- Sosok Ustaz SAM terungkap sebagai Syekh Ahmad Al Misry dalam kasus dugaan pelecehan terhadap santri laki-laki.
- Kasus tersebut telah dilaporkan ke Bareskrim Polri dan kini diproses hukum.
- Hingga kini, Syekh Ahmad Al Misry belum muncul atau memberikan keterangan resmi terkait tuduhan tersebut.
Suara.com - Teka-teki sosok Ustaz SAM yang diduga melakukan pelecehan terhadap santri laki-laki akhirnya terungkap. Ia adalah Syekh Ahmad Al Misry.
Kasus pelecehan sesama jenis yang diduga dilakukan oleh Syekh Ahmad Al Misry kini telah dibawa ke ranah hukum. Para korban melaporkannya ke Bareskrim Polri.
Kendati begitu, Syekh Ahmad Al Misry masih belum muncul untuk memberikan keterangan terkait kasus yang dituduhkan kepadanya.
Lantas, Syekh Ahmad Al Misry sekarang ada di mana? Dan, bagaimana fakta tentang kasus yang menjeratnya? Simak ulasan berikut ini.
Kronologi Kasus Syekh Ahmad Al Misry, Ini Modusnya

Kasus dugaan pelecehan seksual yang menyeret nama Syekh Ahmad Al Misry mulai mencuat ke publik pada Maret 2026.
Awalnya, kasus ini berangkat dari laporan terhadap seorang pendakwah berinisial SAM yang dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh pihak yang mengaku sebagai korban.
Seiring berjalannya waktu, identitas SAM mulai dikaitkan dengan Syekh Ahmad Al Misry oleh warganet karena ciri-ciri yang beredar.
Kasus ini pun menjadi viral di media sosial dan memicu perbincangan luas di tengah masyarakat.
Dari keterangan yang dihimpun, dugaan pelecehan ini disebut melibatkan sejumlah santri laki-laki dan terjadi di beberapa lokasi, termasuk lingkungan keagamaan.
Bahkan, peristiwa tersebut disebut sudah berlangsung sejak 2017 dan pelaku sempat berjanji untuk tidak melakukan aksi tak terpujinya. Namun itu hanya ucapan belaka.
Pelaku ternyata masih melangsungkan aksi tersebut hingga kasus ini kembali mencuat lagi. Adalah Oki Setiana Dewi yang menjadi saksi kunci viralnya kasus tersebut.
Oki Setiana Dewi disebutkan mewawancari salah satu korban di Mesir. Kemudian ia melaporkan kepada rekan pendakwah di Indonesia terkait kasus ini.
Mewakili korban, Ustaz Abi Makki menyebutkan bahwa pelaku melakukan aksinya dengan modus iming-iming beasiswa ke luar negeri.
"Disampaikan, mau enggak belajar ke Mesir? Ya namanya santri, harapannya pengin belajar di Timur Tengah," tutur Ustaz Abi Makki saat jumpa pers pada Kamis, 16 April 2026.
"Ataupun kalau dengan hafiz Quran bersanad, itu ada kebanggaan. Tapi setelah itu, mereka shock karena tindakan yang dilakukan," lanjutnya.