- Parfum dan cologne sama-sama digunakan untuk memberikan aroma harum dan meningkatkan rasa percaya diri.
- Keduanya berbeda dalam konsentrasi minyak aroma, intensitas wangi, serta daya tahan saat digunakan di kulit.
- Secara umum, parfum memiliki konsentrasi aroma lebih tinggi sehingga wanginya cenderung lebih kuat dan tahan lama dibanding cologne.
Suara.com - Parfum dan cologne merupakan dua jenis wewangian yang sering digunakan untuk menunjang penampilan dan meningkatkan rasa percaya diri.
Meski sama-sama berfungsi memberikan aroma harum pada tubuh, keduanya merupakan produk yang berbeda.
Perbedaan keduanya tidak hanya terletak pada nama, tapi juga pada konsentrasi minyak aroma, intensitas wangi, dan daya tahannya di kulit.
Lalu, apa perbedaan parfum dan cologne? Dan, mana yang lebih tahan lama antara parfum dan cologne?
Melansir laman Sensatia, Kino, dan beragam sumber resmi lain, berikut penjelasan soal beda parfum dan cologne agar tidak salah memilih wewangian.

1. Perbedaan Konsentrasi Minyak Wangi
Perbedaan utama antara parfum dan cologne terletak pada konsentrasi minyak wanginya.
Parfum memiliki kandungan minyak esensial yang jauh lebih tinggi, umumnya berkisar antara 15-40 persen. Sedangkan cologne hanya sekitar 2-5 persen.
Konsentrasi inilah yang memengaruhi kekuatan aroma saat digunakan. Semakin tinggi kandungan minyak wangi, semakin pekat dan kuat aroma yang dihasilkan ketika menempel di kulit.
2. Ketahanan Aroma saat Dipakai
Jika berbicara soal daya tahan, parfum jelas lebih unggul dibandingkan cologne.
Berkat konsentrasi minyak wanginya yang tinggi, aroma parfum dapat bertahan sekitar 6 hingga 12 jam, bahkan lebih lama pada beberapa jenis parfum tertentu.
Sebaliknya, cologne memiliki aroma yang lebih ringan sehingga cenderung cepat menguap. Umumnya, wangi cologne hanya bertahan sekitar 2 hingga 3 jam dan perlu diaplikasikan ulang beberapa kali dalam sehari.
3. Intensitas Aroma yang Dihasilkan
Parfum dikenal memiliki aroma yang lebih kuat dan lebih terasa sejak pertama kali disemprotkan.