- Muhammadiyah akan bangun pabrik cairan infus di Malang untuk penuhi kebutuhan ratusan rumah sakitnya.
- Proyek raksasa seluas 14 hektare ini ditargetkan beroperasi pada akhir 2027 atau awal 2028.
- Kapasitas produksi mencapai 15 juta botol per tahun, mengakhiri sistem maklon yang sering tersendat.
“Lahan yang tersedia sekitar 14 hektare dan sudah melalui uji kelayakan, termasuk kualitas air. Hasilnya memenuhi syarat untuk pembangunan pabrik cairan infus,”
4. Ambisi Produksi 15 Juta Botol per Tahun
Pabrik ini tidak dibangun sekadar untuk uji coba. Studi kelayakan bahkan menggandeng Institut Teknologi Bandung (ITB) dan konsultan keuangan. Target operasinya dipatok pada akhir 2027 atau awal 2028.
Nantinya, mesin pabrik didesain untuk memuntahkan 15 juta botol infus setiap tahunnya.
Mayoritas, yakni sekitar 13 juta botol, akan ditelan langsung oleh ratusan RS dan klinik Muhammadiyah, membuat sirkulasi uang tetap berputar di dalam organisasi.
5. Banyak Pihak Luar yang Sudah Mengantre
Meski fokus utamanya adalah menutup kebutuhan internal, kualitas cairan infus Suryavena yang baik dipadu harga kompetitif rupanya dilirik pasar umum.
Sisa kuota produksi sekitar 2 juta botol per tahun siap dilempar ke pasar eksternal.
“Bahkan di luar rumah sakit Muhammadiyah sudah banyak yang berminat, tetapi saat ini masih terbatas karena kapasitas produksi belum optimal,”
Langkah pabrikasi ini bukan sekadar urusan cuan bisnis, tapi juga pembuktian bahwa kemandirian sektor kesehatan dalam negeri bisa dimulai dari langkah berani sebuah organisasi masyarakat.