Bukan Sekadar Teknologi, AI Ternyata Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia

Vania Rossa

Jum'at, 12 Juni 2026 | 21:33 WIB
Bukan Sekadar Teknologi, AI Ternyata Juga Bisa Tingkatkan Kualitas Hidup Manusia
Ilustrasi Artificial Intelligence (AI). [Unsplash]
baca 10 detik
  • BINAR dan Microsoft menyelenggarakan GARUDA AI Impact Summit 2026 di Jakarta untuk mendorong pemanfaatan teknologi AI secara inklusif.
  • Forum ini merayakan keberhasilan pelatihan AI bagi 145.000 ASN nasional guna meningkatkan produktivitas kerja di berbagai pelosok Indonesia.
  • Pemerintah menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk memastikan penggunaan AI tetap aman, beretika, serta bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

Suara.com - Pernahkah Anda menyadari betapa tipisnya batas antara fiksi ilmiah dan realitas kita saat ini? Jika beberapa tahun lalu kita hanya bisa mengagumi asisten virtual pintar di layar bioskop, kini teknologi tersebut sudah ada di genggaman tangan. Mulai dari mengetik pesan dibantu AI generatif di WhatsApp, hingga algoritma pintar yang menyusun playlist musik senada dengan suasana hati kita sehari-hari. Ya, AI bukan lagi konsumsi para pencinta teknologi di laboratorium sunyi, melainkan bagian dari gaya hidup modern kita.

Namun, di tengah gegap gempita adopsi teknologi yang super cepat ini, muncul sebuah pertanyaan penting bagi gaya hidup masa depan kita: Bagaimana memastikan teknologi ini benar-benar aman, inklusif, dan membawa manfaat nyata bagi semua orang, tanpa ada yang tertinggal?

Jawabannya coba dirajut dalam GARUDA AI Impact Summit 2026 di Jakarta. Diinisiasi oleh BINAR bersama Microsoft, forum ini mengusung tema yang sangat hangat dan humanis: “Empowering Responsible AI for Indonesian Citizen”. Acara ini juga menandai puncak dari program beasiswa pelatihan AI nasional melalui platform garuda.elevaite.id yang dalam setahun terakhir telah melatih 145.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) di berbagai pelosok negeri.

Membawa AI Keluar dari Menara Gading

Selama ini, ada stigma bahwa AI hanyalah mainan baru bagi masyarakat urban kelas atas atau perusahaan teknologi raksasa. Kesenangan mengulik teknologi mutakhir sering kali melupakan esensi utamanya: manusia itu sendiri.

Dalam keynote speech-nya yang bertajuk “AI for Everyone”, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital RI, Nezar Patria, menggarisbawahi perubahan lanskap gaya hidup digital ini. Ia mengingatkan bahwa jika dulu kesejahteraan digital diukur dari sekadar punya akses internet atau tidak, sekarang tolok ukurnya sudah bergeser ke arah kemampuan memanfaatkan AI secara produktif.

Nezar mengutip data dari Work Trend Index 2024 rilisan Microsoft dan LinkedIn yang mencatat fakta mencengangkan: sebanyak 92% pekerja berbasis pengetahuan di Indonesia sudah mengintegrasikan AI dalam rutinitas kerja harian mereka. Angka ini bahkan melampaui rata-rata global.

"AI yang dulu mahal, kini bisa diakses siapapun. Fakta tersebut menunjukkan bahwa Indonesia bukan lagi sekadar penonton dalam revolusi AI global ini," ungkap Nezar Patria.

Meski adopsinya masif, Nezar mengingatkan agar kita tidak terlena pada kecanggihan semata. Tantangan terbesarnya adalah menjembatani jurang pemisah agar teknologi ini tidak eksklusif.

baca juga

"Apakah teknologi ini hanya akan memperbesar kesenjangan antara mereka yang memiliki akses terhadap teknologi dengan mereka yang tidak punya akses? Ataukah AI akan menjadi kekuatan yang memperluas kesempatan bagi seluruh rakyat Indonesia? Inilah alasan mengapa tema AI for Everyone menjadi sangat relevan. Kita tidak ingin AI hanya dimanfaatkan oleh segelintir pihak yang memiliki akses dan kemampuan teknologi. Manfaat AI harus dapat dirasakan oleh pelajar, guru, pelaku UMKM, aparatur pemerintah, komunitas lokal, hingga masyarakat umum di seluruh Nusantara."

