- Para penata rias merekomendasikan penggunaan bedak tabur sebelum bedak padat untuk mendapatkan hasil riasan yang sempurna.
- Bedak tabur berfungsi mengunci foundation agar tidak luntur, sementara bedak padat berperan memberikan cakupan warna lebih merata.
- Urutan penggunaan bedak yang tepat membuat makeup lebih tahan lama, halus, serta bebas kilap hingga dua belas jam.
Suara.com - Di dunia kecantikan, pertanyaan “Pakai bedak tabur dulu atau bedak padat dulu?” sering muncul, terutama bagi pemula yang baru belajar merias wajah.
Banyak yang bingung karena keduanya sama-sama powder, tapi fungsi dan teksturnya berbeda.
Jawabannya sudah jelas menurut para makeup artist (MUA) dan sumber kecantikan terpercaya: bedak tabur (loose powder) harus dipakai dulu, baru kemudian bedak padat (compact powder).
Urutan ini bukan sekadar aturan baku, melainkan kunci agar makeup tampak halus, tahan lama, dan bebas kilap sepanjang hari.
Mari kita pahami dulu perbedaannya.
Bedak tabur berbentuk bubuk longgar yang ringan dan mudah menyebar. Fungsinya utama adalah setting makeup alias mengunci foundation dan concealer agar tidak creasing atau luntur.
Bedak tabur juga sangat efektif menyerap minyak berlebih, terutama di area T-zone (dahi, hidung, dagu). Karena teksturnya yang fluffy, bedak tabur bisa diaplikasikan dengan kuas besar atau puff secara merata tanpa menambah beban di kulit.
Hasilnya, wajah tampak matte tapi tetap natural, pori-pori tersamarkan, dan makeup tidak mudah pecah.
Sementara itu, bedak padat adalah bubuk yang dikompres menjadi padat dalam wadah kompak. Keunggulannya adalah praktis dibawa ke mana-mana untuk touch-up di siang hari.
Bedak ini memberikan coverage sedang hingga tinggi, bisa meratakan warna kulit, dan memberikan finish yang lebih “velvety” atau halus seperti beludru.
Karena sudah padat, aplikasinya lebih terkontrol menggunakan spons atau kuas kecil, cocok untuk menutup noda kecil yang masih terlihat setelah setting.
Lalu kenapa bedak tabur harus duluan?
Karena bedak tabur berfungsi sebagai “lem” yang mengunci base makeup cair (foundation, cushion, atau concealer) sebelum Anda menambahkan lapisan kedua.
Jika kamu pakai bedak padat dulu, makeup cair di bawahnya bisa terdorong atau terlihat cakey.
Sebaliknya, bedak tabur dulu membuat lapisan dasar stabil, lalu bedak padat bisa bekerja sebagai penyempurna tanpa membuat wajah terlalu berat.
Hasilnya? Makeup lebih tahan hingga 8–12 jam, bahkan di cuaca panas dan lembap seperti di Indonesia.
Urutan makeup yang benar untuk hasil maksimal:
1. Moisturizer + sunscreen
2. Primer
3. Foundation atau cushion
4. Concealer
5. Bedak tabur (fokus di T-zone dan bawah mata)
6. Bedak padat (seluruh wajah untuk finishing)
7. Blush, bronzer, highlighter
8. Setting spray (opsional tapi sangat disarankan)
Cara aplikasi yang tepat:
Untuk bedak tabur: Tuang sedikit ke tutup wadah, celupkan kuas atau puff, ketuk-ketuk agar tidak berlebihan, lalu tekan-tekan (bukan digosok) ke wajah. Tunggu 10–20 detik, lalu sapu sisa bedak dengan kuas fluffy.
Untuk bedak padat: Gunakan spons segitiga yang sudah sedikit lembap atau kering. Tap-tap ringan, mulai dari pipi, lalu ratakan ke seluruh wajah dan leher.
Pemilihan produk juga penting. Kulit berminyak lebih cocok bedak tabur yang mengandung silica atau rice powder.
Kulit kering sebaiknya pilih bedak tabur yang ada moisturizer-nya dan bedak padat yang creamy. Jangan lupa tes dulu di punggung tangan agar tidak breakout.
Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah memakai hanya satu jenis bedak atau urutan yang terbalik. Akibatnya, makeup cepat luntur, terlihat kering, atau malah berminyak di tengah hari.
Padahal dengan urutan yang benar, kamu bisa hemat waktu touch-up dan tampil percaya diri seharian.
Jadi, kesimpulannya: bedak tabur dulu, baru bedak padat. Kombinasi keduanya justru memberikan hasil terbaik—setting yang kuat plus coverage yang sempurna.