Sejarah Hari Buruh, Perjuangan Berdarah di Balik Aturan 8 Jam Kerja

Farah Nabilla

Kamis, 30 April 2026 | 11:47 WIB
Sejarah Hari Buruh, Perjuangan Berdarah di Balik Aturan 8 Jam Kerja
Ilustrasi sejarah Hari Buruh (Chris Slupski/Unsplash)

Suara.com - Awal bulan sudah didepan mata, tanggal 1 Mei pada kalender pun bertinta merah. Praktis menjadi libur nasional untuk sekolah maupun pekerja. Ini adalah tanggal merah hari buruh.

Jika hari libur lain biasanya identik dengan perayaan meriah, penuh haru. Namun, 1 Mei ibaratnya semacam hari untuk merayakan perjuangan diri sendiri yang sukses menjalani aktivitas rutin harian dengan bekerja.

Berbagai hak pekerja yang telah diterima serta dinikmati saat ini, contohnya seperti 8 jam kerja sehari dan lainnya, tidak datang begitu saja. Melainkan, terselip perjuangan panjang dalam memperjuangkan kondisi kerja lebih manusiawi.

Maka dari itu, hari buruh akhirnya muncul. Bukan hanya untuk perayaan nasional tapi juga internasional.

Meskipun begitu, momen tersebut sempat dianggap kontroversial pada beberapa negara termasuk Indonesia. Lantas, bagaimana sejarah hari buruh bisa tercipta? Simak ulasan singkatnya dalam artikel ini.

Awal Mula Lahirnya Hari Buruh

Hari Buruh atau populer dengan sebutan May Day asal-usulnya dari Amerika Serikat. Pada masa itu, kondisi kerja jauh dari kata manusiawi.

Bayangkan saja, buruh bisa bekerja selama 14 jam hingga 20 jam setiap hari. Rasa capek, kondisi tubuh rentan terserang sakit seolah sudah menjadi bagian pekerja saat itu.

Dari situlah mulai muncul berbagai macam tuntutan yang berkaitan dengan jam kerja dipercepat, upah layak untuk menyambung hidup pekerja.

baca juga

Seiring berjalannya waktu, tepatnya masuk awal abad ke-19, industri mengalami perkembangan pesat. Para pekerja akhirnya sadar bahwa mereka harus bersatu, hingga membentuk serikat buruh demi memperjuangkan kondisi kerja yang manusiawi.

Pada tahun 1837, saat masa pemerintahan Presiden Martin Van Buren, resmi menetapkan jam kerja menjadi 10 jam sehari. Ketetapan tersebut hanya berlaku bagi pegawai pemerintahan saja, belum berlaku untuk buruh.

Ketetapan itu membuat buruh terus melaju memperjuangkan haknya, pada tahun 1850-an mereka makin menuntut terpenuhinya jam kerja hanya 8 jam dalam sehari.

Gerakan tersebut semakin besar menyebar ke berbagai negara, bukan hanya di Amerika saja, tapi semua ikut mengajukan tuntutan terkait jam kerja. Hingga Australia berhasil memperoleh sistem kerja 8 jam sejak 1856.

Empat tahun berselang, tepatnya pada 1860-an gerakan tersebut semakin kuat. Serikat Buruh di Amerika lantas berkumpul lalu membentuk National Labor Union (NLU) yang sepakat memperjuangkan tuntutan 8 jam kerja dalam sehari.

Organisasi tersebut memang tidak tahan lama, tapi sudah berhasil membawa pengaruh luar biasa bagi gerakan buruh.

Sementara itu, pada tahun yang sama tuntutan 8 jam kerja dalam sehari mendapat dukungan dari forum buruh internasional di Jenewa.

Sebagai pamungkasnya terjadi hal tidak terduga pada tahun 1889, yang mana perwakilan serikat buruh dari berbagai negara berkumpul di Paris, lalu menetapkan 1 Mei sebagai hari khusus memperingati perjuangan buruh, termasuk aksi demo besar-besaran yang terjadi di Chicago sampai korban luka dan meninggal dunia berjumlah banyak.

Sementara itu, Hari Buruh di Indonesia diperingati sejak tahun 1918, saat masih diduduki Hindia Belanda. Perayaan diwarnai aksi mogok kerja yang terorganisir oleh Serikat Buruh.

Sejarah Hari Buruh di Indonesia

Hari Buruh di Indonesia sempat mengalami perubahan status berulang kali hingga resmi ditetapkan sebagai hari libur nasional tahun 2013, saat masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Sehingga, 1 Mei sebagai momentum terbaik bagi buruh untuk mengemukakan aspirasi mereka secara terbuka dan resmi.

Kebijakan tersebut mulai berlaku efektif sejak 1 Mei 2014, sekaligus sebagai sinyal kembalinya perayaan Hari Buruh yang terakhir diperingati pada tahun 1966.

Saat masa orde baru, peringatan hari buruh dilarang serta tidak mendapat pengakuan dari Pemerintah. Hal itu dikarenakan May Day ada kaitannya dengan ideologis komunisme.

Demi menjauhkan buruh dari kobar semangat 1 Mei, Pemerintah sampai mengalihkan perayaan pada 20 Februari serta ditetapkan sebagai Hari Buruh Indonesia.

Sedangkan pada masa sekarang, peringatan Hari Buruh Internasional di Indonesia berkembang menjadi aksi perjuangan hak pekerja serta kegiatan perayaan inklusif.

Kegiatannya meliputi long march yang terselenggara serentak di berbagai kota besar Indonesia. Lalu, para buruh menyuarakan aspirasi terkait kesejahteraan.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hari Buruh Apakah Libur? Ini Ketentuannya dari Pemerintah

Hari Buruh Apakah Libur? Ini Ketentuannya dari Pemerintah

Lifestyle | Kamis, 30 April 2026 | 08:44 WIB

1 Mei Bank Buka atau Tidak? Ini Daftar Lengkap Libur Bank Mei 2026

1 Mei Bank Buka atau Tidak? Ini Daftar Lengkap Libur Bank Mei 2026

Lifestyle | Rabu, 29 April 2026 | 18:35 WIB

Prabowo Dijadwalkan Hadir di Puncak Peringatan Hari Buruh, Ini yang Bakal Ditegaskan

Prabowo Dijadwalkan Hadir di Puncak Peringatan Hari Buruh, Ini yang Bakal Ditegaskan

News | Rabu, 29 April 2026 | 12:02 WIB

Prabowo Dipastikan Hadiri May Day 2026 di Monas, Bakal Orasi di Depan Ratusan Ribu Buruh

Prabowo Dipastikan Hadiri May Day 2026 di Monas, Bakal Orasi di Depan Ratusan Ribu Buruh

News | Senin, 27 April 2026 | 17:46 WIB

Hari Buruh 1 Mei 2026 Libur atau Tidak? Simak Ketentuannya Menurut SKB 3 Menteri

Hari Buruh 1 Mei 2026 Libur atau Tidak? Simak Ketentuannya Menurut SKB 3 Menteri

Lifestyle | Senin, 27 April 2026 | 11:33 WIB

Apakah Tanggal 1 Mei 2026 Libur Nasional? Ini Penjelasan dan Sejarah Hari Buruh

Apakah Tanggal 1 Mei 2026 Libur Nasional? Ini Penjelasan dan Sejarah Hari Buruh

Lifestyle | Minggu, 26 April 2026 | 13:13 WIB

Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR

Gaji Jurnalis Pemula Disorot: Idealnya Rp 9,1 Juta, Faktanya Masih Banyak di Bawah UMR

News | Sabtu, 25 April 2026 | 19:50 WIB

UU PPRT Resmi Disahkan, Migrant Watch Peringatkan Risiko Eksploitasi Jika Tanpa Upah Minimum

UU PPRT Resmi Disahkan, Migrant Watch Peringatkan Risiko Eksploitasi Jika Tanpa Upah Minimum

News | Sabtu, 25 April 2026 | 14:27 WIB

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng NU, Bidik Perlindungan Pekerja Informal Skala Nasional

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng NU, Bidik Perlindungan Pekerja Informal Skala Nasional

News | Sabtu, 25 April 2026 | 13:52 WIB

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

Tragedi PRT Lompat dari Lantai 4 Kos Benhil, Polisi Endus Dugaan Tindak Pidana

News | Jum'at, 24 April 2026 | 22:10 WIB

Terkini

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Garudayaksa FC Dikalahkan Persik, Milos Joksic Malu

Bola | Sabtu, 12 September 2026 | 23:50 WIB

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Panglima TNI Cup 2026 Jadi Ajang Adu Nyali, Eks Menpora Dito Ariotedjo Ikut Pacu Jetski

Sport | Sabtu, 12 September 2026 | 23:24 WIB

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

Hari Ke-5 Pencarian Jurnalis Hilang, Tim SAR Temukan Helm dan Jerigen di Perairan Anyer

News | Sabtu, 12 September 2026 | 22:11 WIB

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Sindiran Pelatih Persib Usai Takluk di GBK: Persija Rayakan Kemenangan Seperti Juara Liga Champions

Jabar | Sabtu, 12 September 2026 | 21:52 WIB

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Titik Terang Hilangnya Jurnalis di Krakatau, Basarnas Temukan 4 Barang di Perairan Selat Sunda

Banten | Sabtu, 12 September 2026 | 21:39 WIB

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Laba Anjlok 19 Persen, Astra Jor-joran Akuisisi Tambang Emas di Awal 2026

Bisnis | Sabtu, 12 September 2026 | 20:53 WIB

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Kisah Perjuangan Tati Purwanti, Mantan PMI yang Sukses Kembangkan Bubur Cirebon di Taipei

Bekaci | Sabtu, 12 September 2026 | 20:29 WIB

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Dari Cirebon ke Taipei, Tati Purwanti Bawa Kuliner Lokal dan Tumbuh Bersama BRI

Jakarta | Sabtu, 12 September 2026 | 20:27 WIB

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Bubur Cirebon Go International, Kisah Tati Purwanti Bangun Usaha di Taipei

Jawa Tengah | Sabtu, 12 September 2026 | 20:25 WIB

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Jejak Kontak Terakhir 8 Warga Hilang Terdeteksi di Pulau Sebesi, Kemkomdigi Telusuri Sinyal

Tekno | Sabtu, 12 September 2026 | 20:24 WIB

×