- Kasus Bahaya Love Scamming Fabiola sukses meraup puluhan miliar rupiah.
- Pelaku menggunakan taktik video call untuk meyakinkan korbannya secara daring.
- Kenali ciri utama dan cara memproteksi diri dari jeratan asmara palsu.
Suara.com - Kasus penipuan yang menyeret nama Fabiola Elizabeth Agnes, mantan istri Reza Smash, membuka mata publik tentang betapa berbahayanya modus love scamming.
Tak main-main, love scamming yang dilakukan Fabiola Elizabeth Agnes ini sukses meraup Rp41 miliar hanya dengan modal rayuan secara daring.
Supaya Anda tak pernah menjadi korban love scamming, berikut ini ulasan mengenai sindikat penipuan daring dan ciri-ciri pelakunya.
Apa Itu Love Scamming?
Love scamming adalah modus penipuan berkedok asmara di mana pelaku memanipulasi emosi dan perasaan korban melalui platform digital (media sosial atau aplikasi kencan).
Tujuannya untuk menguras harta korban atau mencuri data pribadi, setelah korban merasa jatuh cinta dan percaya sepenuhnya kepada pelaku.

Belajar dari Kasus Fabiola: Modus yang Semakin Canggih
Jika biasanya pelaku love scamming selalu bersembunyi di balik foto palsu dan enggan melakukan panggilan video (video call), kasus Fabiola menunjukkan level yang lebih tinggi.
Dalam sindikat ini, Fabiola berperan sebagai pemanis yang bersedia melakukan video call.
Hal ini dilakukan untuk mematahkan keraguan korban. Ketika korban melihat wajah cantik seorang model secara langsung, mereka akan merasa bahwa hubungan tersebut nyata, sehingga lebih mudah dijebak untuk berinvestasi di platform bodong.
Ciri-ciri Utama Pelaku Love Scamming
Agar tidak terjebak, kenali tanda-tanda merah (red flags) berikut ini:
1. Profil yang Terlalu Sempurna
Pelaku biasanya menggunakan foto profil yang sangat menawan, seperti model atau publik figur dengan pekerjaan mapan sebagai dokter, tentara, atau pebisnis sukses untuk memancing rasa kagum.
2. Agresif dalam Menyatakan Cinta (Love Bombing)
Hanya dalam waktu singkat setelah kenal, pelaku akan sangat perhatian, merayu secara berlebihan, hingga berani menjanjikan pernikahan atau masa depan bersama meski belum pernah bertemu fisik.
3. Selalu Punya Alasan Darurat
Setelah kepercayaan terbentuk, pelaku mulai mengarang cerita dramatis.
Misalnya, butuh uang untuk biaya pengobatan mendadak, masalah bisnis, atau dalih biaya bea cukai untuk mengirimkan hadiah mewah kepada korban.
4. Mendesak Pengiriman Uang
Pelaku akan menekan korban secara psikologis agar segera mengirimkan uang ke rekening pribadi atau platform tertentu, seperti investasi kripto palsu dalam kasus Fabiola.
![Unggahan Fabiola Elizabeth Agnes [Instagram/@fabananash]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2020/09/22/61886-unggahan-fabiola-elizabeth-agnes-instagramatfabananash.jpg)
Cara Melindungi Diri dari Jeratan Cinta Palsu
Jangan sampai logika kalah oleh perasaan. Lakukan langkah proteksi ini:
1. Jangan Mudah Percaya Foto Profil
Gunakan fitur Reverse Image Search (pencarian gambar terbalik) di Google untuk mengecek apakah foto tersebut milik orang lain atau diambil dari internet.
2. Abaikan Permintaan Uang
Jangan pernah mengirimkan uang dalam bentuk apa pun kepada orang yang baru dikenal di internet, apalagi jika belum pernah bertemu secara langsung.
3. Jaga Data Pribadi
Jangan bagikan nomor rekening, alamat rumah, atau data sensitif lainnya kepada orang asing di media sosial.
4. Curhat ke Orang Terpercaya
Jika kenalan daring Anda mulai meminta bantuan finansial, ceritakan kepada teman atau keluarga.
Orang luar biasanya lebih objektif melihat keganjilan yang terjadi.
5. Verifikasi Identitas secara Ketat
Meskipun mereka berani melakukan video call, tetaplah waspada. Jangan biarkan visual mengaburkan akal sehat Anda jika mereka mulai membahas soal uang atau investasi.