Siapa Owner Pagi Sore? Miskomunikasi Berujung Ramai Seruan Diboikot Turis Malaysia

Yasinta Rahmawati

Selasa, 19 Mei 2026 | 06:35 WIB
Siapa Owner Pagi Sore? Miskomunikasi Berujung Ramai Seruan Diboikot Turis Malaysia
Restoran Pagi Sore [Ist]
baca 10 detik
  • RM Pagi Sore didirikan H. Lismar dan H. Sabirin tahun 1973 di Palembang sebagai bisnis kuliner Minang premium.
  • Restoran Pagi Sore cabang PIK Jakarta viral akibat tuduhan belum membayar tagihan makanan senilai Rp907.500 terhadap turis.
  • Manajemen restoran menyampaikan permohonan maaf atas insiden miskomunikasi tersebut setelah turis menunjukkan bukti pembayaran yang sah.

Suara.com - Restoran Padang Pagi Sore mendadak menjadi perbincangan hangat di media sosial. Hal ini bermula dari unggahan seorang turis Malaysia yang rombongannya dituduh belum membayar tagihan makan.

Kejadian ini mungkin membuat netizen bertanya-tanya: Siapa sebenarnya owner Pagi Sore? Bagaimana sejarah restoran yang dikenal sebagai salah satu RM Padang paling premium di Indonesia ini?

Berikut ulasan lengkapnya.

Sosok Pemilik dan Pendiri RM Pagi Sore

RM Pagi Sore bukanlah pemain baru di industri kuliner. Restoran ini memiliki sejarah panjang yang dimulai dari sebuah kios kecil.

Restoran Pagi Sore pertama kali didirikan oleh dua orang sahabat karib asal Bukittinggi, Sumatra Barat, yaitu H. Lismar dan H. Sabirin. Berbekal keberanian dan keahlian memasak warisan leluhur, kedua pria berdarah Minang ini memutuskan untuk merantau demi mengadu nasib.

Kisah sukses mereka dimulai pada tahun 1973 silam ketika mereka menyewa sebuah kios kecil di pinggiran Kota Palembang, Sumatra Selatan.

Di kota perantauan inilah, resep otentik masakan Padang yang mereka racik mulai memikat lidah masyarakat setempat dan berkembang pesat.

Seiring berjalannya waktu, usaha yang awalnya berskala kecil tersebut sukses berekspansi ke berbagai wilayah di Sumatra Selatan.

Cabang pertama dibuka pada 12 Agustus 1995 di Teluk Gelam, Lintas Timur, Sumatera Selatan. Kemudian pada 2003, cabang selanjutnya dibuka di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Palembang, Sumatera Selatan.

baca juga

Pada tahun 2003 pula, keduanya berpisah secara usaha karena perbedaan visi dan cara mengelola bisnis.

Karena sama-sama memiliki hak sejarah dan menguasai resep asli, keduanya sepakat untuk menggunakan nama Pagi Sore namun beda logo dan branding.

Pagi Sore Logo Merah dikelola oleh keluarga H. Sabirin. Menunya dikenal dengan cita rasa rendang yang cenderung gurih, pedas rempah, dan ada sedikit rasa manis.

Pagi Sore Logo Hijau dikelola oleh keluarga H. Lismar. Menyajikan menu khas Minang dengan rasa yang juga khas dan seringkali dianggap lebih pedas berempah.

Memasuki tahun 2006, generasi penerus dari pendiri Pagi Sore mulai melebarkan sayap bisnis mereka ke wilayah ibu kota Jakarta.

Anak-anak dari H. Sabirin, yaitu Hj. Armaidy dan Abdul Satam, menjadi sosok penting yang membuka cabang pertama di kawasan Rawamangun, Jakarta Timur.

Sementara itu, generasi penerus dari keluarga H. Lismar melanjutkan pengembangan bisnis dengan mendirikan cabang di wilayah Bangka Belitung dan Lubuk Linggau.

Hingga kini, Pagi Sore bisa dibilang salah satu ikon kuliner Minang paling sukses di Indonesia. Bahkan namanya cukup populer di kalangan wisatawan luar negeri.

Kasus Viral Diboikot Turis Malaysia

Pagi Sore cabang Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara menjadi sorotan setelah rombongan turis asal Malaysia dituduh meninggalkan restoran tanpa membayar tagihan makan.

Rombongan wisatawan tersebut dilaporkan belum melunasi tagihan makanan senilai Rp907.500.

Insiden salah paham ini pertama kali diungkap oleh seorang turis Malaysia bernama Norain Yunus lewat akun Threads miliknya.

Norain menjelaskan bahwa dirinya bersama lima orang rekannya makan di restoran tersebut setelah tiba dari bandara. Melalui unggahannya, ia menegaskan telah melunasi seluruh pembayaran menggunakan kartu.

Namun beberapa hari kemudian sopir dari pihak agen perjalanan menghubungi untuk meminta bukti pembayaran.