GARUDA AI Impact Summit 2026. (Dok. Ist)
GARUDA AI Impact Summit 2026. (Dok. Ist)

Menjaga Sentuhan Manusia di Era Robotik

Menyelami AI dalam kehidupan sehari-hari memang menyenangkan. Kita disuguhi asisten pintar, pencarian berbasis AI yang menggantikan mesin pencari konvensional, hingga kehadiran physical AI berupa robot-robot humanoid yang siap membantu pekerjaan rumah tangga atau menjaga lahan pertanian.

Namun, gaya hidup yang cerdas (smart living) juga harus dibarengi dengan kebijaksanaan. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan RI, Pratikno, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengingatkan kita untuk tetap memegang kendali penuh atas teknologi yang kita gunakan.

"AI tidak menggantikan manusia, melainkan alat yang dapat memperkuat kapasitas manusia. Karena itu, yang terpenting bukan hanya kemampuan menggunakan AI, tetapi juga bijak dalam menentukan batasannya dan cerdas dalam memaksimalkan manfaatnya," tutur Pratikno. Beliau menambahkan bahwa kenyamanan digital harus selaras dengan ruang digital yang aman, terutama bagi anak-anak.

Senada dengan hal itu, Alamanda Shantika selaku Founder dan CEO BINAR, membagikan visinya tentang bagaimana transformasi teknologi harus berdampak langsung pada kualitas hidup manusia secara sistemik, bukan sekadar gaya-gayaan menggunakan tools baru.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

AI Memang Tidak Menghakimi, Tapi Apakah Curhat ke ChatGPT Benar-benar Menyehatkan?

AI Memang Tidak Menghakimi, Tapi Apakah Curhat ke ChatGPT Benar-benar Menyehatkan?

Your Say | Jum'at, 12 Juni 2026 | 17:50 WIB

Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI

Marketeers Tech for Business 2026: Jurus Baru Digital Marketing di Era AI

Bisnis | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:06 WIB

AI Jadi Mesin Utama Fast Fashion: Riset Soroti Dampaknya bagi Pasar dan Lingkungan

AI Jadi Mesin Utama Fast Fashion: Riset Soroti Dampaknya bagi Pasar dan Lingkungan

Lifestyle | Jum'at, 12 Juni 2026 | 13:10 WIB

Terkini

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Puluhan UMKM Pulo Panjang Dapat Bantuan Peningkatan Produksi dan Pemasaran

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

QRIS Error, Nasabah MNC Bank Panik Tarik Tunai Dibatasi Maksimal Rp2 Juta

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 23:08 WIB

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Anggota DPRD Kota Serang Jadi Tersangka Kasus Dugaan Pencabulan, Korban Mengaku Dua Kali Dilecehkan

Banten | Senin, 02 November 2026 | 23:05 WIB

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Dosen Unsri Kembangkan Laboratorium Hidup Biomassa Sebagai Sumber Ekonomi Desa Ganesha Mukti

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 23:02 WIB

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Kapolres Bogor Bantah Pelaku Pembunuhan Bobotoh Suporter Persikabo: Bukan Suporter Klub Mana Pun

Jabar | Senin, 02 November 2026 | 22:57 WIB

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Aturan Baru Batas Penghasilan Tidak Kena Pajak Meluncur 2027?

Bisnis | Senin, 02 November 2026 | 22:52 WIB

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

KPK Sita Rp106,3 Miliar di Kasus ATR/BPN, Kuasa Hukum Summarecon Buka Suara

Bogor | Senin, 02 November 2026 | 22:49 WIB

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Kapolda Banten Larang Polisi dan Tamu Ngevape di Kantor Kepolisian, Pelanggar Terancam Sanksi

Banten | Senin, 02 November 2026 | 22:39 WIB

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Dijanjikan Gaji Rp50 Juta dan Bonus Rp620 Juta, 58 WNI Terjebak TPPO Tentara Bayaran Rusia

Sumsel | Senin, 02 November 2026 | 22:36 WIB

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

Disentil PSI soal AHY Ingin Jadi Wapres Imbas Putusan MA soal Gibran, Jansen: Terlalu Jauh!

News | Senin, 02 November 2026 | 22:29 WIB

×