- Kementerian Agama menyelenggarakan sidang isbat sejak 1963 untuk menetapkan awal bulan Hijriah berdasarkan metode hisab dan rukyat.
- Perbedaan penentuan Idul Fitri terjadi karena adanya perbedaan kriteria visibilitas hilal antara metode wujudul hilal dan MABIMS.
- Idul Adha cenderung dirayakan secara serentak karena posisi hilal telah memenuhi kriteria seluruh pihak secara astronomis.
- Kriteria wujudul hilal terpenuhi.
- Kriteria imkanur rukyat juga terpenuhi.
Karena semua pihak sepakat, Idul Adha hampir selalu dirayakan serentak.
Jadi, perbedaan Idul Fitri berakar dari kondisi hilal yang sering “abu-abu” dan interpretasi metode yang berbeda. Sementara Idul Adha lebih kompak karena posisi hilal biasanya sudah jelas dan memenuhi standar semua pihak.
Kalau kamu tertarik, kita bisa bahas lebih lanjut soal sejarah sidang isbat, kriteria MABIMS terbaru, atau perbedaan hisab dan rukyat.