- Pasangan El Rumi dan Syifa Hadju melangsungkan prosesi pernikahan pada 26 April 2026.
- Dalam rangkaian adat Jawa, Syifa Hadju menjalani ritual Dulang Pungkasan yaitu prosesi suapan terakhir dari orangtua kepada anaknya.
- Ritual ini secara simbolis menandai berakhirnya tanggung jawab nafkah orangtua serta bentuk doa restu menuju jenjang pernikahan.
Suara.com - Pasangan selebriti El Rumi dan Syifa Hadju menggelar prosesi pernikahan mewah di sebuah hotel berbintang di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Minggu (26/4/2026).
Namun sehari sebelum momen ijab kabul yang sakral itu dilaksanakan, rangkaian prosesi adat Jawa yang dijalani keduanya telah lebih dulu mencuri perhatian netizen.
Salah satu momen yang paling menguras air mata adalah prosesi siraman Syifa Hadju. Di tengah suasana khusyuk, terselip sebuah ritual sarat makna yang disebut sebagai Dulang Pungkasan.
Apa sebenarnya makna di balik Dulang Pungkasan dalam adat Jawa? Mengapa ritual ini dianggap sebagai salah satu bagian paling sakral dalam menuju jenjang pernikahan? Berikut ulasan lengkapnya.
Apa Itu Dulang Pungkasan?
Secara etimologi, Dulang berarti menyuapi, dan Pungkasan berarti terakhir. Dulang Pungkasan adalah momen di mana orangtua menyuapi calon mempelai untuk terakhir kalinya sebelum sang anak memulai hidup baru sebagai seorang istri atau suami.
Biasanya, makanan yang disuapkan terdiri dari nasi tumpeng dengan aneka lauk pauk. Ritual ini dilakukan setelah prosesi siraman selesai dan setelah calon mempelai berganti busana.
Bukan sekadar formalitas adat, momen ini menjadi simbol pelepasan yang penuh dengan restu.

Filosofi Tanggung Jawab dan Kasih Sayang
Prosesi Dulang Pungkasan memiliki kedalaman filosofi yang luar biasa. Berikut adalah beberapa makna yang terkandung di dalamnya:
1. Simbol Berakhirnya Tanggung Jawab Nafkah
Sejak lahir hingga dewasa, orangtua memiliki kewajiban untuk memberikan nafkah, termasuk memberi makan.
Melalui suapan terakhir ini, orangtua secara simbolis menyatakan bahwa tugas mereka dalam memberikan nafkah lahiriah kepada sang anak telah usai.
Setelah menikah, tanggung jawab ini akan berpindah tangan kepada sang suami.
2. Manifestasi Kasih Sayang Sepanjang Masa
Meskipun disebut sebagai "suapan terakhir", ritual ini justru menegaskan bahwa kasih sayang orangtua tidak akan pernah berakhir.
Suapan tersebut dilakukan dengan penuh kelembutan, menggambarkan betapa berat namun ikhlasnya hati orangtua melepas buah hati mereka untuk membangun rumah tangga sendiri.