Perempuan di Balik Konservasi, Cerita Rahayu Oktaviani 17 Tahun Dedikasikan Diri untuk Owa Jawa

Bimo Aria Fundrika | Suara.com

Rabu, 22 April 2026 | 14:00 WIB
Perempuan di Balik Konservasi, Cerita Rahayu Oktaviani 17 Tahun Dedikasikan Diri untuk Owa Jawa
Potret Rahayu Oktaviani (instagram/roktaviani)

Suara.com - Bagi sebagian orang, suara hutan mungkin hanya terdengar sebagai kebisingan latar. Namun, bagi Rahayu Oktaviani, vokalisasi Owa Jawa justru menghadirkan ketenangan sekaligus rasa ingin tahu yang mendalam. Hal itu membawanya menekuni dunia konservasi.

Bahkan, kini, ia memimpin KIARA untuk memastikan kera kecil endemik tersebut tetap bertahan di alam liar. Data Yayasan Owa Jawa mencatat, populasi Owa Jawa saat ini diperkirakan hanya tersisa sekitar 2.000 hingga 4.000 individu.

Pilihan Tak Terduga, Awal Perjalanan di Konservasi Owa Jawa

Perjalanan Rahayu Oktaviani di dunia konservasi bermula dari sebuah “kecelakaan” riset saat ia menempuh studi di Institut Pertanian Bogor.

Tak banyak yang tahu, pilihannya masuk jurusan Konservasi Sumberdaya Hutan dan Ekowisata (KSHE) berangkat dari alasan sederhana: ia tidak bisa berenang saat SMA.

Saat itu, ia dihadapkan pada dua pilihan, yakni konservasi dan ilmu kelautan.

“Konservasi itu namanya keren,” ujarnya. Ia juga menilai bidang tersebut membuka peluang untuk berpetualang.

“Waktu muda, saya pikir konservasi itu tentang melindungi sesuatu,” tambahnya.

Seiring waktu, pemahamannya berkembang. Ia mulai menyadari bahwa konservasi bukan sekadar melindungi, melainkan menjaga keberlanjutan ekosistem.

Minatnya sempat tertuju pada orangutan. Namun keterbatasan dana membuatnya beralih meneliti Owa Jawa atas saran dosen. Pilihan itu menjadi titik balik.

Penelitian tentang Owa Jawa dimulainya pada 2008 saat menyusun skripsi di Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Selama hampir dua minggu, ia belum berhasil merekam suara owa. Hingga akhirnya, momen itu datang.

“Begitu saya mendengar suaranya, itu jadi salah satu suara paling indah yang saya dengar di alam. Dari situ saya mulai jatuh cinta,” kenangnya.

Sejak saat itu, ia mendalami Owa Jawa. Selama sekitar 17 tahun, ia mendedikasikan diri meneliti primata tersebut, hingga akhirnya turut mendirikan KIARA pada 2020.

“Sebenarnya tugas kita bukan cuma melestarikan Owa Jawa, tapi semua makhluk hidup, termasuk manusia. Karena manusia itu bagian dari ekosistem,” ujarnya.

Namun, di balik ketertarikan itu, ada tantangan lain yang tak kalah besar: bagaimana menyuarakan kepedulian tersebut di ruang konservasi yang masih didominasi laki-laki.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Aturan, Hal Ini Jadi Tantangan Terberat UU PPRT di Lapangan

Bukan Sekadar Aturan, Hal Ini Jadi Tantangan Terberat UU PPRT di Lapangan

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:41 WIB

Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia, Pertamina Perluas Akses Deteksi Dini Kanker Payudara

Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia, Pertamina Perluas Akses Deteksi Dini Kanker Payudara

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:11 WIB

Komnas Perempuan: UU PPRT Bongkar Akar Diskriminasi Kerja Domestik

Komnas Perempuan: UU PPRT Bongkar Akar Diskriminasi Kerja Domestik

News | Rabu, 22 April 2026 | 11:34 WIB

Terkini

4 Rekomendasi Loose Powder dengan UV Filter, Makeup Tahan Lama dan Kulit Terlindungi

4 Rekomendasi Loose Powder dengan UV Filter, Makeup Tahan Lama dan Kulit Terlindungi

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 16:39 WIB

Mengapa Memelihara Owa Jawa Bisa Merusak Regenerasi Hutan? Pakar Bilang Begini

Mengapa Memelihara Owa Jawa Bisa Merusak Regenerasi Hutan? Pakar Bilang Begini

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 16:30 WIB

Urutan Skincare Malam Viva Pro Age Advance Series untuk Atasi Tanda Penuaan

Urutan Skincare Malam Viva Pro Age Advance Series untuk Atasi Tanda Penuaan

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 16:01 WIB

7  Sabun Cuci Muka Mengandung Salicylic Acid untuk Basmi Jerawat, Mulai Rp20 Ribuan

7 Sabun Cuci Muka Mengandung Salicylic Acid untuk Basmi Jerawat, Mulai Rp20 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 15:05 WIB

Apa Merk Lipstik yang Tahan Lama dan Tidak Luntur saat Makan? Ini 6 Rekomendasi dan Harganya

Apa Merk Lipstik yang Tahan Lama dan Tidak Luntur saat Makan? Ini 6 Rekomendasi dan Harganya

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 14:43 WIB

Rekomendasi 5 Setting Spray Biar Bedak Awet dan Tahan Lama 12 Jam Lebih

Rekomendasi 5 Setting Spray Biar Bedak Awet dan Tahan Lama 12 Jam Lebih

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 14:37 WIB

Kenapa 22 April Diperingati Jadi Hari Bumi? Ini Sejarah Panjangnya

Kenapa 22 April Diperingati Jadi Hari Bumi? Ini Sejarah Panjangnya

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 14:27 WIB

8 Cara Cek PIP Lewat HP yang Mudah Anti Ribet

8 Cara Cek PIP Lewat HP yang Mudah Anti Ribet

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 14:23 WIB

Bolehkah Memakai Cushion dan Foundation Bersamaan?

Bolehkah Memakai Cushion dan Foundation Bersamaan?

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 14:14 WIB

3 Zodiak Paling Cuan Hari Ini: Gemini dan Cancer Dapat Rezeki Nomplok

3 Zodiak Paling Cuan Hari Ini: Gemini dan Cancer Dapat Rezeki Nomplok

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 14:09 WIB