- Pull (Tarik Pin): Tarik pin pengaman pada tabung agar alat siap digunakan.
- Aim (Arahkan): Arahkan nozzle ke sumber api, bukan ke asap.
- Squeeze (Tekan): Tekan tuas untuk mengeluarkan isi APAR.
- Sweep (Sapukan): Gerakkan semprotan dari sisi ke sisi hingga api padam.
Penting untuk berdiri pada jarak aman dan memperhatikan arah angin agar tidak terkena semburan balik.
Pentingnya APAR di Area Publik seperti SPBU
SPBU merupakan area dengan risiko kebakaran tinggi karena adanya bahan bakar yang mudah terbakar. Oleh karena itu:
- APAR wajib tersedia dalam jumlah cukup
- Petugas harus terlatih menggunakannya
- Tidak boleh ada penundaan dalam situasi darurat
- Keterlambatan beberapa detik saja bisa menyebabkan api membesar dan sulit dikendalikan.
Kasus pom bensin yang enggan menggunakan APAR membuka dua kemungkinan:
- Masalah prosedur internal. Bisa jadi ada aturan yang mengharuskan izin sebelum penggunaan alat.
- Kurangnya pelatihan dan kesiapan. Petugas mungkin belum siap menghadapi kondisi darurat.
Namun, dalam prinsip keselamatan kerja, respons cepat harus menjadi prioritas utama dibandingkan pertimbangan biaya atau prosedur administratif.
Berdasarkan ulasan di atas, kini dapat disimpulkan bahwa harga APAR di Indonesia bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah tergantung jenis dan kapasitas.
Meski tidak murah, APAR merupakan alat keselamatan penting yang seharusnya selalu siap digunakan, terutama di lokasi berisiko tinggi seperti SPBU.
Kasus viral yang menyebut APAR mahal hingga tidak digunakan menjadi pengingat bahwa keselamatan tidak boleh dikompromikan. Dengan pemahaman harga yang sebenarnya cukup terjangkau serta cara penggunaan yang tepat, diharapkan kejadian serupa tidak terulang.
Investasi pada APAR bukan soal biaya, melainkan perlindungan terhadap nyawa dan aset. Bagaimana menurut pendapat Anda?
Kontributor : Rishna Maulina Pratama