Trik Manipulasi Diyah Kusumastuti untuk Jerat Orang Tua Titipkan Anak di Daycare Little Aresha

Yasinta Rahmawati, Shevinna Putti Anggraeni

Rabu, 29 April 2026 | 19:15 WIB
Trik Manipulasi Diyah Kusumastuti untuk Jerat Orang Tua Titipkan Anak di Daycare Little Aresha
Daycare Little Aresha Selasa (28/4/2026). [Suarajogja.id/Putu Ayu Palupi]
baca 10 detik
  • Diyah Kusumastuti tawarkan janji fasilitas mewah untuk jerat orang tua korban.
  • Pihak Little Aresha manipulasi dokumentasi foto guna tutupi penyiksaan fisik anak.
  • Orang tua dilarang cek lokasi saat hari kerja demi sembunyikan kekerasan

Suara.com - Kasus kekerasan anak di Daycare Little Aresha, Yogyakarta, menguak tabir gelap di balik manajemen yayasan yang dipimpin Diyah Kusumastuti (DK).

Sebelum kasus ini meledak, Diyah Kusumastuti, Ketua Yayasan Little Aresha memberikan sejumlah janji manis berupa fasilitas yang mewah, program pembelajaran yang bagus dan jam jemput yang fleksibel kepada orangtua murid.

Brosur dan tawaran yang diberikan Little Aresha terlihat sangat profesional, agamis, dan menjanjikan kenyamanan paripurna.

Namun, siapa sangka di balik janji-janji manis dan foto-foto estetik itu, tersimpan praktik tidak manusiawi.

Berikut deretan taktik manipulasi dan janji fasilitas Little Aresha yang kini berbanding terbalik dengan kenyataan:

1. Janji Rasio Pengasuh Ideal

Daycare Little Aresha disegel polisi. [Suara.com/Hiskia]
Daycare Little Aresha disegel polisi. [Suara.com/Hiskia]

Dalam promosinya, Little Aresha menjanjikan rasio pengasuh yang sangat ideal demi keamanan anak:

  • Kelas Bayi: 1 pengasuh atau bidan maksimal memegang 2 anak.
  • Kelas Toddler: 2 pengasuh maksimal memegang 3-4 anak.

Faktanya, polisi menemukan satu pengasuh memegang 7 hingga 10 anak sekaligus.

Sebanyak 20 anak pun sampai dimasukkan dalam satu ruangan ukuran 3x3 meter dalam kondisi diikat dan tidak memakai baju.

baca juga

2. Iming-iming Fasilitas Premium dan Islami

Diyah Kusumastuti menjual citra daycare yang sangat lengkap dan sangat mengeedepankan nilai-nilai Islam.
Orang tua mana yang tidak tergiur dengan daftar fasilitas ini:

  • Kesehatan & Edukasi: Pemeriksaan dokter gigi, pemeriksaan psikologis, hingga pijat bayi rutin sebulan sekali.
  • Kurikulum Mentereng: Program Three Lingual (Bahasa Indonesia, Inggris, dan
    Jawa), kelas IT, hingga story telling.
  • Kegiatan Keagamaan: Murottal Al-Quran tiap hari, salat dhuha bersama, iqro,
    dan melatih sedekah sejak dini.
  • Logistik Lengkap: Ruang ber-AC, paket mandi lengkap, makan siang, dan snack.

3. Taktik Tanpa Denda untuk Jerat Orang Tua Sibuk

Janji manis Daycare Little Aresha (Dok. Shevinna Putti/ Suara.com)
Janji manis Daycare Little Aresha (Dok. Shevinna Putti/ Suara.com)

Little Aresha juga menjerat orangtua yang aktif beekerja ini ddengan kemudahan jam jemput yang jarang diberikan daycare lainnya.

  • Tersedia program penitipan Senin - Jumat dan Seni - Sabtu dari pukul 07.00 - 17.00 WIB dan pukul 07.00 - 18.00 WIB dengan tarif yang berbeda.
  • Tidak ada biaya atau denda keterlambatan jemput. Orang tua yang telat hanya diminta mengisi kotak infaq di meja resepsionis atau memberikan kepada pengasuh yang bertugas seikhlasnya.
  • Tetap buka meski libur semester. Hanya tutup pada hari besar mengikuti jadwal pemerintah.
  • Layanan 24 Jam: Menyediakan penitipan harian malam hari (pukul 18.00 - 07.00) dan penitipan di hari libur/Minggu dengan biaya tambahan.

4. Strategi Marketing: Foto Estetik & Larangan Cek Lokasi saat Hari Kerja

Untuk meyakinkan calon korbannya, admin Little Aresha akan mengirimkan foto-foto kondisi kamar, kasur, dapur, hingga tempat bermain yang tampak sangat bersih, rapi, dan ber-AC.

