-
Kasus dugaan kekerasan anak di Daycare Little Aresha viral di media sosial.
-
Penelusuran menunjukkan Daycare Little Aresha tidak terdaftar di dinas terkait.
-
Orang tua wajib memverifikasi izin resmi dan NIB melalui sistem OSS.
Suara.com - Publik Yogyakarta tengah digegerkan oleh dugaan kasus kekerasan anak yang terjadi di daycare Little Aresha, Sorosutan, Umbulharjo.
Kasus ini mencuat setelah unggahan mengenai dugaan kekerasan anak di daycare Little Aresha di platform Threads viral pada Jumat (24/4/2026) dan memicu kemarahan warganet.
Mirisnya berdasarkan penelusuran terbaru per April 2026, daycare yang berlokasi di kawasan Sorosutan ini dilaporkan tidak terdaftar di Dinas Pendidikan maupun Dinas Sosial setempat.
Hal ini tentu menjadi alarm keras bagi para orang tua untuk tidak asal pilih tempat penitipan anak.
Lantas, bagaimana cara memastikan sebuah daycare memiliki izin resmi dan aman untuk buah hati?

1. Verifikasi Izin Melalui Sistem OSS dan NIB
Langkah pertama yang paling mendasar adalah memeriksa Nomor Induk Berusaha (NIB).
Setiap lembaga daycare atau Tempat Penitipan Anak (TPA) wajib memiliki NIB yang diterbitkan melalui sistem Online Single Submission (OSS).
Jangan ragu untuk meminta salinan dokumen izin usaha ini kepada pengelola. Jika mereka berbelit-belit, Anda patut waspada.
2. Pastikan Ada Rekomendasi dari Dinas Pendidikan
Daycare bukan sekadar tempat menitip anak, melainkan juga bagian dari satuan pendidikan non-formal.
Oleh karena itu, sebuah daycare wajib mengantongi rekomendasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota setempat.
Izin ini menjadi bukti bahwa lembaga tersebut telah memenuhi standar kelayakan sarana dan prasarana untuk beroperasi sebagai satuan pendidikan.
3. Cek Status Izin Operasional: TPA atau Hanya Rumah Tinggal?
Banyak orang tua terkecoh dengan tampilan bangunan yang bagus.
Pastikan izin operasional yang dimiliki memang diperuntukkan sebagai "Tempat Penitipan Anak (TPA)" atau "Penitipan Anak", bukan sekadar izin rumah tinggal atau izin Kelompok Bermain (PAUD/TK) biasa.
Legalitas ini harus selaras dengan aktivitas pengasuhan yang dilakukan di dalamnya.
4. Terdaftar di Kemendikbudristek dan Terakreditasi
Daycare yang kredibel biasanya terdaftar secara resmi di bawah pengawasan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek).
Selain itu, periksa status akreditasinya. Daycare yang sudah terakreditasi memiliki standar pelayanan yang lebih terjamin karena telah melalui proses audit kualitas secara berkala.
5. Sertifikasi Pengasuh
Izin bangunan saja tidak cukup. Pastikan para pengasuh (nanny) di daycare tersebut memiliki sertifikasi resmi.
Pengasuh yang terlatih tahu cara menangani anak dengan tepat, memahami prosedur keamanan, kebersihan, hingga penanganan situasi darurat.
6. Transparansi CCTV dan Budaya Sidak
Berkaca dari kasus Little Aresha yang viral setelah ulasannya di Google Maps menghilang, transparansi adalah kunci.
Pilih daycare yang menyediakan akses CCTV bagi orang tua secara real-time.
Selain itu, sesekali lakukan kunjungan mendadak atau sidak ke lokasi.
Perhatikan kondisi lapangan secara langsung, apakah sesuai dengan janji manis yang diberikan saat pendaftaran atau justru mencurigakan.
Mengapa Izin Resmi Sangat Penting?
Bukan sekadar urusan administrasi, izin resmi adalah jaminan hukum.
Dengan izin yang lengkap, daycare wajib memenuhi standar keamanan, gizi makanan, hingga pengawasan ketat.
Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, orang tua memiliki dasar hukum yang kuat untuk menuntut keadilan.
Jangan biarkan kesibukan membuat kita abai terhadap keselamatan anak. Pastikan rumah kedua mereka benar-benar tempat yang aman, bukan justru tempat yang membahayakan masa depan mereka.