97 dari 104 Pertandingan Piala Dunia 2026 Akan Dilanda Cuaca Panas, Rusak Tempo Bermain

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 09 Juni 2026 | 14:30 WIB
97 dari 104 Pertandingan Piala Dunia 2026 Akan Dilanda Cuaca Panas, Rusak Tempo Bermain
Piala Dunia 2026 (Instagram.com/fifaworldcup)
baca 10 detik
  • Perubahan iklim memicu cuaca panas ekstrem pada 97 dari 104 laga Piala Dunia mendatang.

  • Suhu di atas 28 derajat Celsius menurunkan frekuensi lari cepat dan memperlambat pemulihan atlet.

  • Panas ekstrem mengancam keselamatan jiwa pemain sekaligus merusak kualitas taktik serta tempo pertandingan.

Suara.com - Ancaman nyata perubahan iklim kini merambah ke atas rumput hijau turnamen sepak bola terakbar sejagat Piala Dunia 2026. Krisis lingkungan ini diprediksi merusak kualitas kompetisi akibat lonjakan suhu udara yang tidak bersahabat bagi fisik manusia.

Riset terbaru yang dilaporkan Kyodo, melaporkan bahwa mayoritas pertandingan pada putaran final mendatang akan diguyur gelombang panas yang mengkhawatirkan. Kondisi tersebut memaksa para pesepak bola bertanding di bawah tekanan cuaca yang menguras energi.

Suhu tinggi di atas ambang batas normal dipastikan mengganggu kebugaran para pemain di lapangan. Dampak buruknya berkisar dari penurunan intensitas lari cepat hingga proses pemulihan fisik yang memakan waktu lebih lama.

Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)
Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)

Fenomena alam ini tidak hanya merugikan para aktor lapangan hijau yang memburu prestasi tertinggi. Keselamatan jiwa ribuan suporter di tribun stadium juga berada dalam intaian bahaya akibat sengatan panas.

Kondisi tersebut didapatkan setelah para ahli membandingkan tren iklim global saat ini dengan pemodelan bumi tanpa polusi. Hasilnya menunjukkan aktivitas merusak lingkungan oleh manusia mempercepat datangnya bencana bagi industri olahraga.

Timnas Jepang menjadi salah satu kontestan yang bakal langsung merasakan ujian berat ini di fase grup. Skuad Samurai Biru harus bersiap menghadapi atmosfer ekstrem pada tiga laga awal mereka.

Probabilitas terjadinya lonjakan suhu menyengat bagi Jepang menyentuh angka 95 persen saat bersua Belanda di Dallas. Angka risiko tersebut tetap bertahan tinggi pada pertandingan-pertandingan krusial berikutnya.

Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)
Piala Dunia 2026 (dok. FIFA)

Ketika menghadapi Tunisia di Monterrey, peluang terjadinya panas ekstrem dilaporkan berada pada level 79 persen. Sementara itu, duel penutup grup melawan Swedia memuncaki risiko dengan persentase mencapai 98 persen.

Peningkatan statistik kelayakan cuaca yang memburuk ini tercatat melonjak drastis akibat efek pemanasan global. Lompatan risiko paling ekstrem diprediksi terjadi pada laga yang mempertemukan Uruguay dengan Spanyol di Guadalajara.

baca juga

Wilayah Meksiko tersebut akan menyaksikan lonjakan probabilitas panas sebesar 37 poin persentase hingga menyentuh angka 70 persen. Fakta ini menjadi alarm keras bagi tim medis masing-masing negara peserta.

"Bermain di suhu atas 28 celcius mengubah permainan - mempengaruhi taktik, tempo, dan kualitas secara keseluruhan," ujar Mike Tipton, profesor di University of Portsmouth sekaligus anggota tim analisis Climate Central.

"Kami melihat adanya penurunan intensitas, berkurangnya sprint, dan potensi lebih sedikitnya peluang yang tercipta."

