Kronologi Terbongkarnya Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry, Santri Jadi Korban

Husna Rahmayunita

Sabtu, 18 April 2026 | 15:55 WIB
Kronologi Terbongkarnya Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry, Santri Jadi Korban
Syekh Ahmad Al Misry. [YouTube/Kaks Production, Al Misry Official]

Suara.com - Kasus dugaan pelecehan sesama jenis yang melibatkan pendakwah Syekh Ahmad Al Misry (SAM) kembali mencuat ke publik setelah sempat meredup selama beberapa tahun.

Perkara ini menjadi sorotan karena melibatkan sejumlah santri serta adanya peran penting dari Oki Setiana Dewi dalam mengungkap kembali fakta yang sebelumnya dianggap telah selesai.

Kasus Dugaan Pelecehan oleh Syekh Ahmad Al Misry

Kasus ini sebenarnya bukan hal baru. Dugaan pelecehan seksual pertama kali mencuat pada 2021, ketika sejumlah santri mulai mengungkap pengalaman yang mereka alami. Para korban diketahui merupakan santri penghafal Al-Qur’an.

Saat itu, para guru, tokoh agama, dan pihak terkait melakukan tabayyun atau klarifikasi langsung kepada Syekh Ahmad Al Misry. Dalam proses tersebut, yang bersangkutan disebut telah mengakui perbuatannya, meminta maaf, dan berjanji tidak akan mengulanginya.

Karena adanya pengakuan dan permintaan maaf tersebut, kasus ini kemudian dianggap selesai secara internal. Tidak ada langkah hukum lanjutan pada saat itu, dan situasi pun berangsur mereda. Namun, di balik penyelesaian tersebut, ternyata persoalan belum benar-benar berakhir.

Terkuak Kasus Baru pada 2025

Perkembangan penting terjadi pada 2025 ketika Oki Setiana Dewi bertemu dan mewawancarai salah satu korban saat berada di Mesir. Dari percakapan tersebut, muncul pengakuan bahwa dugaan pelecehan masih terus terjadi meskipun sebelumnya pelaku telah berjanji berhenti.

Temuan ini menjadi titik balik dalam kasus tersebut. Oki kemudian segera menghubungi sejumlah ustaz, termasuk Ustaz Abi Makki, untuk menyampaikan informasi yang dinilai sangat serius.

baca juga

Dari komunikasi tersebut, para tokoh agama menyadari bahwa kasus yang sebelumnya dianggap selesai ternyata masih berlanjut. Mereka kemudian mulai mengumpulkan kembali bukti-bukti serta keterangan dari para korban yang sebelumnya tersebar.

Dalam proses ini, terungkap bahwa jumlah korban mencapai lima orang. Seluruhnya merupakan laki-laki, dengan rentang usia dari di bawah umur hingga dewasa.

Selain itu, muncul pula dugaan bahwa tindakan pelecehan terjadi berulang kali, bahkan disebut dilakukan di berbagai tempat, termasuk di lingkungan ibadah. Para korban disebut berada dalam posisi sulit karena adanya pengaruh otoritas pelaku serta pendekatan yang dibungkus dengan narasi agama.

Modus Syekh Ahmad Al Misry

Dalam pengembangan kasus, terungkap pula dugaan modus yang digunakan pelaku untuk mendekati korban. Salah satunya adalah dengan menawarkan kesempatan pendidikan ke Mesir secara gratis.

Para santri diajak mengikuti kegiatan ceramah, lalu dijanjikan bisa melanjutkan studi ke luar negeri. Beberapa di antaranya bahkan benar-benar diberangkatkan. Namun, disebutkan bahwa dana tersebut berasal dari sumbangan umat dan jemaah, bukan dari dana pribadi pelaku.

Selain itu, terduga pelaku disinyalir membawa-bawa kisah Nabi Muhammad hingga Imam Syafi'i dalam melancarkan aksi tak senonoh.

