Suara.com - Media sosial belakangan dihebohkan dengan sosok Egi Fazri yang mendadak viral karena mengaku mirip Vidi Aldiano.
Perhatian publik semakin besar setelah Egi melakukan aksi yang dinilai kontroversial, termasuk membadalkan umrah untuk mendiang Vidi dan membagikannya sebagai konten.
Aksi tersebut memicu beragam reaksi. Sebagian menilai niatnya baik, namun tidak sedikit yang menganggapnya kurang etis karena berkaitan dengan duka keluarga.
Lantas sebenarnya apa saja syarat sah pelaku badal umrah dalam Islam? Simak penjelasan berikut ini.
Pengertian dan Syarat Pelaku Badal Umrah
![Vidi Aldiano dan istrinya, Sheila Dara ketika umrah [Instagram]](https://media.arkadia.me/v2/articles/triasrohmadoni/rEtTZAR8vMDRc0djbsGzdTdSiMIoKPJs.png)
Apa Itu Badal Umrah?
Badal umrah adalah praktik ibadah di mana seseorang menjalankan umrah atas nama orang lain. Umumnya, hal ini dilakukan bagi mereka yang tidak mampu berangkat sendiri ke Tanah Suci, baik karena sakit, usia lanjut, atau telah meninggal dunia.
Dalam praktiknya, orang yang diwakilkan disebut sebagai pihak yang dibadalkan, sementara pelaksana ibadah disebut sebagai orang yang membadalkan. Secara hukum, badal umrah diperbolehkan selama memenuhi ketentuan syariat. Tujuannya jelas, yakni agar seseorang tetap bisa memperoleh pahala ibadah meski tidak dapat melaksanakannya secara langsung.
Syarat Pelaku Badal Umrah yang Harus Dipenuhi
Agar ibadah ini sah dan tidak menimbulkan polemik, ada beberapa syarat penting yang wajib dipahami:
1. Pihak yang Dibadalkan Tidak Mampu
Badal umrah hanya dilakukan jika seseorang benar-benar tidak sanggup menjalankan ibadah sendiri. Kondisi tersebut bisa karena faktor kesehatan, usia lanjut, atau telah wafat.
2. Pelaku Sudah Pernah Umrah untuk Diri Sendiri
Ini menjadi syarat krusial. Seseorang tidak diperbolehkan membadalkan orang lain jika dirinya sendiri belum menunaikan umrah atau haji.
3. Mendapat Izin dari yang Bersangkutan atau Ahli Waris
Jika orang yang dibadalkan masih hidup, maka harus ada izin langsung darinya. Bila sudah meninggal dunia, persetujuan ahli waris menjadi hal yang penting.
4. Mampu Menjalankan Rukun Umrah dengan Benar
Pelaku badal harus benar-benar memahami dan mampu menjalankan seluruh rangkaian ibadah umrah, mulai dari ihram hingga tahallul, agar ibadahnya sah.
Tata Cara Badal Umrah
Secara umum, pelaksanaan badal umrah tidak berbeda jauh dengan umrah biasa. Perbedaannya ada pada niat yang diperuntukkan bagi orang yang diwakilkan.