Perempuan di Balik Konservasi, Cerita Rahayu Oktaviani 17 Tahun Dedikasikan Diri untuk Owa Jawa

Bimo Aria Fundrika

Rabu, 22 April 2026 | 14:00 WIB
Perempuan di Balik Konservasi, Cerita Rahayu Oktaviani 17 Tahun Dedikasikan Diri untuk Owa Jawa
Potret Rahayu Oktaviani (instagram/roktaviani)

Bersuara Dua Kali Lebih Lantang

Potret Rahayu Oktaviani dan Rekannya Jasmine Savitri (instagram/roktaviani)
Potret Rahayu Oktaviani dan Rekannya Jasmine Savitri (instagram/roktaviani)

Ketertarikan pada Owa Jawa membawanya masuk lebih jauh ke dunia konservasi. Namun, di dalamnya, ia juga menghadapi tantangan lain: ruang yang masih didominasi laki-laki.

Laporan International Union for Conservation of Nature (IUCN) menunjukkan bahwa kemajuan kesetaraan gender dalam pengambilan keputusan lingkungan masih berjalan lambat.

Meski demikian, Rahayu melihat perempuan memiliki peran penting.

“Sebagai perempuan, kita punya sensitivitas dan empati. Kita bisa merasakan apa yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, perempuan dapat menjadi jembatan antara upaya konservasi dan masyarakat lokal—faktor yang kerap menentukan keberhasilan di lapangan.

Namun, ia juga menekankan bahwa perempuan perlu bersuara lebih lantang.

“Di dunia kerja yang maskulin, kita harus bersuara dua kali lebih keras agar didengar,” katanya.

Sikap itu ia tunjukkan lewat konsistensinya menyuarakan pelestarian Owa Jawa. Ia juga menilai kehadiran role model dan dukungan sesama perempuan penting untuk memperkuat posisi perempuan di sektor ini.

Membangun Kendaraan Untuk Masa Depan

Potret Kegiatan Pendidikan Konservasi yang Dilakukan Oleh KIARA (Google/kiara-indonesia.org)
Potret Kegiatan Pendidikan Konservasi yang Dilakukan Oleh KIARA (Google/kiara-indonesia.org)

Berangkat dari kecintaannya terhadap Owa Jawa, Rahayu mendirikan KIARA sebagai ruang belajar bagi generasi muda.

baca juga

Melalui yayasan ini, ia ingin mendorong lahirnya konservasionis dan peneliti satwa liar dari Indonesia.

“Agar melalui anak-anak muda, Indonesia semakin dikenal sebagai negara dengan keanekaragaman hayati yang tinggi,” ujarnya.

Atas dedikasinya, ia menerima Whitley Award dari Whitley Fund for Nature. Penghargaan ini diberikan kepada konservasionis di negara dengan keanekaragaman hayati tinggi yang melakukan aksi nyata di lapangan.

Selain itu, ia juga pernah meraih Women in Conservation Award 2023 dari Denver Zoo, serta sejumlah penghargaan internasional lainnya di bidang konservasi.

Di tengah ancaman terhadap habitat dan populasi satwa, perjalanan Rahayu menunjukkan bahwa konservasi tidak selalu dimulai dari rencana besar.

Kadang, ia berawal dari kebetulan—dan keputusan untuk tetap bertahan.

Dan dalam proses itu, suara hutan yang semula dianggap latar, menjadi sesuatu yang diperjuangkan.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bukan Sekadar Aturan, Hal Ini Jadi Tantangan Terberat UU PPRT di Lapangan

Bukan Sekadar Aturan, Hal Ini Jadi Tantangan Terberat UU PPRT di Lapangan

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:41 WIB

Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia, Pertamina Perluas Akses Deteksi Dini Kanker Payudara

Peduli Kesehatan Perempuan Indonesia, Pertamina Perluas Akses Deteksi Dini Kanker Payudara

News | Rabu, 22 April 2026 | 12:11 WIB

Komnas Perempuan: UU PPRT Bongkar Akar Diskriminasi Kerja Domestik

Komnas Perempuan: UU PPRT Bongkar Akar Diskriminasi Kerja Domestik

News | Rabu, 22 April 2026 | 11:34 WIB

Terkini

Rumah Dosen di Klungkung Dibobol, 12 Sertifikat Tanah Raib Dicuri

Rumah Dosen di Klungkung Dibobol, 12 Sertifikat Tanah Raib Dicuri

Bali | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:41 WIB

Pegawai Bank di Jember Bakar Kantor demi Tutupi Korupsi Rp3 Miliar

Pegawai Bank di Jember Bakar Kantor demi Tutupi Korupsi Rp3 Miliar

Jatim | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:37 WIB

QRIS Indonesia Makin Mendunia, BI Kebut Kerja Sama Pembayaran dengan Arab Saudi dan Hong Kong

QRIS Indonesia Makin Mendunia, BI Kebut Kerja Sama Pembayaran dengan Arab Saudi dan Hong Kong

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:35 WIB

Cak Imin Pastikan Prabowo Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB Malam Ini: Pasti Berpidato!

Cak Imin Pastikan Prabowo Hadiri Puncak Harlah ke-28 PKB Malam Ini: Pasti Berpidato!

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:34 WIB

Mesin Mobil Bergetar Saat RPM Rendah? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya

Mesin Mobil Bergetar Saat RPM Rendah? Jangan Panik, Ini Penyebab dan Solusi Praktisnya

Otomotif | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen, Jadi Fondasi Regulasi AI Nasional

Pemerintah Siapkan Otoritas Pelindungan Data Pribadi Independen, Jadi Fondasi Regulasi AI Nasional

Tekno | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:30 WIB

Petaka di Ujung Tol Kalianda: Perjalanan Pikap Berakhir Duka, 2 Orang Tewas

Petaka di Ujung Tol Kalianda: Perjalanan Pikap Berakhir Duka, 2 Orang Tewas

Lampung | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:29 WIB

Cabai Makin Murah, Tapi Daging Sapi dan Telur Ayam Terus Naik, Ini Update Harga Pangan

Cabai Makin Murah, Tapi Daging Sapi dan Telur Ayam Terus Naik, Ini Update Harga Pangan

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:27 WIB

Ensiklopedia Digital Open Source Berbasis MediaWiki Siap Perkuat Dokumentasi Pengetahuan Indonesia

Ensiklopedia Digital Open Source Berbasis MediaWiki Siap Perkuat Dokumentasi Pengetahuan Indonesia

Tekno | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:25 WIB

Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan

Kebijakan Tahan BI Rate 5,75 persen Disebut Bisa Dorong Penyaluran Kredit Perbankan

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 08:20 WIB

×