- MoreFood Expo 2026 akan digelar pada 7–10 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran untuk menampilkan inovasi industri kuliner global.
- Acara ini menghadirkan 1.200 exhibitor lokal dan internasional guna menghubungkan pelaku bisnis dengan berbagai tren serta bahan baku.
- Kegiatan ini ditargetkan menarik 30.000 pengunjung melalui pengalaman langsung seperti demo memasak, workshop, dan peluncuran produk kuliner terbaru.
Suara.com - Di tengah perubahan selera konsumen dan derasnya arus tren global, industri makanan dan minuman (F&B) kini tak lagi sekadar soal rasa. Ia berkembang menjadi ruang eksplorasi, memadukan inovasi, keberagaman bahan, hingga pengalaman kuliner yang semakin personal.
Dari kemunculan menu fusion, bahan alternatif berbasis nabati, hingga eksplorasi cita rasa lintas negara, lanskap kuliner terus bergerak dinamis mengikuti zaman. Perubahan ini tak lepas dari dinamika rantai pasok global yang ikut memengaruhi apa yang akhirnya tersaji di meja makan.
Ketersediaan bahan baku, kemasan, hingga teknologi pengolahan menjadi faktor penting yang membentuk tren kuliner hari ini. Di sinilah peran berbagai platform industri menjadi relevan, salah satunya melalui ajang seperti MoreFood Expo 2026.
Akan digelar pada 7–10 Mei 2026 di JIExpo Kemayoran, MoreFood Expo 2026 menghadirkan pengalaman kuliner yang tak hanya bisa dilihat, tetapi juga dirasakan langsung.
Dengan lebih dari 1.200 exhibitor lokal dan internasional, pengunjung diajak menjelajahi ragam produk makanan, bahan baku, hingga inovasi yang membentuk wajah kuliner masa kini.
Berbeda dari pameran pada umumnya, MoreFood Expo dirancang sebagai ruang eksplorasi yang menghubungkan tren global dengan pengalaman langsung.
Pengunjung dapat mencicipi produk baru, menyaksikan demo memasak secara langsung, hingga mengikuti workshop yang membuka wawasan tentang perkembangan dunia kuliner.
Carrie Wang, General Manager Huamo Group, menegaskan bahwa pengalaman menjadi kunci utama dalam penyelenggaraan ini.
“Kami ingin MoreFood Expo benar-benar memberi nilai nyata bagi pelaku industri F&B di Indonesia. Di sini, mereka bisa langsung bertemu supplier lokal dan internasional berkualitas dan terkurasi, melihat lebih banyak pilihan, membandingkan secara langsung, dan menemukan opsi yang lebih kompetitif agar bisnisnya tetap berjalan di tengah dinamika pasar saat ini,” ujarnya.
Namun lebih dari itu, bagi pecinta kuliner, ajang ini menjadi kesempatan untuk melihat bagaimana sebuah tren terbentuk, dari bahan mentah hingga menjadi sajian.
Live cooking demo, peluncuran produk terbaru, hingga area inspirasi menjadi daya tarik tersendiri yang menghadirkan perspektif baru tentang makanan.
Tren kuliner saat ini memang semakin mengarah pada eksplorasi lintas budaya. Hidangan tak lagi terikat pada satu identitas, melainkan menjadi hasil pertemuan berbagai pengaruh global.
Hal ini juga didorong oleh semakin terbukanya akses terhadap bahan dan produk dari berbagai negara, yang kini lebih mudah dijangkau oleh pelaku industri maupun kreator kuliner.
Royanto Handaya, Presiden Direktur Panorama Media, melihat fenomena ini sebagai bagian dari perubahan yang tak terhindarkan.
“Perubahan dalam rantai pasok global mendorong pelaku industri untuk berpikir lebih terbuka dan adaptif. Bersama Huamo Expo, kami melihat MoreFood Expo hadir di waktu yang sangat tepat sebagai upaya untuk menjawab kebutuhan tersebut, sehingga pelaku industri di Indonesia dapat tetap menjalankan bisnisnya dengan lebih stabil di tengah dinamika yang terjadi,” jelasnya.