Ketika Ketahanan Pangan Dimulai dari Kebun Warga hingga Dapur Keluarga

Vania Rossa

Kamis, 04 Juni 2026 | 22:40 WIB
Ketika Ketahanan Pangan Dimulai dari Kebun Warga hingga Dapur Keluarga
Ilustrasi kebun komunitas; ketahanan pangan (dok. ist)
baca 10 detik
  • PepsiCo Indonesia menerapkan strategi keberlanjutan melalui penguatan sektor pertanian, edukasi gizi, dan pengelolaan lingkungan untuk membangun ketahanan pangan.
  • Program Kebun Komunitas di Kabupaten Bekasi memberikan pelatihan keterampilan budi daya, literasi keuangan, serta ekonomi bagi masyarakat sekitar.
  • Pendampingan petani kentang serta pengelolaan limbah kemasan perusahaan berhasil meraih penghargaan TOP CSR Awards tahun 2026.

Suara.com - Ketahanan pangan sering kali dipahami sebatas upaya meningkatkan hasil panen. Padahal, persoalan pangan jauh lebih kompleks, mulai dari kemampuan petani menghasilkan bahan baku, akses masyarakat terhadap pangan bergizi, hingga pengelolaan limbah agar sumber daya tetap berkelanjutan.

Pendekatan yang menghubungkan seluruh rantai tersebut kini semakin banyak diterapkan dalam berbagai program pemberdayaan masyarakat.

Salah satunya dilakukan PepsiCo Indonesia melalui sejumlah inisiatif yang menggabungkan penguatan sektor pertanian, edukasi gizi, hingga pengelolaan lingkungan sebagai bagian dari strategi keberlanjutannya.

Director of Government Affairs, Corporate Communications, and Sustainability PepsiCo Indonesia, Gabrielle Angriani Johny, mengatakan ketahanan pangan tidak bisa dibangun hanya dari satu sisi.

Menurutnya, masyarakat perlu memiliki akses terhadap pengetahuan, keterampilan, dan peluang ekonomi agar mampu menciptakan sistem pangan yang lebih mandiri.

Salah satu program yang dikembangkan adalah Kebun Komunitas Desa Sukamahi di Kabupaten Bekasi.

Program ini dirancang sebagai pusat pembelajaran berbasis masyarakat yang mengajarkan berbagai keterampilan, mulai dari budidaya sayuran, hidroponik, budi daya ikan lele, literasi keuangan, kewirausahaan, hingga edukasi gizi keluarga.

Dalam enam bulan pelaksanaannya, kebun komunitas tersebut telah menyelenggarakan 11 pelatihan yang diikuti 321 peserta. Sekitar 80 persen pesertanya merupakan perempuan, yang diharapkan menjadi motor penggerak ketahanan pangan di tingkat keluarga.

Tak hanya menjadi sarana belajar, kebun tersebut juga menghasilkan panen sayuran dan ikan lele yang dimanfaatkan untuk konsumsi warga maupun dijual sebagai tambahan penghasilan.

baca juga

Ke depan, program ini akan dikembangkan dengan melibatkan Posyandu untuk mendukung upaya pencegahan stunting, peningkatan gizi masyarakat, serta pemberdayaan perempuan.

Selain membangun ketahanan pangan di tingkat masyarakat, PepsiCo Indonesia juga memperkuat sisi hulu melalui Lay's Grower Connect, program pendampingan petani kentang di Garut, Kabupaten Bandung, dan Bandung Barat.

Melalui pelatihan praktik pertanian berkelanjutan, petani didorong menggunakan pupuk secara lebih efisien sehingga produktivitas meningkat tanpa mengabaikan aspek lingkungan.

Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan rantai pasok pangan yang lebih tangguh sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani lokal.

Di sisi lain, perusahaan juga menjalankan program edukasi di sekolah sekitar wilayah operasional melalui renovasi fasilitas belajar, perpustakaan, UKS, sarana olahraga, hingga penyediaan perangkat pendukung pembelajaran.

Aspek lingkungan pun menjadi bagian dari strategi tersebut, termasuk melalui pengumpulan dan pendaurulangan sampah kemasan pascakonsumsi sebagai bagian dari upaya mengurangi limbah plastik.

Atas berbagai inisiatif tersebut, PepsiCo Indonesia meraih TOP CSR Awards 2026. Dewan juri menilai program yang dijalankan tidak hanya berfokus pada kegiatan sosial, tetapi juga terhubung dengan bisnis inti perusahaan sehingga mampu menciptakan dampak jangka panjang.

Menurut Dewan Juri TOP CSR Awards 2026, Thendri Supriatno, program tanggung jawab sosial akan memberikan manfaat lebih besar ketika dibangun berdasarkan kompetensi utama perusahaan.

"Yang ideal adalah bagaimana kegiatan CSR berbasis core business dan core competence sehingga mampu memberikan dampak yang lebih besar. Pendekatan mulai dari pengembangan petani kentang hingga pengelolaan kemasan pascakonsumsi menjadi contoh yang menarik," ujarnya.

Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa membangun ketahanan pangan tidak hanya soal meningkatkan produksi, tetapi juga menciptakan ekosistem yang melibatkan petani, keluarga, sekolah, dan lingkungan agar sistem pangan menjadi lebih berkelanjutan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Anjlok hingga 13 Persen, Minyak Goreng dan Gula Justru Naik

Harga Pangan Hari Ini: Cabai Anjlok hingga 13 Persen, Minyak Goreng dan Gula Justru Naik

Bisnis | Selasa, 14 Juli 2026 | 10:35 WIB

Harga Cabai Turun, Daging Ayam dan Sapi Malah Naik di Pasar Tradisional

Harga Cabai Turun, Daging Ayam dan Sapi Malah Naik di Pasar Tradisional

Bisnis | Senin, 13 Juli 2026 | 08:35 WIB

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Harga Pangan Nasional: Cabai dan Bawang Merah Turun, Daging Ayam Ras Naik

Bisnis | Minggu, 12 Juli 2026 | 11:10 WIB

Terkini

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Satu Kartu BCA-Blibli Tiket, Reward dari Belanja hingga Travel

Foto | Senin, 14 September 2026 | 05:00 WIB

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Awal Sempurna Indonesia di AMNC 2026, Bangladesh Dilumat 8-1

Bola | Senin, 14 September 2026 | 04:00 WIB

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jejak Dini Hari di TPA Galuga, Kala Bupati Bogor dan Tim Gabungan Bertarung Menundukkan Bara Api

Jabar | Senin, 14 September 2026 | 02:22 WIB

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Minifootball Asia Bergulir di Jakarta, 10 Negara Bersaing jadi yang Terbaik

Bola | Senin, 14 September 2026 | 00:29 WIB

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit

Sumsel | Minggu, 13 September 2026 | 23:10 WIB

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Kabut Jadi Kendala, Pencarian 5 Jurnalis-3 Kru Kapal Hilang di GAK Masih Nihil

Banten | Minggu, 13 September 2026 | 21:43 WIB

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

Kapal Virgo Transport 8 Terbalik, Tim SAR Perketat Pencarian via Udara

News | Minggu, 13 September 2026 | 21:20 WIB

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Emil Audero Orang Indonesia Pertama Lawan Real Madrid, Pelatih Rayo Puji Setinggi Langit

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

36 Peraih Super Tiket PB Djarum 2026 Bersiap Jalani Karantina, Mentalitas Diuji

Sport | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Piala Soeratin Jabar 2026 Tuntas, Sepakbola Dipadukan dengan Wisata, Budaya hingga UMKM

Bola | Minggu, 13 September 2026 | 21:13 WIB

×