Krisis Iklim Bikin Ruang Kelas Makin Panas: Ngaruh ke Konsentrasi Siswa?

Bimo Aria Fundrika

Minggu, 07 Juni 2026 | 13:12 WIB
Krisis Iklim Bikin Ruang Kelas Makin Panas: Ngaruh ke Konsentrasi Siswa?
Lorong sekolah (Pexels/Pew Nguyen)

Suara.com - Perubahan iklim global terus mendorong lonjakan suhu ekstrem di berbagai belahan dunia, termasuk Afrika bagian selatan. Fenomena global ini menciptakan tantangan baru di sektor pendidikan, di mana ruang kelas yang seharusnya menjadi tempat aman bagi anak-anak untuk menuntut ilmu, kini justru berubah menjadi lingkungan yang sangat panas dan berisiko memengaruhi kesehatan serta kemampuan belajar anak-anak secara langsung.

Berdasarkan laporan yang dikutip dari Phys.org, ruang kelas yang panas dapat memengaruhi konsentrasi, daya ingat, perilaku, dan keberhasilan akademis. Sementara itu, kesehatan fisik dan mental juga turut terganggu, terutama di sekolah-sekolah dengan ventilasi buruk, ruang kelas yang terlalu padat, dan akses yang terbatas terhadap air minum.

Dampak Suhu Tinggi terhadap Pembelajaran dan Kesehatan

Penelitian dari South African Medical Research Council dan University of Johannesburg menunjukkan bahwa suhu ruangan di atas 25 derajat Celsius berkorelasi dengan peningkatan angka ketidakhadiran siswa. Di Johannesburg, hampir seluruh anak yang diteliti melaporkan penurunan tingkat konsentrasi akibat panas. Secara biologis, anak-anak lebih rentan mengalami dehidrasi dan kesulitan mengatur suhu tubuh dibanding orang dewasa.

Selain menurunkan fokus dan daya ingat, paparan suhu ekstrem di dalam kelas turut memicu gangguan fisik seperti sakit kepala, pusing, kelelahan, dan stres akibat panas. Kondisi malam hari yang panas juga mengganggu tidur siswa. Hal ini berdampak pula pada performa mereka keesokan harinya. Dampak negatif ini tidak hanya dialami siswa, tetapi juga para guru yang dengan keluhan sama dalam gangguan fisik dan penurunan kemampuan untuk mengajar secara efektif.

Kesenjangan Infrastruktur Antara Ruang Kelas Pedesaan dan Perkotaan

Kondisi bangunan sekolah turut memperparah situasi. Banyak ruang kelas menjadi perangkap panas karena penggunaan atap logam bergelombang serta buruknya isolasi dan aliran udara. Namun, beban ini tidak tersebar merata. Data penelitian membandingkan sekolah di perkotaan dan pedesaan.

Hasilnya, sekolah perkotaan mencatat suhu rata-rata harian maksimum 32 derajat Celsius, sedangkan sekolah pedesaan mencapai 42 derajat Celsius. Penggunaan kipas angin dinilai efektif di wilayah perkotaan, tetapi tidak efektif di ruang kelas pedesaan. Di sisi lain, kerusakan atau bangunan sekolah di pedesaan yang tidak memiliki langit-langit, membuat suhunya jauh lebih tinggi.

Ruang kelas perkotaan tercatat lebih mampu mempertahankan suhu nyaman di kisaran 25 derajat Celsius hingga 28 derajat Celsius. Kesenjangan fasilitas ini, ditambah dengan kelangkaan akses air minum di beberapa area, turut memperlebar jarak kualitas pendidikan dan kesehatan antarwilayah.

baca juga

Kebutuhan Langkah Adaptasi Sekolah

Untuk menghadapi tren suhu yang terus meningkat, peneliti mengusulkan sistem pendidikan harus melakukan adaptasi infrastruktur dan kebijakan. Langkah praktis yang dapat diambil meliputi perbaikan ventilasi, penanaman pohon peneduh, penggunaan bahan atap sejuk, dan penyediaan air bersih. Selain itu, diperlukan fleksibilitas jadwal aktivitas luar ruangan, penerapan sistem peringatan dini cuaca panas, serta pelatihan bagi staf sekolah untuk mengenali gejala penyakit akibat panas.

