- Revita Pratiwi dari Pupuk Kaltim berhasil menyeimbangkan karier profesional sebagai inovator distribusi pupuk dengan tanggung jawab sosial.
- Revita berkontribusi mengembangkan sistem distribusi pupuk digital serta memenangkan penghargaan Women in Digital Technology pada tahun 2022.
- Dedikasi Revita dalam mengelola organisasi Marching Band Pupuk Kaltim berhasil membawa mereka meraih prestasi tingkat internasional di Thailand.
Suara.com - Di era modern, perempuan sering kali dihadapkan pada tantangan untuk mampu menyeimbangkan berbagai peran yang menuntut dedikasi tinggi. Di satu sisi, mereka dituntut untuk memiliki presisi, ketangguhan, dan rasionalitas dalam membangun karier profesional di dunia kerja. Di sisi lain, tidak jarang ada panggilan jiwa untuk tetap berkontribusi merawat, mendampingi, dan membina lingkungan sosial di komunitasnya.
Mencapai titik keseimbangan antara rutinitas pekerjaan yang kompleks dan tanggung jawab sosial yang humanis tentu bukanlah hal yang mudah. Di balik sebuah harmoni proses operasional yang berjalan selaras, baik di sebuah organisasi maupun di lingkungan masyarakat, biasanya selalu ada sosok pekerja keras yang bergerak di balik layar. Keberhasilan dalam menjalankan peran ganda ini sering kali bergantung pada seberapa suportif lingkungan tempat mereka berada untuk terus berkembang melampaui zona nyaman.
Harmoni peran yang selaras tersebut secara nyata tercermin pada sosok Revita Pratiwi. Sebagai karyawan di Departemen Pengelolaan Pelanggan, Kompartemen Mitra Bisnis dan Pelabuhan, PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), ia membuktikan diri mampu mengawal dua ruang kontribusi yang berbeda. Revita menjadi roda penggerak inovasi sistem distribusi pupuk nasional, sekaligus menjadi pendamping dalam pembinaan generasi muda melalui Marching Band Pupuk Kaltim (MBPKT).
Lompatan dari Laboratorium ke Inovasi Digital
Perjalanan Revita di perusahaan produsen pupuk urea terbesar di Asia Tenggara itu bermula pada 2008 sebagai staf Departemen Laboratorium. Menghabiskan waktu bertahun-tahun di laboratorium menuntutnya untuk memiliki kedisiplinan, ketelitian, dan kepekaan tinggi terhadap akurasi data. Bekal dari pekerjaan yang lekat dengan natrium klorida ini membawanya berani melompat dari zona nyaman pada 2016, saat ia dipercaya bergabung dalam tim proyek Distribution Planning and Control System (DPCS).
Di proyek ini, Revita harus mengelola data, memantau anggaran, hingga mengembangkan mock-up aplikasi dasbor inovatif untuk merespons kebutuhan stok pupuk di berbagai daerah.
"Distribusi pupuk ternyata sangat kompleks seperti ‘jaring laba-laba’, karena melibatkan banyak divisi dan jaringan distribusi yang sangat luas," tuturnya.
Kerja keras ini membawa tim DPCS meraih predikat Gold di ajang International Convention on QC Circle di Jepang pada 2019. Ia kemudian ditunjuk sebagai Project Management Officer (PMO) di tingkat holding PT Pupuk Indonesia (Persero) pada 2020 dan memenangkan penghargaan Women in Digital Technology pada 2022.
Harmoni Manajerial dan Kepedulian Sosial
Ketangguhan manajerial Revita di kantor ternyata sejalan dengan dedikasi sosialnya di luar jam kerja. Ia mendedikasikan waktunya sebagai sekretaris MBPKT, organisasi pembinaan generasi muda yang beranggotakan ratusan pelajar SMP dan SMA dari Bontang. Ia menjadi penghubung yang harmonis antara pengurus, pelatih, anggota, serta para orang tua.
Sentuhan empati kepemimpinannya terlihat jelas ketika MBPKT diundang tampil di Istana Negara pada 2013. Saat itu, jadwal latihan yang padat memicu kekhawatiran para orang tua karena bertepatan dengan masa ujian sekolah. Alih-alih mengabaikan kekhawatiran tersebut, Revita bersama pengurus memastikan para anggota mendapat pendampingan akademik sehingga prestasi sekolah dan marching band tetap berjalan seimbang.
Dedikasi di balik layar ini turut mengantarkan MBPKT naik ke level dunia. Pada 2025, MBPKT menjadi satu-satunya wakil Indonesia yang menyapu bersih tiga gelar prestisius di ajang Thailand World Music Championships dan meraih The Gold Level yang mengantarkan mereka ke kategori World Class.
"Bagi saya, MBPKT bukan hanya soal musik atau kompetisi, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan kepercayaan diri bagi anak muda Bontang,” ujar Revita memaknai pencapaian tersebut.
Ia menyadari bahwa kemampuannya menyeimbangkan kedua dunia ini tidak terlepas dari privilege berupa dukungan manajemen Pupuk Kaltim dan soliditas tim yang selalu memberinya kepercayaan untuk terus belajar dan mengambil peran.