Keluhan senada juga disuarakan oleh para aktor yang merumput langsung di lapangan hijau. Lonjakan suhu global dinilai merusak keindahan permainan yang mengandalkan kecepatan tinggi.

Pemain tim nasional Norwegia, Morten Thorsby, menambahkan, "Analisis ini memperjelas bahwa kenaikan suhu tidak hanya menjadi risiko kesehatan yang serius bagi pemain dan penggemar, tetapi juga mulai mempengaruhi kualitas permainan itu sendiri."

"Ketika panas berdampak pada kemampuan sprint, pemulihan, dan intensitas secara keseluruhan, hal itu mengubah cara sepak bola dimainkan - dan perubahannya tidak ke arah yang lebih baik," katanya menegaskan.

Gelaran Piala Dunia mendatang dijadwalkan berlangsung mulai 11 Juni hingga 19 Juli dengan tiga negara bertindak sebagai tuan rumah bersama. Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat akan membagi tempat penyelenggaraan untuk 104 pertandingan.

Analisis dari lembaga riset iklim nirlaba, Climate Central, menemukan cuaca panas ekstrem membayangi 97 pertandingan dari total laga tersebut. Kajian ini menjadi bukti ilmiah teranyar bahwa krisis iklim global berimbas langsung pada masa depan kompetisi olahraga internasional.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Skandal Prancis Jelang Piala Dunia 2026: Nama Mbappe Diduga Dijual ke Rumah Judi

Skandal Prancis Jelang Piala Dunia 2026: Nama Mbappe Diduga Dijual ke Rumah Judi

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:52 WIB

10 Pertandingan Fase Grup Piala Dunia 2026 yang Wajib Ditonton: dari Brasil, Prancis, hingga Jepang

10 Pertandingan Fase Grup Piala Dunia 2026 yang Wajib Ditonton: dari Brasil, Prancis, hingga Jepang

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:45 WIB

Doa Mengiringi Timnas Paraguay: Pesawat 'Dibaptis' Menuju Piala Dunia 2026

Doa Mengiringi Timnas Paraguay: Pesawat 'Dibaptis' Menuju Piala Dunia 2026

Bola | Selasa, 09 Juni 2026 | 13:44 WIB

Terkini

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Usia 35 Tahun Sudah Punya 5 SPBU, Herman Deru Ungkap Kebiasaan yang Mengubah Hidupnya

Sumsel | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:29 WIB

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

Terkuak! Pengemudi Alphard Arogan ke Satpam di Bundaran HI Ternyata Anggota Polda Jabar

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:16 WIB

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Napi Kasus Narkoba Pekanbaru Kabur saat Berobat, Petugas Pengawal ke Mana?

Riau | Jum'at, 24 Juli 2026 | 22:14 WIB

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Hinca Panjaitan Sebut Perkara Kredit Tak Layak Diproses sebagai Korupsi

Sumbar | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:58 WIB

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

Mahfud MD Bantah Kejagung soal Febrie: Tak Pernah Ada Pelimpahan Kasus Asabri dari Polisi

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:57 WIB

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Mengenal Profesi Mixologist, Peracik Minuman yang Kini Makin Diburu Industri F&B

Lifestyle | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:45 WIB

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Minta Rp4 Juta lalu Sita HP Korban! Modus Polisi Gadungan Terbongkar di Banyumas

Jawa Tengah | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:43 WIB

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Indonesia Masih Bergantung pada Obat Impor, Kemandirian Farmasi Jadi Tantangan

Health | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:35 WIB

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

Nekat Gelantungan di Pintu KRL saat Mabuk, Pria Ini Resmi Masuk Daftar Hitam KAI Commuter

News | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:25 WIB

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Proyek E10 Ambisius, Tapi Siapa Mau Pasok Tebu untuk Pemerintah?

Bisnis | Jum'at, 24 Juli 2026 | 21:22 WIB

×