Yang terpenting dari itu semua adalah anak-anak dan kaum muda harus dilibatkan dalam perencanaan adaptasi iklim. Mereka adalah orang-orang yang sudah merasakan dampak perubahan iklim secara langsung.

Penulis: Vicka Rumanti 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Gubernur Ahmad Luthfi Ingin Pemerataan Pendidikan di Lereng Gunung Sumbing dan Merbabu

Gubernur Ahmad Luthfi Ingin Pemerataan Pendidikan di Lereng Gunung Sumbing dan Merbabu

News | Rabu, 03 Juni 2026 | 19:20 WIB

Nanik S Deyang Lulusan Mana? Ini Pendidikan Kepala BGN yang Baru

Nanik S Deyang Lulusan Mana? Ini Pendidikan Kepala BGN yang Baru

Lifestyle | Rabu, 03 Juni 2026 | 17:20 WIB

Kenapa HP Cepat Panas? Ketahui Penyebab Umum dan Cara Mengatasinya

Kenapa HP Cepat Panas? Ketahui Penyebab Umum dan Cara Mengatasinya

Tekno | Rabu, 03 Juni 2026 | 14:00 WIB

Terkini

Youri Tielemans Tak Sabar Main di Old Trafford Usai Gabung Manchester United

Youri Tielemans Tak Sabar Main di Old Trafford Usai Gabung Manchester United

Bola | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:48 WIB

Rahasia Lipat Gandakan Omzet Lewat Ekosistem AI dan GrabModal

Rahasia Lipat Gandakan Omzet Lewat Ekosistem AI dan GrabModal

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:44 WIB

Nanik S Deyang Mundur dari Ketua BGN, Apakah Dapat Tunjangan Seumur Hidup?

Nanik S Deyang Mundur dari Ketua BGN, Apakah Dapat Tunjangan Seumur Hidup?

Bisnis | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:43 WIB

Berangkat Cerdas: Mengubah Lelah Menjadi Faedah di Bangku Transportasi Umum

Berangkat Cerdas: Mengubah Lelah Menjadi Faedah di Bangku Transportasi Umum

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:41 WIB

Ulasan Novel Perundungan Maut, Pembalasan Dendam Para Korban Perundungan

Ulasan Novel Perundungan Maut, Pembalasan Dendam Para Korban Perundungan

Your Say | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:35 WIB

Samsung Hadirkan Bespoke AI Refrigerator, Revolusi Manajemen Dapur di Musim Sekolah 2026

Samsung Hadirkan Bespoke AI Refrigerator, Revolusi Manajemen Dapur di Musim Sekolah 2026

Tekno | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:33 WIB

Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut

Korupsi KBS Terungkap: Dana Perawatan Satwa Menguap ke Kantong Pribadi Dirut

Jatim | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:30 WIB

Usai Mundur, Nanik Spill Tipis-tipis Sosok Kepala BGN Baru: Siap Jewer kalau Menyimpang

Usai Mundur, Nanik Spill Tipis-tipis Sosok Kepala BGN Baru: Siap Jewer kalau Menyimpang

News | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:28 WIB

Weton Tulang Wangi Hari Apa? Ini Ciri-Ciri Kepribadiannya Menurut Primbon Jawa

Weton Tulang Wangi Hari Apa? Ini Ciri-Ciri Kepribadiannya Menurut Primbon Jawa

Lifestyle | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:25 WIB

Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi

Lampung Bersiap Jadi Rumah Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi

Lampung | Rabu, 22 Juli 2026 | 08:22 WIB

×