Gaji Cuma Numpang Lewat? Pentingnya Jadi Karyawan yang Bijak Finansial di Era Digital

Vania Rossa

Kamis, 04 Juni 2026 | 15:12 WIB
Gaji Cuma Numpang Lewat? Pentingnya Jadi Karyawan yang Bijak Finansial di Era Digital
Ilustrasi mengelola pendapatan/gaji. (pexels)
baca 10 detik
  • Tingginya angka pinjaman online di Indonesia memicu stres dan menurunkan produktivitas kerja bagi para karyawan di lingkungan perusahaan.
  • Sequis Life menyelenggarakan talk show edukasi keuangan untuk membekali karyawan agar bijak dalam mengelola pendapatan dan gaya hidup.
  • Pakar keuangan menyarankan disiplin anggaran, pembentukan dana darurat, serta strategi pelunasan utang sebagai langkah mencegah jebakan finansial konsumtif.

Suara.com - Bagi masyarakat urban, gajian adalah momen yang paling dinanti. Namun ironisnya, tidak sedikit pekerja yang mengeluhkan fenomena gaji hanya numpang lewat. Di era digital saat ini, tantangan mengelola keuangan bagi seorang karyawan memang semakin berat.

Di satu sisi, kita dikepung oleh paparan media sosial yang memicu Fear of Missing Out (FOMO) terhadap gaya hidup konsumtif. Di sisi lain, kemudahan akses pinjaman instan atau pinjaman online (pinjol) hadir menawarkan solusi cepat dalam hitungan menit, yang jika tidak disikapi dengan bijak, justru bisa menjadi jebakan utang (debt trap) yang berkepanjangan.

Fenomena ini bukan sekadar masalah dompet yang menipis. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat bahwa outstanding pembiayaan pinjaman daring di Indonesia telah menembus angka sekitar Rp96 triliun. Angka fantastis ini menjadi alarm keras bahwa banyak masyarakat, termasuk kelompok pekerja, yang menggunakan pinjaman digital untuk kebutuhan konsumtif.

Ketika seorang karyawan terjebak dalam tekanan finansial, dampaknya akan merembet ke segala lini hidupnya: memicu stres, mengganggu kesehatan mental, menurunkan fokus, hingga akhirnya mengikis produktivitas dan kualitas kerja di kantor.

Melihat realitas yang mengkhawatirkan ini, membangun kecerdasan finansial (financial wellness) di lingkungan kerja kini bukan lagi sebuah pilihan, melainkan sebuah kebutuhan mendesak.

Inisiatif Edukasi untuk Lingkungan Kerja yang Sehat

Kesadaran akan pentingnya kesehatan finansial karyawan inilah yang mendorong PT Asuransi Jiwa Sequis Life (Sequis Life) untuk mengambil aksi nyata. Guna membekali para karyawannya dari risiko finansial modern, Sequis Life menggelar The Financial Literacy Talk-show bertajuk “Seimbang Gaya Hidup Tanpa Terjebak”.

Kegiatan edukatif ini merupakan bagian dari Better Tomorrow with Sequis—sebuah platform keberlanjutan dari Sequis Life yang berkomitmen menghadirkan perlindungan nyata bagi masyarakat. Selain itu, langkah ini juga menjadi bentuk dukungan penuh perusahaan terhadap Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) melalui edukasi finansial yang relevan dengan tantangan zaman.

Chief Human Resources & Corporate Services Sequis Life, Agustina Samara, menegaskan bahwa literasi keuangan adalah langkah preventif yang krusial bagi karyawan untuk membangun masa depan yang stabil.

baca juga

“Kesehatan finansial bukan hanya soal besar kecilnya penghasilan, tetapi juga bagaimana seseorang mampu mengelola prioritas, mengambil keputusan secara bijak, dan membangun ketenangan untuk masa depan,” ujar perempuan yang akrab disapa Tina ini.

Tina menambahkan bahwa di tengah gempuran tren gaya hidup dan kemudahan pinjaman instan, kecerdasan finansial sangat penting dimiliki oleh karyawan di semua level jabatan. Ketika kondisi finansial sehat, karyawan dapat bekerja dengan pikiran yang lebih tenang, fokus, dan mampu memberikan performa terbaik bagi perusahaan.

Strategi Keluar dari Jebakan Finansial Konsumtif

Financial Planner, Maryadi Santana CFP®, QWP® membahas pentingnya membangun financial wellness (dok. Sequis)
Financial Planner, Maryadi Santana CFP®, QWP® membahas pentingnya membangun financial wellness (dok. Sequis)

Dalam acara yang sama, Financial Planner Maryadi Santana CFP®, QWP®, turut membedah strategi praktis agar karyawan tidak terjebak dalam ilusi kemudahan digital. Ia mengingatkan bahwa di balik kepraktisan pinjol, ada risiko besar yang mengintai jika tidak dikelola dengan matang, mulai dari bunga dan denda yang tinggi, risiko kebocoran data pribadi, hingga tekanan mental yang mengganggu kehidupan profesional.

