Suara.com - Ibadah haji bukan hanya soal kesiapan fisik dan spiritual, tetapi juga kepatuhan terhadap regulasi yang ditetapkan pemerintah Arab Saudi. Dalam beberapa tahun terakhir, istilah “tasrih” semakin sering dibicarakan, terutama menjelang musim haji.
Banyak calon jemaah yang belum memahami pentingnya dokumen ini, padahal konsekuensinya tidak main-main.
Tanpa tasrih, seseorang bisa ditolak masuk ke Makkah bahkan dikenai denda yang nilainya sangat besar. Oleh karena itu, memahami apa itu tasrih dan bagaimana cara mendapatkannya menjadi hal krusial agar ibadah berjalan lancar dan aman.
Apa Itu Tasrih Haji?
Tasrih (atau tasreh/tasreeh) adalah izin resmi yang dikeluarkan oleh pemerintah Arab Saudi bagi seseorang untuk memasuki kota suci Makkah atau area tertentu selama musim haji.
Kebijakan ini diperketat sejak musim haji 1446H/2025 sebagai bagian dari sistem pengendalian jemaah. Setiap orang, baik jemaah haji, pekerja, maupun penduduk lokal—wajib memiliki tasrih jika ingin memasuki Makkah selama periode haji.
Tanpa dokumen ini, aparat keamanan akan langsung menolak akses di pos pemeriksaan. Bahkan kendaraan yang tidak memiliki izin juga akan diputar balik.
Mengapa Tasrih Sangat Penting?
Penerapan tasrih bukan tanpa alasan. Pemerintah Arab Saudi memberlakukan sistem ini untuk:
- Mengendalikan jumlah jemaah agar tidak terjadi overkapasitas
- Menjaga keamanan selama pelaksanaan ibadah
- Mengatur arus masuk ke Makkah secara tertib
- Mencegah praktik haji ilegal
Dengan jumlah jemaah haji yang mencapai jutaan setiap tahun, pengaturan berbasis izin seperti tasrih menjadi solusi untuk menghindari kepadatan ekstrem yang berpotensi membahayakan keselamatan.
Risiko Tidak Memiliki Tasrih
Banyak kasus jemaah nekat berangkat tanpa prosedur resmi. Padahal, risikonya sangat besar, antara lain:
- Ditolak masuk ke Makkah di checkpoint resmi
- Dideportasi oleh otoritas Saudi
- Dikenai denda dalam jumlah besar (bahkan bisa mencapai ratusan juta rupiah jika dikonversi dari riyal Saudi)
- Dilarang masuk Arab Saudi dalam jangka waktu tertentu
Kebijakan ini ditegakkan secara ketat, terutama sejak digitalisasi sistem perizinan melalui platform resmi pemerintah Saudi.
Cara Mendapatkan Tasrih Haji
Untuk mendapatkan tasrih, prosesnya tidak bisa dilakukan secara sembarangan. Berikut langkah dan mekanisme yang perlu diketahui:
1. Terdaftar sebagai Jemaah Resmi
Tasrih hanya diberikan kepada jemaah yang terdaftar melalui jalur resmi, baik haji reguler maupun haji khusus. Ini berarti calon jemaah harus terdaftar di sistem pemerintah Indonesia dan Arab Saudi.
2. Diproses oleh Penyelenggara Haji
Penerbitan tasrih umumnya dilakukan oleh penyelenggara haji (pemerintah atau PIHK). Jemaah tidak perlu mengurus secara mandiri karena data sudah terintegrasi.
3. Melalui Sistem Digital Resmi
Arab Saudi menggunakan platform digital seperti:
- Absher
- Muqeem
- Platform tasreeh terintegrasi
Platform ini digunakan untuk menerbitkan dan memverifikasi izin masuk ke Makkah secara elektronik.
4. Memiliki Dokumen Pendukung
Beberapa syarat umum meliputi:
- Identitas resmi
- Visa haji yang valid
- Data terdaftar dalam sistem haji
- Tidak masuk daftar pelanggaran
5. Menunggu Persetujuan Otoritas
Setelah semua data diverifikasi, tasrih akan diterbitkan secara digital dan dapat dicek melalui aplikasi resmi.
Perbedaan Tasrih untuk Haji dan Raudhah
Istilah tasrih tidak hanya digunakan untuk masuk Makkah, tetapi juga untuk akses ke area tertentu seperti Raudhah di Masjid Nabawi. Untuk Raudhah, tasrih berfungsi sebagai:
- Pengatur jadwal kunjungan
- Pembatas jumlah jemaah
- Sistem antrean digital
Tasrih ini biasanya diatur oleh petugas haji dan hanya berlaku sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Tips Agar Tidak Bermasalah dengan Tasrih
Agar ibadah haji berjalan lancar tanpa kendala administratif, berikut beberapa tips penting:
- Pastikan berangkat melalui jalur resmi
- Jangan tergiur tawaran haji ilegal atau non-kuota
- Selalu cek kelengkapan dokumen sebelum berangkat
- Ikuti arahan petugas haji selama di Tanah Suci
- Simpan bukti izin dalam bentuk digital maupun fisik
Kepatuhan terhadap aturan ini bukan hanya soal administrasi, tetapi juga bagian dari menjaga keselamatan diri dan jemaah lain.
Memahami dan mematuhi aturan tasrih bukan hanya menghindarkan dari sanksi, tetapi juga menjadi bagian dari kesempurnaan dalam menjalankan ibadah haji dengan tertib dan khusyuk.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama