Dan mungkin itu yang membuat Indo Harry Potter bisa bertahan sampai hari ini. Bukan cuma karena Harry Potter-nya, tapi karena komunitas ini tumbuh dari rasa ingin saling menemukan dan berbagi kenangan yang sama.
Perubahan Zaman dalam Memengaruhi Cara Berkomunitas

Perubahan zaman turut mengubah cara Indo Harry Potter berinteraksi. Setelah era mailing list berakhir, komunitas ini sempat aktif di Facebook dan Twitter sebelum akhirnya berpindah ke Instagram, TikTok, hingga grup WhatsApp.
“Sekarang kebanyakan pindah ke Instagram sama WhatsApp group,” ujar salah satu prefek Indo Harry Potter, Paman Hadi.
Media sosial menjadi salah satu alasan komunitas ini mampu bertahan selama 25 tahun. Lewat platform digital, informasi soal gathering, diskusi, hingga berbagai acara komunitas kini lebih mudah menjangkau penggemar Harry Potter dari berbagai daerah di Indonesia.
Salah satu pengurus komunitas, Alam Putra, mengatakan Indo Harry Potter kini juga rutin menggelar acara hybrid yang menggabungkan pertemuan offline dan online.
“Event kita hybrid, jadi ada yang offline dan online untuk menjangkau teman-teman di luar kota,” jelas Alam.
Berbagai kegiatan rutin masih terus diadakan hingga sekarang. Mulai dari nonton bareng Movie Magic, gathering Back to Hogwarts, Potter Bukber, hingga Muggle Assemble, acara santai yang mengajak anggota berkumpul tanpa harus selalu memakai konsep dunia sihir Hogwarts.
Selain itu, komunitas juga kerap mengadakan acara virtual seperti live Instagram saat perayaan ulang tahun Indo Harry Potter.
“Tahun kemarin kita sempat live di Instagram untuk ulang tahun IHP,” kata Alam.
Bagi penggemar Harry Potter yang ingin mengikuti berbagai kegiatan komunitas ini, informasi acara biasanya dibagikan melalui akun Instagram @infoharrypotter. Link grup WhatsApp komunitas juga tersedia di bio akun tersebut.
Penulis: Natasha Suhendra