- Umat Muslim yang tidak berhaji disunnahkan melaksanakan puasa Arafah pada Selasa, 26 Mei 2026 mendatang.
- Ibadah puasa ini memiliki keutamaan menghapus dosa selama dua tahun serta menjadi waktu doa mustajab.
- Pemerintah dan organisasi Islam menyepakati jadwal tersebut untuk mempermudah umat dalam mempersiapkan ibadah Hari Arafah.
1. Niat Puasa (dibaca malam hari sebelum fajar):
“Nawaitu shauma ghadin ‘an sunnati yaumi ‘Arafah sunnatan lillahi ta’ala.”
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Hari Arafah besok karena Allah Ta’ala.”
Dibaca mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari.
2. Dianjurkan memperbanyak doa, dzikir, membaca Al-Qur’an, sedekah, dan istighfar.
3. Hindari perbuatan sia-sia, ghibah, dan maksiat agar puasa lebih sempurna.
Bagi yang memiliki utang puasa Ramadan, boleh tetap melaksanakan puasa Arafah selama berniat qadha di waktu lain, karena keduanya adalah ibadah sunnah yang berdiri sendiri.
Hikmah dan Anjuran di Tahun 2026
Di tengah kesibukan modern, puasa Arafah menjadi momen muhasabah diri. Dengan Idul Adha yang jatuh esok harinya, puasa ini menyempurnakan persiapan menyambut hari raya kurban.
Umat Islam dianjurkan tidak hanya berpuasa, tetapi juga menggabungkannya dengan amalan-amalan lain di sepuluh hari pertama Zulhijjah, seperti takbir, tahmid, dan persiapan berkurban.
Bagi yang sedang sakit, musafir, atau memiliki uzur syar’i lainnya, boleh tidak berpuasa tanpa dosa. Namun, bagi yang mampu, kesempatan ini sangat sayang untuk dilewatkan.
Puasa Arafah mengajarkan kesabaran, pengendalian diri, dan mendekatkan diri kepada Allah. Di tahun 2026 ini, marilah kita manfaatkan momentum Hari Arafah pada 26 Mei untuk membersihkan hati, memperbaiki amal, dan memohon ampunan serta rahmat-Nya.