Berapa Ancaman Hukuman Penjara Dadan Hindayana yang Korupsi MBG?

Ruth Meliana

Kamis, 04 Juni 2026 | 15:15 WIB
Berapa Ancaman Hukuman Penjara Dadan Hindayana yang Korupsi MBG?
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana (Antara)
baca 10 detik
  • Kejaksaan Agung menetapkan Dadan Hindayana bersama dua rekannya sebagai tersangka korupsi program Makan Bergizi Gratis pada 3 Juni 2026.
  • Para tersangka diduga melakukan mark-up pengadaan barang dan intervensi kewenangan yang merugikan keuangan negara hingga mencapai triliunan rupiah.
  • Dadan Hindayana terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara berdasarkan pasal tindak pidana korupsi dalam undang-undang KUHP yang baru.

Suara.com - Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pentapan tersangka ini dilakukan oleh Kejaksaan Agung pada Rabu, 3 Juni 2026.

Kasus korupsi MBG ini mencuat sehari setelah Presiden Prabowo Subianto mencopot Dadan Hindayana sebagai Kepala BGN. Lantas, berapa ancaman hukuman penjara Dadan Hindayana yang korupsi MBG?

Kronologi Kasus Korupsi MBG oleh Dadan Hindayana

Kepala BGN Dadan Hindayana (bgn.go.id)
Kepala BGN Dadan Hindayana (bgn.go.id)

Dadan Hindayana ditetapkan sebagai tersangkan bersama dua mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung. Mereka diduga terlibat dalam penyimpangan besar-besaran yang merugikan keuangan negara dalam program MBG.

Program MBG sendiri merupakan inisiatif ambisius pemerintahan Prabowo untuk menyediakan makan bergizi gratis bagi puluhan juta anak sekolah dan kelompok rentan. Anggaran yang dialokasikan sangat besar: sekitar Rp85,7 triliun pada 2025 dan Rp286 triliun pada 2026 dari APBN.

Badan Gizi Nasional bertugas sebagai ujung tombak pelaksanaan program ini, termasuk pengelolaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG.

Menurut Kejagung, modus yang dilakukan ketiga tersangka meliputi mark-up pengadaan barang dan jasa yang tidak sesuai kebutuhan. Contohnya, pengadaan 21.801 unit motor listrik senilai sekitar Rp1 triliun, serta pengadaan televisi, sepatu, dan barang lainnya yang dinilai tidak relevan dengan operasional program gizi.

Selain itu, diduga ada intervensi terhadap Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dalam menyusun Kerangka Acuan Kerja (KAK), serta afiliasi dengan yayasan-yayasan mitra SPPG yang meraup keuntungan tidak wajar.

Kejagung belum mengumumkan secara resmi besaran kerugian negara, tetapi disebutkan berpotensi mencapai triliunan rupiah mengingat skala pengadaan yang dilakukan.

baca juga

Dadan dan koleganya diduga melakukan persekongkolan untuk menguntungkan pihak tertentu, termasuk menerima aliran dana dari yayasan mitra. Kasus ini menjadi pukulan telak bagi citra program MBG yang sebelumnya sudah diwarnai isu keracunan makanan dan pembengkakan biaya.

Ancaman Hukuman Penjara Dadan Hindayana

Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/bar]
Tersangka dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana berada di dalam mobil tahanan di Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/bar]

Dadan Hindayana dikenakan pasal berlapis dari Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) baru, yaitu Pasal 603 dan Pasal 604 juncto Pasal 20 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Pasal-pasal ini mengatur tentang tindak pidana korupsi dalam bentuk penyimpangan pengelolaan keuangan negara, penyalahgunaan wewenang, serta gratifikasi.

Ancaman hukumannya cukup berat. Berdasarkan ketentuan KUHP baru dan praktik penanganan kasus korupsi serupa di Indonesia:

  • Pidana penjara maksimal bisa mencapai 20 tahun untuk kasus korupsi dengan kerugian negara dalam skala besar.
  • Denda pidana juga dikenakan, biasanya ratusan juta hingga miliaran rupiah.
  • Kemungkinan tambahan pencabutan hak politik dan perampasan aset hasil korupsi.

