Persulungan, Ruang Aman dan Tumbuh bagi Mereka yang Terlahir sebagai Anak Sulung

Bimo Aria Fundrika

Kamis, 04 Juni 2026 | 13:09 WIB
Persulungan, Ruang Aman dan Tumbuh bagi Mereka yang Terlahir sebagai Anak Sulung
Potret Para Peserta dan LO Acara "Seporsi Cerita Sulung" (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

Suara.com - Sebagai anak sulung, saya sering merasa tidak punya banyak ruang untuk bercerita. Ada ekspektasi untuk selalu kuat, membantu orang tua, dan berada di depan ketika keluarga menghadapi masalah. Namun di balik semua peran itu, saya kerap bertanya: ketika saya lelah atau bingung, kepada siapa saya bisa mengadu?

Karena itu, saya cukup terkejut ketika mengetahui ada komunitas bernama Persulungan yang secara khusus menjadi ruang bagi anak-anak sulung untuk berbagi cerita dan pengalaman.

Rasa penasaran itu membawa saya mengikuti salah satu kegiatan mereka, “Seporsi Cerita Sulung”.

 

Potret Para Peserta Sedang Mengikuti Sesi Table Talk dalam Acara
Potret Para Peserta Sedang Mengikuti Sesi Table Talk dalam Acara "Seporsi Cerita Sulung" (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

Rasa penasaran tersebut terjawab begitu saya tiba di lokasi acara di Kopitagram Centang Biru Ampera, Jakarta Selatan. Saya langsung disambut hangat oleh anggota Persulungan.

Dalam hitungan menit, suasana yang awalnya terasa asing berubah menjadi akrab. Rasanya seperti masuk ke ruangan yang dipenuhi orang-orang yang mengerti tanpa perlu banyak penjelasan.

Saat sesi berbagi cerita dimulai, saya menyadari bahwa banyak kegelisahan yang selama ini saya simpan ternyata juga dirasakan orang lain. Dalam kelompok diskusi, kami bergantian bercerita tentang tekanan, tanggung jawab, dan berbagai hal yang sering dipendam sebagai anak sulung.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, saya tidak hanya mendengarkan cerita orang lain, tetapi juga merasa benar-benar didengarkan.

Berawal dari Obrolan Sesama Anak Sulung

Potret Para Peserta Saat Mengikuti Sesi Wall of Home dalam Acara
Potret Para Peserta Saat Mengikuti Sesi Wall of Home dalam Acara "Seporsi Cerita Sulung" (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

Usai acara, saya berkesempatan berbincang dengan salah satu co-founder Persulungan, Hendika Bagas. Ia bercerita bahwa komunitas ini lahir dari obrolan sederhana tiga mahasiswa yang aktif dalam organisasi yang sama dan kebetulan sama-sama berstatus sebagai anak sulung.

“Malam meeting, karena tiga-tiganya anak sulung, kita nggak cuma bahas job doang di dalam organisasi, tapi kita juga cerita tentang keluarga kita kayak gimana,” ujarnya.

baca juga

Dari percakapan-percakapan tersebut, mereka menyadari bahwa banyak pengalaman yang ternyata mereka rasakan bersama. Kesamaan itulah yang kemudian melahirkan sebuah gagasan sederhana.

“Gimana kalau kita bikin komunitas buat anak sulung? Karena kita ngerasa kayaknya bukan kita doang yang ngerasain pinpoint ini,” kata Hendika.

Berangkat dari kebutuhan itu, Persulungan dibangun sebagai ruang yang memungkinkan anak sulung untuk saling terhubung dan bertumbuh bersama. Seiring waktu, komunitas ini berkembang pesat. Saat ini, sekitar 1.800 anggota dari berbagai daerah di Indonesia, bahkan luar negeri, tergabung dalam komunitas tersebut.

Persulungan Dari Sudut Pandang Peserta

Potret Para Peserta Komunitas Persulungan dalam Acara
Potret Para Peserta Komunitas Persulungan dalam Acara "Seporsi Cerita Sulung" (Dok.pribadi/Natasha Suhendra)

Menurut Hendika, Persulungan tidak hanya ingin menjadi tempat berbagi cerita. Komunitas ini juga ingin menjadi ruang tumbuh bagi para anak sulung yang selama ini kerap berada dalam posisi serba menanggung.

