Pasca lulus meraih gelar sarjana, Trump langsung membantu bisnis ayahnya. Bahkan, secara langsung ia menjadi ahli waris serta pengganti bisnis orang tuanya.
Profil Pendidikan Paus Leo XIV
Paus Leo XIV mempunyai latar belakang pendidikan kuat dalam disiplin ilmu sains, teologi, dan hukum gereja.
Ia menempuh pendidikan dasar di dekat Riverdale, sebagai anak yang tumbuh pada keluarga katolik yang sangat taat. Paus Leo tumbuh di Gereja Santa Maria Diangkat Ke Surga di Riverdale, ia aktif menyanyi dalam paduan suara anak-anak serta aktif bertugas sebagai misdinar.
Sejak masih usia anak-anak atau jenjang sekolah dasar, Paus Leo XIV memang sudah bercita-cita jadi imam. Saat berada di rumah, ia bersama teman-temannya, kedua kakaknya yaitu Louis Martin dan John Joseph serin main misa-misa-an, yang mana Paus Leo selalu ambil peran sebagai pastor.
Setelah lulus dari pendidikan dasar, ia melanjutkan ke Sekolah Menengah Atas Seminari Menengah Santo Agustinus di Saugatuck, Michigan Amerika Serikat pada tahun 1969
Saat itu, ia bergabung dengan Ordo Santo Agustinus. Sehingga jarang pulang ke rumah dan kumpul keluarga.
Selama menempuh pendidikan di Seminari, ia sering mendapat surat pujian karena unggul dalam akademis, masuk daftar kehormatan sekolah dan pemimpin redaksi buku tahunan.
Pada tahun 1973, pemimpin Gereja Katolik seluruh dunia ini berhasil menyelesaikan pendidikan menengah, lalu lanjut ke jenjang pendidikan tinggi di Universitas Villanova Pennsylvania, mengambil jurusan Matematika dan Filsafat, hingga berhasil meraih gelar Sarjana Sains pada tahun 1977.
Selama menempuh pendidikan di universitas, ia aktif sebagai senat mahasiswa, sekretaris dewan mahasiswa, berpartisipasi dalam pelatihan pidato dan debat.
Pasca lulus sarjana, ia masuk Novisiat Ordo Santo Agustinus (OSA) pada 1 September 1977. Ia mengucap kaul pertama pada 2 September 1978, tiga tahun kemudian Paus Leo XIV mengucapkan kaul kekal.
Pada tahun 1979, ia sempat belajar Teologi di Catholic Theological Union Chicago lalu selesai study tahun 1981.
Selanjutnya, ia dikirim untuk menempuh pendidikan hukum kanonik di Universitas Kepausan Santo Thomas Aquinas Roma. Selama masa belajar tersebut, ia ditahbiskan sebagai imam tepatnya 19 Juni 1982.
Dua tahun berselang, ia dinyatakan lulus serta menerima licenciat Hukum Kanonik tahun 1984, lalu tahun 1987 berhasil meraih gelar Doktor Hukum Kanonik.
Kontributor : Damayanti Kahyangan