Bahkan, admin Littler Aresha mempersilahkan orangtua untuk mengecek kondisi dalam daycare sebelum menitipkan anaknya dengan syarat berikut:

  • Orang tua hanya boleh datang mengecek lokasi pada hari Minggu.
  • Wajib membuat janji terlebih dahulu langsung dengan pemilik (Diyah Kusumastuti).

Diduga kuat, pembatasan waktu kunjungan ini dilakukan agar orang tua tidak melihat langsung praktik penyiksaan yang penuh tangis anak karena terikat saat hari kerja.

Selain itu, janji temu ini diduga kuat untuk siasat Diyah Kusumastuti mempersiapkan kondisi Daycare yang bersih, layak dihuni anak-anak dan sejuk karena ber-AC dan sirkulasi udara baik.

5. Kedok Perhatian yang Manipulatif

Brosur Little Aresha (Dok. Shevinna Putti/Suara.com)
Brosur Little Aresha (Dok. Shevinna Putti/Suara.com)

Admin Little Aresha juga menawarkan jasa membantu memandikan atau memberi makan jika anak belum sempat diurus di rumah pada pagi harinya.

Hal ini membangun citra bahwa mereka sangat peduli dan penuh kasih sayang pada anak dan orangtua yang sibuk.

Faktanya, polisi mengungkap bahwa anak-anak justru langsung diikat tangan dan kakinya sejak pagi hari saat baru datang.

Ikatan baru dilepas saat jam makan atau mandi hanya untuk keperluan dokumentasi foto yang akan dikirimkan kepada orang tua agar terlihat aman.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Hanya Kekerasan Anak, LPSK Endus Dugaan Penipuan hingga Malapraktik di Daycare Little Aresha

Tak Hanya Kekerasan Anak, LPSK Endus Dugaan Penipuan hingga Malapraktik di Daycare Little Aresha

News | Rabu, 29 April 2026 | 17:58 WIB

Berhenti Menyalahkan Ibu: Tragedi Daycare Bukan Salah Mereka, Tapi Kegagalan Sistem!

Berhenti Menyalahkan Ibu: Tragedi Daycare Bukan Salah Mereka, Tapi Kegagalan Sistem!

Your Say | Rabu, 29 April 2026 | 17:41 WIB

Pola Kekerasan Sejak Lama, LPSK Sebut Masih Ada Potensi Lonjakan Korban Daycare Little Aresha

Pola Kekerasan Sejak Lama, LPSK Sebut Masih Ada Potensi Lonjakan Korban Daycare Little Aresha

News | Rabu, 29 April 2026 | 16:56 WIB

Sosok Diyah Kusumastuti: Diduga Otak Kekerasan Anak di Little Aresha, Riwayat Korupsi Disorot

Sosok Diyah Kusumastuti: Diduga Otak Kekerasan Anak di Little Aresha, Riwayat Korupsi Disorot

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 17:11 WIB

UPT PPA Yogyakarta Beri Pendampingan Psikologis Anak dan Orang Tua Korban Little Aresha

UPT PPA Yogyakarta Beri Pendampingan Psikologis Anak dan Orang Tua Korban Little Aresha

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 16:30 WIB

Pemkot Yogyakarta Fasilitasi 37 TPA Pengganti Gratis bagi Anak Korban Little Aresha, Cek Daftarnya!

Pemkot Yogyakarta Fasilitasi 37 TPA Pengganti Gratis bagi Anak Korban Little Aresha, Cek Daftarnya!

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 16:02 WIB

Terkini

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

BI Luncurkan Layanan Baru Penukaran Uang Rusak, Warga Sumsel Kini Punya Lebih Banyak Pilihan

Sumsel | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:40 WIB

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

Dicap Menteri Problematik, Menhut Raja Juli Dikecam Usai Prioritaskan Hutan untuk TNI

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

Tol Akses Patimban Capai 68 Persen, Pemerintah Kebut Konektivitas ke Pelabuhan Strategis Nasional

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:16 WIB

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

Metodologi Audit BPKP Dinilai Tak Konsisten, Pakar Desak Evaluasi Total

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 23:06 WIB

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

Ada Jejaring Kolektif, Pakar Ungkap Kekayaan Negara Bocor Puluhan Tahun ke Kantong Pribadi

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:57 WIB

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Truk Hantam Motor Scoopy di Cileungsi, Penjaga Warung Madura Tutup Usia di Tempat?

Bogor | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:37 WIB

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Perempuan Kini Tak Hanya Menabung, Tapi Juga Mulai Memilih Investasi yang Berdampak

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:28 WIB

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

Stop Jadi Beban Jalanan, Jasa Raharja-Korlantas Polri Perangi Budaya Melawan Arus

News | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:27 WIB

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Industri Hiburan Indonesia Naik Kelas, Teknologi Jadi Senjata Baru di Balik Pengalaman Spektakuler

Lifestyle | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:23 WIB

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bale by BTN Permudah Masyarakat Miliki Rumah Lewat Kolaborasi dengan Rumah123

Bisnis | Rabu, 29 Juli 2026 | 22:22 WIB

×