Korban Tempuh Jalur Hukum

Setelah bukti dan kesaksian mulai terkumpul, para korban dan pendamping akhirnya sepakat membawa kasus ini ke ranah hukum. Laporan resmi diajukan ke Bareskrim Polri pada akhir November 2025.

Sejak saat itu, kasus masuk ke tahap penyidikan. Para korban yang sebelumnya enggan berbicara mulai berani memberikan keterangan, meskipun sebagian masih mengalami trauma akibat peristiwa yang dialami.

Sementara itu, Syekh Ahmad Al Misry diketahui berada di Mesir. Kondisi ini membuat pihak korban berharap adanya kerja sama lintas negara untuk menghadirkan yang bersangkutan ke Indonesia guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

Kuasa hukum para korban, Achmad Cholidin dalam rapat dengar pendapat bersama dengan DPR belum lama ini, mendesak agar pihak berwajib dapat bekerja sama dengan Interpol untuk membawa terduga pelaku ke Indonesia supaya bisa  mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Menurutnya, lima orang korban mengalami trauma berat, apalagi setelah muncul dugaan ancaman hingga suap dari pihak yang bersangkutan untuk menutupi kasus.

Pihak berwajib pun diharapkan segera melakukan penetapan tersangka kasus dugaan pelecehan sesama jenis ini.

Kontributor : Hillary Sekar Pawestri

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Ustaz Solmed Laporkan Sejumlah Akun, Usai Dituding Lakukan Pelecehan Sejenis

Ustaz Solmed Laporkan Sejumlah Akun, Usai Dituding Lakukan Pelecehan Sejenis

Video | Sabtu, 18 April 2026 | 12:44 WIB

Jejak Kelam Syekh Ahmad Al Misry, Pendakwah Ternama Diduga Lecehkan Santri Laki-laki

Jejak Kelam Syekh Ahmad Al Misry, Pendakwah Ternama Diduga Lecehkan Santri Laki-laki

News | Jum'at, 17 April 2026 | 21:02 WIB

Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry

Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry

Video | Jum'at, 17 April 2026 | 16:15 WIB

Terkini

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi  Sebelum Terlambat

Pertamax Berpotensi Tembus Rp20 Ribu! Pemerintah Harus Siapkan Mitigasi Sebelum Terlambat

News | Selasa, 15 September 2026 | 23:46 WIB

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

1765 Pelari dari 15 Negara Ramaikan Tangkuban Perahu

Sport | Selasa, 15 September 2026 | 23:05 WIB

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

Peringatan Bahaya di Makkah dan Jeddah Usai Rentetan Serangan Rudal

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:59 WIB

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

YLBHI Kecam Pengiriman Anak Demonstran ke Barak Militer: Ini Preseden Berbahaya!

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:55 WIB

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Mau Liburan ke Luar Negeri? BRI dan Golden Rama Kasih Diskon hingga Rp1 Juta!

Bri | Selasa, 15 September 2026 | 22:45 WIB

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Awas! Lima Titik Karhutla di Cianjur Terjadi Hampir Bersamaan

Jabar | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

Kronologi Lengkap Kasus ATR/BPN, Peran Fahd A Rafiq Diduga Jadi Pengepul Terakhir Uang Haram

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:35 WIB

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

Gibran 'Blusukan' di Tengah Krisis: Ubah Citra Politik, Ambil Celah yang Luput dari Prabowo?

News | Selasa, 15 September 2026 | 22:31 WIB

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Gibran Temui Korban Keracunan MBG di Karo, Akademisi Dorong Evaluasi Menyeluruh

Sumut | Selasa, 15 September 2026 | 22:29 WIB

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Sopir Truk KM Virgo Transport 8 Belum Ditemukan, Istri di Tulungagung Setia Menunggu Kabar

Jatim | Selasa, 15 September 2026 | 22:21 WIB

×