"Setelah kami mencari di dalam tas, ketemu bukti pembayarannya. Bayangkan kalau kami membayar secara tunai dan bukti pembayarannya tidak ditemukan," tulis akun tersebut.

Pihak RM Pagi Sore cabang PIK akhirnya menyampaikan klarifikasi serta permohonan maaf setelah bukti transaksi dikirimkan. Pihak manajemen restoran berdalih bahwa insiden tidak menyenangkan tersebut murni terjadi karena adanya miskomunikasi.

Meski pihak restoran sudah meminta maaf, kasus ini telanjur memicu reaksi keras dari warganet Malaysia. Akibatnya, muncul seruan boikot terhadap RM Pagi Sore dari salah satu akun agen perjalanan asal Malaysia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Viral Curhatan eks Tim Kreatif Ini Talkshow Dilempar Skrip ke Muka, Ciri-Ciri Pelaku Jelas Banget

Viral Curhatan eks Tim Kreatif Ini Talkshow Dilempar Skrip ke Muka, Ciri-Ciri Pelaku Jelas Banget

Entertainment | Senin, 18 Mei 2026 | 21:30 WIB

Viral Selebgram Berhijab Dituding Kejam ke Karyawan, ART Meninggal karena Sakit Dilarang Pulang

Viral Selebgram Berhijab Dituding Kejam ke Karyawan, ART Meninggal karena Sakit Dilarang Pulang

Entertainment | Senin, 18 Mei 2026 | 15:44 WIB

The Economist Milik Siapa? Kritik Keras Prabowo, Ada Grup Rothschild dan Agnelli

The Economist Milik Siapa? Kritik Keras Prabowo, Ada Grup Rothschild dan Agnelli

Tekno | Senin, 18 Mei 2026 | 15:17 WIB

CCTV Terlanjur Disebar, Turis Malaysia Bongkar Kronologi Usai Dituding Tak Bayar Makan di Pagi Sore

CCTV Terlanjur Disebar, Turis Malaysia Bongkar Kronologi Usai Dituding Tak Bayar Makan di Pagi Sore

Entertainment | Senin, 18 Mei 2026 | 14:41 WIB

Terkini

Kembang Goeyang Sarinah Resmi Dibuka, Jajanan Pasar Jadi Andalan

Kembang Goeyang Sarinah Resmi Dibuka, Jajanan Pasar Jadi Andalan

Lifestyle | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Alasan Logis Bernardo Tavares Ogah Buru-buru Rekrut Pemain Asing untuk Persebaya

Alasan Logis Bernardo Tavares Ogah Buru-buru Rekrut Pemain Asing untuk Persebaya

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:03 WIB

Bantah Mahasiswi Unpad Enggan Kuliah Karena Dirinya, Ini Kata Dedi Mulyadi

Bantah Mahasiswi Unpad Enggan Kuliah Karena Dirinya, Ini Kata Dedi Mulyadi

Jabar | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:02 WIB

Keberanian Gen Z Mendobrak Tradisi: Mewarisi Tak Harus Mengikuti

Keberanian Gen Z Mendobrak Tradisi: Mewarisi Tak Harus Mengikuti

Your Say | Kamis, 20 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Perjuangkan Warisan Abad ke-18, Ahli Waris Raja Pagi Sinurat Gugat 12 Pihak ke Pengadilan

Perjuangkan Warisan Abad ke-18, Ahli Waris Raja Pagi Sinurat Gugat 12 Pihak ke Pengadilan

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Gavi Bikin Manchester United Gigit Jari, Red Devils Coba Rayu Carlos Baleba

Gavi Bikin Manchester United Gigit Jari, Red Devils Coba Rayu Carlos Baleba

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:57 WIB

Gempa M3,5 Guncang Bantul, Getaran Terasa hingga Solo dan Magelang

Gempa M3,5 Guncang Bantul, Getaran Terasa hingga Solo dan Magelang

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:55 WIB

Gempuran AI & Medsos, Local Media Community Surabaya Ungkap Jurus Media Lokal Bertahan

Gempuran AI & Medsos, Local Media Community Surabaya Ungkap Jurus Media Lokal Bertahan

Foto | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:54 WIB

Bikin Bobotoh Harap-Harap Cemas, Kok Bisa Akun IG 3,1 Juta Follower Thom Haye Hilang?

Bikin Bobotoh Harap-Harap Cemas, Kok Bisa Akun IG 3,1 Juta Follower Thom Haye Hilang?

Bola | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:51 WIB

Heboh Jadi Sayembara, Pakar Sebut Besarnya Hadiah Tak Mengubah Standar Hukum Ijazah Gibran

Heboh Jadi Sayembara, Pakar Sebut Besarnya Hadiah Tak Mengubah Standar Hukum Ijazah Gibran

News | Kamis, 20 Agustus 2026 | 19:49 WIB

×