- Dokter Bobby Arfhan Anwar menyarankan pemilihan daging kambing bagian paha atau has luar yang minim lemak putih.
- Teknik memasak sehat seperti merebus, mengukus, atau memanggang tanpa banyak minyak dapat menjaga kadar kolesterol tubuh.
- Kombinasi sajian daging dengan sayuran segar serta pembatasan penggunaan santan dan bumbu membantu menjaga kesehatan jantung.
Olahan kambing di Indonesia sering menggunakan santan kental dan minyak berlebih, misalnya gulai atau tongseng. Padahal, penggunaan bahan tambahan tersebut bisa meningkatkan kadar lemak jenuh.
dr Bobby menyarankan untuk menghindari santan berlebihan, mengurangi gula dan kecap manis, serta meminimalkan penggunaan minyak, margarin, atau mentega.
Selain itu, penggunaan penyedap rasa juga sebaiknya dibatasi agar masakan lebih sehat untuk jantung.
Sebagai gantinya, masyarakat Arab biasanya mengandalkan rempah-rempah alami seperti jintan, kapulaga, kayu manis, lada hitam, dan bawang putih untuk memperkaya rasa tanpa harus memakai banyak lemak tambahan.
4. Kombinasikan dengan Sayuran dan Buah
Agar konsumsi daging kambing lebih seimbang, dr Bobby menyarankan untuk menambahkan banyak sayuran dalam menu makan.
Sayuran kaya serat membantu mengontrol penyerapan lemak dalam tubuh. Daging kambing juga lebih baik disajikan bersama nasi merah yang memiliki serat lebih tinggi dan indeks glikemik lebih rendah dibanding nasi putih.
Tak kalah penting, sertakan buah-buahan sebagai pelengkap makanan sehari-hari.
Kebiasaan ini juga umum dilakukan di negara Timur Tengah. Mereka sering menyajikan daging bersama salad, hummus, hingga aneka sayur segar agar pola makan tetap seimbang.
Jangan Makan Berlebihan
Meski diolah lebih sehat, konsumsi daging kambing tetap perlu dibatasi. dr Bobby menegaskan bahwa kunci utama menjaga kesehatan adalah makan secukupnya dan tidak berlebihan.
Dengan pemilihan bagian daging yang tepat, teknik memasak sehat, serta kombinasi makanan kaya serat, daging kambing tetap bisa dinikmati tanpa rasa khawatir berlebihan soal kolesterol.