Menurut Maryadi, langkah paling mendasar untuk menjadi karyawan yang bijak finansial meliputi:

1. Disiplin Budgeting: Menentukan anggaran yang ketat sejak awal menerima gaji dan mematuhinya.
Membedakan Kebutuhan vs Keinginan: Menahan diri dari perilaku konsumtif yang sifatnya impulsif atau sekadar demi gengsi sosial.
2. Membangun Dana Darurat: Memiliki simpanan khusus agar tidak perlu beralih ke pinjaman instan saat menghadapi situasi mendesak.
3. Strategi Pelunasan Utang: Jika sudah memiliki komitmen utang, karyawan diajarkan menggunakan metode sederhana seperti metode snowball (melunasi utang dari nominal terkecil) serta melakukan audit pengeluaran pribadi secara berkala.

“Pinjaman online sering terlihat sebagai solusi cepat untuk kebutuhan sesaat. Namun, dampaknya dapat dirasakan dalam jangka panjang apabila melebihi kemampuan bayar. Kita harus lebih cermat dalam memilih sumber pendanaan,” tutup Maryadi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Diduga Terlibat Suap Izin WNA, Segini Gaji dan Fasilitas Wah Wakil Menteri Imipas Silmy Karim

Diduga Terlibat Suap Izin WNA, Segini Gaji dan Fasilitas Wah Wakil Menteri Imipas Silmy Karim

Lifestyle | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:38 WIB

TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan

TASPEN Cepat Kilat, 99 Persen Pensiunan Terima Gaji Ke-13 di Hari Pertama Tanpa Potongan

Bisnis | Rabu, 03 Juni 2026 | 22:13 WIB

Gaji Dosen Terendah di Asia, Pendidikan Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja

Gaji Dosen Terendah di Asia, Pendidikan Indonesia Sedang Tidak Baik-baik Saja

Your Say | Selasa, 02 Juni 2026 | 13:11 WIB

Terkini

Sekjen Kementerian ATR/BPN Diperiksa KPK Terkait Kasus Suhardiman Amby

Sekjen Kementerian ATR/BPN Diperiksa KPK Terkait Kasus Suhardiman Amby

Riau | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:06 WIB

11 Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG Mattelast untuk Bibir Gelap, Cuma Rp55 Ribuan Sepaket

11 Rekomendasi Ombre Lip Cream OMG Mattelast untuk Bibir Gelap, Cuma Rp55 Ribuan Sepaket

Lifestyle | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:05 WIB

Siasat Produsen Ban Gajah Tunggal Bertahan dari Lonjakan Biaya Produksi

Siasat Produsen Ban Gajah Tunggal Bertahan dari Lonjakan Biaya Produksi

Otomotif | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:05 WIB

Berawal dari Hobi Main Game, Konten Kreator Sahrul Agusti Kini Jadi Pengusaha Digital

Berawal dari Hobi Main Game, Konten Kreator Sahrul Agusti Kini Jadi Pengusaha Digital

Entertainment | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:04 WIB

Mafia Internasional Diburu, Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Dibongkar

Mafia Internasional Diburu, Penyelundupan 3 Ton Sisik Trenggiling ke Kamboja Dibongkar

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:02 WIB

Kejanggalan di Laporan Keuangan PT Pos, Ada Penyesuaian Hingga Rp9 Triliun

Kejanggalan di Laporan Keuangan PT Pos, Ada Penyesuaian Hingga Rp9 Triliun

Bisnis | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:02 WIB

Dubliners: Kisah 15 Cerpen yang Mengungkap Sisi Gelap Kehidupan Dublin

Dubliners: Kisah 15 Cerpen yang Mengungkap Sisi Gelap Kehidupan Dublin

Your Say | Kamis, 23 Juli 2026 | 18:00 WIB

Presiden Prabowo Sindir Pakar: Ribuan Triliun Menguap Diam, MBG Malah Dikritik

Presiden Prabowo Sindir Pakar: Ribuan Triliun Menguap Diam, MBG Malah Dikritik

Video | Kamis, 23 Juli 2026 | 17:55 WIB

Prihatin Nasib Korban, Dude Harlino Inisiatif Kembalikan Honor Rp5,25 M dari PT DSI ke Bareskrim

Prihatin Nasib Korban, Dude Harlino Inisiatif Kembalikan Honor Rp5,25 M dari PT DSI ke Bareskrim

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 17:48 WIB

Jadi Deputi Pengawasan BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel

Jadi Deputi Pengawasan BGN, Ketut Sumedana Tak Lagi Jabat Kajati Sumsel

News | Kamis, 23 Juli 2026 | 17:46 WIB

×