-
Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo usung slogan Berakhlak Mulia untuk 2025-2030.
-
Salah satu misi utamanya adalah mewujudkan birokrasi profesional dan bersih antikorupsi.
-
Komitmen tersebut kini dipertanyakan publik usai dirinya terjaring OTT tim KPK.
Suara.com - Kabar penangkapan Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada Jumat (10/4/2026) malam menyisakan ironi mendalam.
Pasalnya, Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo selama ini dikenal sebagai pemimpin yang selalu mendengungkan slogan "Berakhlak Mulia".
Dalam berbagai kesempatan, Gatut Sunu sering memaparkan visi besarnya untuk membangun Tulungagung periode 2025-2030.
Tak main-main, ia membawa jargon “Masyarakat Tulungagung Yang Sejahtera, Maju, dan Berakhlak Mulia Sepanjang Masa”.
Lantas, apa saja janji-janji manis dalam visi dan misi Gatut Sunu sebelum akhirnya berurusan dengan lembaga antirasuah?

Slogan "Akhlakul Karimah"
Gatut Sunu, yang berpasangan dengan Wakil Bupati Ahmad Baharudin menekankan bahwa kepemimpinannya akan berlandaskan pada moralitas yang tinggi.
Namun, visi "Berakhlak Mulia" tersebut kini dipertanyakan publik setelah dirinya ikut diamankan tim KPK bersama 15 orang lainnya dalam operasi senyap di Jawa Timur.
8 Misi Strategis: Dari Ekonomi hingga Birokrasi Bersih
Gatut Sunu pun merumuskan delapan program kerja atau misi strategis untuk mewujudkan Tulungagung yang sejahtera.
Ironisnya, poin terakhir dalam misinya adalah tentang pemberantasan korupsi. Berikut adalah 8 misi Gatut Sunu Wibowo:
- Modernisasi Sektor Utama: Memperkuat pertanian, peternakan, dan perikanan melalui pengembangan industri agroindustri modern.
- Pusat Ekonomi Baru: Membangun pusat perdagangan dan pariwisata untuk mendongkrak dompet masyarakat.
- Infrastruktur Merata: Membangun jalan dan fasilitas publik hingga ke pelosok desa demi pemerataan ekonomi.
- SDM Unggul: Meningkatkan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
- Masyarakat Berkarakter: Menciptakan kehidupan yang harmonis, aman, dan penuh keguyuban (karakter budaya).
- Kelestarian Lingkungan: Menjamin pembangunan yang berkelanjutan demi generasi masa depan.
- Gempur Kemiskinan: Membuka akses pembangunan seluas-luasnya bagi warga miskin agar bisa mandiri secara ekonomi.
- Birokrasi Bersih Anti-Korupsi: Mewujudkan birokrasi yang profesional dan bersih dari korupsi guna memberikan pelayanan terbaik.
Dari delapan misi tersebut, poin kedelapan yakni "Mewujudkan birokrasi yang berkualitas, profesional, dan bersih dari korupsi" kini menjadi yang paling disorot.
Gatut berkomitmen memberikan pelayanan terbaik lewat pemerintahan yang bersih, tetapi keterlibatannya dalam OTT KPK seolah memukul balik komitmen tersebut.
Kini, masyarakat Tulungagung hanya bisa menunggu hasil penyidikan KPK. Apakah visi "Berakhlak Mulia" itu hanya sekadar jargon kampanye ataukah ada fakta lain di balik penangkapan sang bupati