Bekas Jerawat Tak Kunjung Hilang? Kenali Pendekatan 3 Modes Lasers Treatment ala FTP Clinic

Vania Rossa

Rabu, 22 April 2026 | 19:40 WIB
Bekas Jerawat Tak Kunjung Hilang? Kenali Pendekatan 3 Modes Lasers Treatment ala FTP Clinic
Ilustrasi Lasers Treatment untuk menangani bekas jerawat. (dok. FTP Clinic)
baca 10 detik
  • Jerawat mungkin bisa reda dalam hitungan hari atau minggu, tetapi bekasnya sering bertahan jauh lebih lama.
  • Tidak sedikit yang langsung mencoba berbagai treatment tanpa diagnosis yang jelas, atau justru melakukan perawatan terlalu agresif.
  • Alih-alih membaik, kondisi kulit bisa semakin sensitif, skin barrier terganggu, bahkan memicu masalah baru.

Suara.com - Jerawat mungkin bisa reda dalam hitungan hari atau minggu, tetapi bekasnya sering bertahan jauh lebih lama. Mulai dari noda kemerahan, kehitaman, hingga tekstur kulit yang tidak rata, fase pasca-jerawat justru menjadi tantangan yang lebih kompleks bagi banyak orang.

Masalahnya, bekas jerawat bukan satu kondisi tunggal. Ada yang berupa kemerahan (post-inflammatory erythema/PIE), hiperpigmentasi (PIH), hingga jaringan parut atau bopeng (scar atrofi). Masing-masing membutuhkan pendekatan berbeda, sehingga tidak bisa ditangani hanya dengan satu jenis perawatan atau skincare biasa.

Di sinilah banyak orang keliru. Tidak sedikit yang langsung mencoba berbagai treatment tanpa diagnosis yang jelas, atau justru melakukan perawatan terlalu agresif. Alih-alih membaik, kondisi kulit bisa semakin sensitif, skin barrier terganggu, bahkan memicu masalah baru.

Pendekatan yang lebih tepat sebenarnya dimulai dari pemahaman bahwa jerawat dan bekasnya adalah proses yang saling berkaitan. Ketika jerawat aktif belum sepenuhnya terkontrol, fokus pada penghilangan bekas justru kurang efektif. Peradangan yang terus terjadi bisa memperpanjang proses pemulihan dan meningkatkan risiko munculnya bekas baru.

Karena itu, banyak praktisi kini menekankan pentingnya pendekatan bertahap. Tahap awal difokuskan pada mengontrol jerawat aktif dan menenangkan inflamasi, yang bisa melibatkan kombinasi obat dokter, chemical peeling, hingga terapi berbasis cahaya (phototherapy). Setelah kondisi kulit lebih stabil, barulah treatment untuk bekas jerawat dilakukan.

Dalam tahap lanjutan ini, teknologi laser mulai banyak digunakan karena mampu menargetkan masalah kulit secara lebih spesifik. Laser tertentu dapat membantu mengurangi kemerahan, memudarkan pigmentasi, sekaligus merangsang produksi kolagen untuk memperbaiki tekstur kulit dalam jangka panjang.

Namun, penggunaan laser pun tidak bisa disamaratakan. Faktor seperti jenis bekas jerawat, kedalaman pigmentasi, sensitivitas kulit, hingga kondisi skin barrier harus diperhitungkan secara cermat. Tanpa evaluasi yang tepat, hasil treatment bisa kurang optimal atau justru menimbulkan iritasi.

Pendekatan berbasis diagnosis inilah yang kemudian diadopsi oleh sejumlah klinik estetika, termasuk FTP Clinic di Tangerang. Klinik ini memperkenalkan protokol 3 Modes Lasers Treatment, yang mengombinasikan beberapa teknologi laser dalam satu rangkaian untuk menangani berbagai jenis bekas jerawat secara lebih menyeluruh.

