Tersesat di Jagakarsa, Menemukan GUDRND: Cerita di Balik Sampah yang Menjelma Jadi Karya

Bimo Aria Fundrika

Selasa, 28 April 2026 | 12:35 WIB
Tersesat di Jagakarsa, Menemukan GUDRND: Cerita di Balik Sampah yang Menjelma Jadi Karya
Tersesat di Jagakarsa, Menemukan GUDRND: Cerita di Balik Sampah yang Disulap Jadi Seni. (Dok. Istimewa)

Ia menegaskan, sejak awal mereka memang bukan datang sebagai ahli. “Kita tuh dari awal sering nyoba-nyoba aja. Kita bukan ahli kimia, cuma teman-teman seniman yang belajar bareng,” tambahnya.

GUDRND sendiri digagas oleh enam orang: Moch Hasrul, Untung Sugiyarto, MG Pringgotono, Muhammad Aldino, Kautsar, dan Sultan.

Awalnya bermula di masa pandemi Covid-19, saat ekosistem GUDSKUL memproduksi face shield untuk membantu tenaga kesehatan. Namun di balik produksi itu, ada limbah yang terus menumpuk.

Alih-alih dibuang, limbah itu justru memantik rasa penasaran mereka.

“Akhirnya kita coba macam-macam—direbus, dibakar. Sampai ketemu cara yang paling pas, di-oven. Dari situ, limbah 3D print itu kita olah jadi berbagai produk,” jelasnya.

Dari proses coba-coba itulah, lahir berbagai barang baru—mulai dari kacamata, gantungan kunci, hingga pot tanaman. Sesuatu yang sebelumnya dianggap sisa, perlahan berubah jadi karya.

Dari Limbah Jalanan Jadi Produk Bernilai

Potret Tas dari Limbah Banner yang Diproduksi oleh GUDRND (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)
Potret Tas dari Limbah Banner yang Diproduksi oleh GUDRND (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

Keresahan mereka kemudian bergeser ke ruang publik, terutama ketika melihat ribuan APK yang memenuhi sudut kota setiap musim pemilu. 

“Setelah ini larinya kemana ya? Setelah dipasang gitu. Jadi bakal kemana ya si banner itu?,” ungkap Aldino. 

Aldino dan kawan-kawan merasa perlu ada yang bertanggung jawab atas limbah APK tersebut. Pertanyaan tersebut mendorong mereka untuk mulai mengambil APK yang terjatuh di jalanan.

Langkah ini dipilh agar tidak menimbulkan konflik dengan pihak tertentu. Saat ini,GUDRND mengolah berbagai jenis limbah, seperti kantong plastik, tutup botol, dan APK. Lalu, mereka juga terus berinovasi dengan melakukan riset terhadap beberapa bahan lain. 

“Bocoran sedikit, saat ini kita lagi mencoba mengolah limbah saset,” ungkap Aldino.

Meluas Lewat Kolaborasi dan Pemberdayaan

Potret Poster Operasi Plastik di Lombok Utara (Instagram/@_gudrnd)
Potret Poster Operasi Plastik di Lombok Utara (Instagram/@_gudrnd)

Perjalanan GUDRND tidak hanya berhenti dalam workshop mereka saja. Keterbukaan mereka menjadi kunci mengapa banyak pihak bisa tertarik untuk berkolaborasi. Salah satu kolaborasi yang paling menarik adalah dalam Pekan Kebudayaan Nasional 2023 di Lombok bersama Komunitas Pasir Putih dan Kemendikbud.

“Kita ke sana kalau programnya di GUDRND, kita kebanyakan pemberdayaan masyarakat. Jadi kita bikin workshop di desa-desa habis itu kita kolaborasi untuk pengkaryaannya,” jawabnya. 

Dalam acara tersebut, mereka juga berkolaborasi dengan grup musik tradisional di Lombok. 

“Konsennya kita gabungin kita mengolah limbah plastik itu jadi alat musik kayak gitar, bas, kostumnya sampe visual-nya, dan konsep tata panggungnya, itu semuanya dari Sampah,” timpalnya. 

Selain itu, mereka juga berkolaborasi dengan World Wide Fund for Nature (WWF) selama kurang lebih 10 bulan dalam pengelolaan limbah. Tidak hanya itu, GUDRND juga bekerja sama dengan  festival-festival atau acara besar salah satunya adalah Synchronize Festival.