“Kalau adik-adik kita punya kakak, lah anak sulung ini punya siapa? Diri sendiri,” ujarnya.

Dampak kehadiran Persulungan pun dirasakan langsung oleh para anggotanya. Salah satunya Farah, peserta kegiatan Seporsi Cerita Sulung. Menurutnya, komunitas ini membuat dirinya sadar bahwa berbagai tekanan yang ia rasakan ternyata juga dialami oleh banyak anak sulung lainnya.

“Aku juga sebagai sulung tuh belum bisa dapet tempat untuk berehat. Pas sampai di sana ternyata kita bisa sharing yang benar-benar relate dengan Persulungan ini,” ujarnya.

Hal serupa dirasakan Dinni. Ia mengaku menemukan ruang yang aman untuk bercerita tanpa takut dihakimi.

“Selama ini jadi anak sulung tuh juga nggak ada tempat cerita, jadi ini adalah tempat yang nyaman dan aman untuk bercerita tanpa harus dihakimi,” katanya.

Melalui komunitas ini, Hendika dan para pengurus berharap semakin banyak anak sulung yang memiliki ruang aman untuk berbagi cerita, saling mendukung, dan bertumbuh bersama. Informasi mengenai kegiatan Persulungan dapat diakses melalui akun Instagram @per.sulung.an.

Dari obrolan sederhana tiga anak sulung, lahirlah ruang yang kini mempertemukan ribuan orang dengan pengalaman serupa. Persulungan mengingatkan saya bahwa menjadi anak sulung mungkin tidak selalu mudah, tetapi ternyata tidak harus dijalani sendirian.

Penulis: Natasha Suhendra

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Tak Sekadar Game Anak, Roblox Jadi Wadah Kompetisi Musik dan Ruang Berkarya

Tak Sekadar Game Anak, Roblox Jadi Wadah Kompetisi Musik dan Ruang Berkarya

Your Say | Selasa, 02 Juni 2026 | 18:50 WIB

Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Keindahan Maros Bareng Repsol Lubricants

Komunitas Supermoto Makassar Jelajahi Keindahan Maros Bareng Repsol Lubricants

Otomotif | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:18 WIB

Komunitas Kretek Desak Pemerintah Tak Telan Mentah-mentah Narasi Anti-Tembakau Global

Komunitas Kretek Desak Pemerintah Tak Telan Mentah-mentah Narasi Anti-Tembakau Global

News | Senin, 01 Juni 2026 | 16:54 WIB

Terkini

Jepang Kirim Bantuan Untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Jepang Kirim Bantuan Untuk Atasi Karhutla di Kalimantan

Foto | Minggu, 13 September 2026 | 09:00 WIB

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

Komdigi Koordinasi dengan 3 Operator Selular Cari Lokasi 5 Jurnalis Hilang di Selat Sunda

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:55 WIB

Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang

Single Life Bukan Kegagalan: Saat Perempuan Tak Lagi Takut Hidup Melajang

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:45 WIB

Emil Audero Debut 7 Penyelamatan Saat Rayo Vallecano Dipermalukan Kylian Mbappe

Emil Audero Debut 7 Penyelamatan Saat Rayo Vallecano Dipermalukan Kylian Mbappe

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 08:40 WIB

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

7 Cara Memilih Kompor Portable untuk Camping dan Traveling yang Aman Sekaligus Praktis

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:25 WIB

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Dihadiri Wali Kota dan Plt Gubernur Riau, PSPS Pekanbaru Malah Kalah di Semarang

Riau | Minggu, 13 September 2026 | 08:15 WIB

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Apakah Puff Cushion yang Lembap Bisa Memicu Timbulnya Jerawat Baru?

Lifestyle | Minggu, 13 September 2026 | 08:13 WIB

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

Iran Berjuang Menjadi Anggota NDB BRICS Demi Lepas dari Sanksi Amerika Serikat

News | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Harga HP Tecno RAM 8 GB Terbaru, Mulai Rp1 Jutaan Spek Menawan

Tekno | Minggu, 13 September 2026 | 08:05 WIB

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Ponsel Lipat Harga Mulai Rp30 Juta! Apa Saja Kehebatan iPhone Duo?

Your Say | Minggu, 13 September 2026 | 08:00 WIB

×