarakat dipahami dengan baik, solusi yang dihadirkan pun bisa terasa lebih dekat—dan relevan dengan keseharian.