Lebih dari Sekadar Produksi

Portret Proses Produksi di GUDRND (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)
Portret Proses Produksi di GUDRND (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

Meski karyanya sudah melanglang buana, GUDRND masih bergulat dengan tantangan yang sangat mendasar: produksi. Hingga kini, mereka mengandalkan mesin rakitan sendiri dengan kapasitas yang terbatas.

“Sehari itu paling cuma bisa jadi satu, dua, tiga produk,” ujar Aldino.

Karena itu, punya mesin yang lebih memadai bukan sekadar soal meningkatkan jumlah produksi. Bagi mereka, ini tentang memperluas dampak, tentang seberapa banyak limbah plastik yang bisa diserap dan diselamatkan dari tumpukan.

Obrolan kami pun perlahan berakhir, di bawah langit sore yang mulai teduh. Di momen itu, saya menyadari bahwa apa yang dilakukan Aldino dan kawan-kawan lebih dari sekadar membuat produk. Mereka mengingatkan bahwa setiap dari kita punya tanggung jawab atas limbah yang kita hasilkan, dan bahwa selalu ada kemungkinan untuk mengubahnya menjadi sesuatu yang bernilai.

Lewat GUDRND, ajakan itu terasa dekat dan nyata. Siapa pun bisa ikut berkontribusi, bahkan dari hal sederhana: tidak langsung membuang. Limbah banner dari acara, sisa bahan, atau plastik yang menumpuk, di tangan yang tepat, semuanya masih bisa punya kehidupan kedua.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja

Celios Dukung Pemerintah Beri Insentif Fiskal Berbasis Penyerapan Tenaga Kerja

Bisnis | Jum'at, 24 April 2026 | 20:22 WIB

Kebakaran Sampah 2 Hari di Kelapa Gading, DLH DKI Ungkap Dugaan Pemicunya

Kebakaran Sampah 2 Hari di Kelapa Gading, DLH DKI Ungkap Dugaan Pemicunya

News | Jum'at, 24 April 2026 | 18:37 WIB

Dua Hari Berturut, Langit Kelapa Gading Tercemar Asap Kebakaran Sampah

Dua Hari Berturut, Langit Kelapa Gading Tercemar Asap Kebakaran Sampah

News | Jum'at, 24 April 2026 | 16:36 WIB

Terkini

Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna

Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:35 WIB

Cara Nonton Piala Dunia 2026 di TVRI Nasional dan TVRI Sport

Cara Nonton Piala Dunia 2026 di TVRI Nasional dan TVRI Sport

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:15 WIB

3 Zodiak Raih Kesuksesan Finansial Selama 15-21 Juni 2026, Siap Banjir Rezeki?

3 Zodiak Raih Kesuksesan Finansial Selama 15-21 Juni 2026, Siap Banjir Rezeki?

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:10 WIB

Bukan Cuma Putih, Ini 5 Warna Kamar Mandi yang Bawa Rezeki dan Energi Positif Versi Feng Shui

Bukan Cuma Putih, Ini 5 Warna Kamar Mandi yang Bawa Rezeki dan Energi Positif Versi Feng Shui

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:35 WIB

Kenapa Mahasiswa Demo 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Bundaran HI?

Kenapa Mahasiswa Demo 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Bundaran HI?

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 08:12 WIB

Bebas dari Masa Sulit, 4 Zodiak Ini Diprediksi Jalani Hari Mulus pada 13 Juni 2026

Bebas dari Masa Sulit, 4 Zodiak Ini Diprediksi Jalani Hari Mulus pada 13 Juni 2026

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 07:20 WIB

Terpopuler: Top 5 Sepatu Recovery Run Lokal, Cara Nonton Piala Dunia 2026 lewat MAXStream TV

Terpopuler: Top 5 Sepatu Recovery Run Lokal, Cara Nonton Piala Dunia 2026 lewat MAXStream TV

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:50 WIB

5 Shio Paling Beruntung 13 Juni 2026: Panen Rezeki dan Peluang Emas di Akhir Pekan

5 Shio Paling Beruntung 13 Juni 2026: Panen Rezeki dan Peluang Emas di Akhir Pekan

Lifestyle | Sabtu, 13 Juni 2026 | 06:32 WIB

Bukan Sekadar Teknologi, AI Ternyata Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia

Bukan Sekadar Teknologi, AI Ternyata Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:33 WIB

Banyak Inovasi Mahasiswa Mandek di Kampus, Ini Caranya Supaya Bisa Jadi Bisnis

Banyak Inovasi Mahasiswa Mandek di Kampus, Ini Caranya Supaya Bisa Jadi Bisnis

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 20:49 WIB