Menurut dr. Charlene Janice dari FTP Clinic, setiap pasien memiliki kondisi kulit yang berbeda sehingga tidak bisa diperlakukan dengan pendekatan yang sama.

baca juga

“Bekas jerawat itu bukan satu kondisi yang bisa disamakan pada semua orang. Setiap pasien bisa punya kombinasi masalah yang berbeda, jadi pendekatannya juga harus dipersonalisasi,” ujarnya.

Salah satu teknologi yang digunakan dalam protokol tersebut adalah Derma V Laser, yang dirancang untuk menargetkan kemerahan dan pigmentasi dengan lebih presisi. Selain itu, pendekatan multi-mode memungkinkan dokter menyesuaikan kombinasi treatment sesuai kebutuhan kulit, tidak sekadar mengandalkan satu metode.

Yang juga ditekankan adalah urutan atau sequencing treatment. Tidak semua kulit bisa langsung menjalani laser, terutama jika masih terdapat jerawat aktif atau skin barrier belum pulih. Dalam kondisi seperti ini, perawatan pendukung akan dilakukan terlebih dahulu sebelum masuk ke tahap yang lebih intensif.

Pendekatan seperti ini menunjukkan bahwa mengatasi jerawat tidak cukup hanya fokus pada satu fase. Dari jerawat aktif hingga bekasnya, dibutuhkan strategi yang terukur, personal, dan tidak terburu-buru.

Pada akhirnya, kunci dari kulit yang benar-benar pulih bukan hanya soal teknologi yang digunakan, tetapi bagaimana setiap langkah perawatan disesuaikan dengan kondisi kulit—dan dijalankan dengan timing yang tepat.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

7  Sabun Cuci Muka Mengandung Salicylic Acid untuk Basmi Jerawat, Mulai Rp20 Ribuan

7 Sabun Cuci Muka Mengandung Salicylic Acid untuk Basmi Jerawat, Mulai Rp20 Ribuan

Lifestyle | Rabu, 22 April 2026 | 15:05 WIB

Wajah Bebas Kilap: 5 Ampoule Tea Tree Korea untuk Kulit Berminyak & Jerawat

Wajah Bebas Kilap: 5 Ampoule Tea Tree Korea untuk Kulit Berminyak & Jerawat

Your Say | Sabtu, 18 April 2026 | 15:45 WIB

5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Remaja, Wajah Bersih Bebas Jerawat

5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Remaja, Wajah Bersih Bebas Jerawat

Lifestyle | Minggu, 12 April 2026 | 13:17 WIB

Terkini

Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!

Juminten Edan: Suguhkan Kisah Duka dan Trauma dalam Balutan Misteri Gaib!

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:30 WIB

Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard

Diancam Pecat! Satpam Fiktor Dipaksa Sujud dan Kayuh Sepeda Terbalik oleh Penumpang Alphard

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:27 WIB

Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani

Sinopsis Welcome to the Jungle, Film Terbaru Akshay Kumar dan Disha Patani

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:25 WIB

Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat

Bukan Sekadar Tipis, Ini 3 Inovasi Kunci Galaxy Z Fold8 Ultra yang Menetapkan Standar Baru HP Lipat

Tekno | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:17 WIB

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

Iran Ogah Gencatan Senjata dengan Amerika Kalau yang Ngomong 'Orang Ketiga' Ini

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:16 WIB

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Universitas Republik Indonesia dan Ironi Kesejahteraan Tenaga Pendidik

Your Say | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:15 WIB

Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas

Menggantung Nyawa di Wadah Ikan: Kisah Nelayan Situbondo Terombang-ambing 48 Jam di Laut Lepas

Jatim | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:10 WIB

Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100

Seperti Biasa Investor Ambil Cuan di Akhir Pekan, IHSG Berakhir Ambruk ke 6.100

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?

Kajati Sumsel Berganti, Siapa yang Kini Memimpin Kejati Usai Ketut Sumedana ke BGN?

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup

Jangan Bandel! SPPG Makan Bergizi Gratis yang Tak Sesuai Standar Siap-siap Ditutup

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 17:09 WIB

×