Meski ancaman hukumannya tinggi, vonis akhir bergantung pada proses persidangan, pembuktian di pengadilan, dan pertimbangan hakim. Saat ini Dadan baru berstatus tersangka dan ditahan di rutan Kejagung.

Dampak dan Respons Publik

Kasus ini memicu kemarahan publik karena MBG adalah program prioritas nasional yang diharapkan mengatasi stunting dan masalah gizi.

Banyak pihak menuntut hukuman maksimal agar menjadi efek jera. Legislator dari PDIP, misalnya, mendesak agar Dadan dkk dihukum seberat-beratnya.

Di sisi lain, kasus ini menunjukkan komitmen Kejagung dan pemerintah untuk membersihkan internal program strategis.

Presiden Prabowo sendiri langsung mencopot Dadan begitu ada indikasi pelanggaran, menandakan zero tolerance terhadap korupsi di program rakyat.

Pada intinya, ancaman hukuman penjara bagi Dadan Hindayana bisa mencapai 20 tahun penjara ditambah denda, meskipun vonis pasti baru akan ditentukan pengadilan. Kasus korupsi MBG ini menjadi pengingat bahwa program kesejahteraan rakyat harus diawasi ketat agar tidak disalahgunakan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Berapa Korupsi Dadan Hindayana? Eks Kepala BGN yang Jadi Tersangka Suap MBG

Berapa Korupsi Dadan Hindayana? Eks Kepala BGN yang Jadi Tersangka Suap MBG

Lifestyle | Kamis, 04 Juni 2026 | 11:32 WIB

Terkini

Ironi Retret Magelang, 16 Kepala Daerah Tetap Kena OTT KPK Meski Sudah Dibriefing Prabowo

Ironi Retret Magelang, 16 Kepala Daerah Tetap Kena OTT KPK Meski Sudah Dibriefing Prabowo

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:06 WIB

5 Tips Memilih Loose Powder yang Aman untuk Kulit Berjerawat, Hasil Flawless Tanpa Iritasi

5 Tips Memilih Loose Powder yang Aman untuk Kulit Berjerawat, Hasil Flawless Tanpa Iritasi

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:05 WIB

Pakai Dokumen Palsu untuk Izin Tinggal, 10 WNA Investor Bodong Segera Diadili

Pakai Dokumen Palsu untuk Izin Tinggal, 10 WNA Investor Bodong Segera Diadili

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:04 WIB

Transformasi Danantara Dongkrak Laba Pelindo 60 Persen pada Semester I 2026

Transformasi Danantara Dongkrak Laba Pelindo 60 Persen pada Semester I 2026

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:01 WIB

Pedri Percepat Persiapan Musim Baru, Jalani Program Latihan Mandiri Selama Liburan

Pedri Percepat Persiapan Musim Baru, Jalani Program Latihan Mandiri Selama Liburan

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 21:01 WIB

Kapten Kriket India: Warisan Lionel Messi Tak Bisa Dinilai dari Satu Laga Final

Kapten Kriket India: Warisan Lionel Messi Tak Bisa Dinilai dari Satu Laga Final

Bola | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:55 WIB

Daftar Developer dan Skema Bunga KPR Murah di BRI x REI Expo Semarang

Daftar Developer dan Skema Bunga KPR Murah di BRI x REI Expo Semarang

Bisnis | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:46 WIB

BGN Tegaskan Motor Listrik SPPG Bukan Barang Korupsi, Bakal Dihibahkan ke Lembaga Lain

BGN Tegaskan Motor Listrik SPPG Bukan Barang Korupsi, Bakal Dihibahkan ke Lembaga Lain

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:45 WIB

5 Cara Memilih Lipstik yang Cocok untuk Acara Formal dan Casual

5 Cara Memilih Lipstik yang Cocok untuk Acara Formal dan Casual

Lifestyle | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:45 WIB

Jangan Cuma Blokir Situs, Aktivis Pemuda Dukung Komdigi Sikat Habis Ekosistem Judol

Jangan Cuma Blokir Situs, Aktivis Pemuda Dukung Komdigi Sikat Habis Ekosistem Judol

News | Selasa, 21 Juli 2026 | 20:39 WIB

×