- Sosok Chatib Basri ramai diisukan bakal kembali menjabat Menkeu Purbaya.
- Ekonom senior tersebut memiliki latar belakang pendidikan sangat mentereng.
- Chatib Basri sempat dipercaya menjaga stabilitas ekonomi nasional dari krisis global.
Selama di Australia, ia juga sempat menjadi asisten peneliti untuk ekonom ternama, Prof. Hal Hill.
Penyelamat Ekonomi di Masa 'Taper Tantrum'
Karier Chatib di pemerintahan dimulai sebagai teknokrat di belakang layar, mulai dari Penasihat Khusus Menteri Keuangan (2006-2010) hingga menjadi perwakilan Indonesia (Sherpa) di forum G-20.
Puncak kariernya di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dimulai saat ia ditunjuk sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) pada 2012.
Setahun kemudian, pada 21 Mei 2013, ia dilantik menjadi Menteri Keuangan menggantikan Agus Martowardojo.
Prestasi yang paling diingat adalah ketenangannya menjaga stabilitas ekonomi Indonesia saat dihantam badai Taper Tantrum, gejolak pasar keuangan global akibat kebijakan moneter Amerika Serikat pada periode 2013-2014.
Di bawah komandonya, fiskal Indonesia tetap kredibel dan kepercayaan investor terjaga.
Laris Manis di Level Internasional dan Korporasi
Setelah tidak lagi menjabat menteri, kualitas Chatib Basri tetap diakui dunia.
Ia kerap menjadi konsultan bagi lembaga-lembaga raksasa dunia, seperti:
- World Bank (Bank Dunia)
- IMF (International Monetary Fund)
- Asian Development Bank (ADB)
- OECD dan UNCTAD
Tak hanya itu, ia juga dipercaya memegang jabatan mentereng di berbagai perusahaan besar.
Saat ini, Chatib menjabat sebagai Komisaris Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dan Presiden Komisaris PT XL Axiata Tbk.
Chatib Basri juga menduduki posisi sebagai anggota Dewan Ekonomi Nasional (DEN) yang dilantik pada 5 November 2024 lalu.
Dengan segudang pengalaman sebagai akademisi, mantan menteri, hingga pimpinan korporasi, tak heran jika namanya kini santer diisukan bakal kembali menakhodai Kementerian Keuangan.