- HER ERA Vol. 3 berlangsung 12–14 Juni 2026 di The Brickhall, Jakarta Selatan, menghadirkan 88 tenant produk lokal.
- Acara ini menjadi wadah pemberdayaan perempuan melalui diskusi inspiratif, pengembangan bisnis UMKM, dan program beasiswa bagi tenant.
- Sebagian hasil penjualan tiket acara disalurkan kepada Kawan Puan untuk membantu perempuan yang sedang menghadapi tantangan hidup.
Suara.com - Bazar fesyen kini tak lagi sekadar menjadi tempat berburu pakaian atau aksesori terbaru. Seiring berkembangnya industri kreatif dan meningkatnya jumlah perempuan yang membangun bisnis sendiri, bazar juga bertransformasi menjadi ruang untuk berbagi inspirasi, memperluas jaringan, hingga mendorong lahirnya kolaborasi antarpelaku usaha.
Konsep ini menjadi salah satu tren yang semakin banyak dihadirkan dalam berbagai gelaran lifestyle. Selain menghadirkan deretan brand lokal, penyelenggara juga mulai melengkapi acara dengan sesi diskusi, kelas inspiratif, hingga program yang mendukung perkembangan UMKM perempuan.
Salah satunya hadir melalui HER ERA Vol. 3: The Philosophy, bazar fesyen perempuan yang berlangsung pada 12–14 Juni 2026 di The Brickhall, Fatmawati City Center, Jakarta Selatan. Memasuki penyelenggaraan ketiganya, acara ini menghadirkan lebih dari 80 tenant yang menawarkan beragam produk, mulai dari fesyen, tas, sepatu, aksesori, produk kecantikan, hingga kuliner.
Tak hanya menjadi destinasi belanja, HER ERA juga menghadirkan rangkaian talkshow bersama sejumlah perempuan inspiratif dari berbagai bidang, seperti bisnis, personal branding, keuangan, hingga dunia konten digital. Kehadiran sesi tersebut diharapkan menjadi ruang bagi perempuan untuk saling berbagi pengalaman sekaligus mendorong pengembangan diri.
Founder HER ERA, Eva Alicia, mengatakan acara ini lahir dari keinginannya menghadirkan wadah yang tidak hanya mendukung brand lokal perempuan, tetapi juga membangun komunitas yang bertumbuh bersama.
"Lebih dari sekadar bazaar, HER ERA Vol. 3: The Philosophy adalah perayaan atas mimpi, keberanian, kreativitas, dan kekuatan perempuan untuk terus bertumbuh bersama," ujar Eva Alicia.
Sebagai bagian dari komitmen sosialnya, HER ERA tahun ini juga menggandeng Kawan Puan by Kitabisa. Sebagian hasil penjualan tiket akan disalurkan untuk mendukung perempuan yang tengah menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Co-Founder Byte Project, Theo Derick, menilai bazar dapat menjadi pintu masuk bagi pelaku UMKM perempuan untuk memperluas pasar sekaligus meningkatkan kapasitas bisnis mereka.
"Kami ingin menghadirkan lebih dari sekadar bazar. Melalui HER ERA, para pengunjung juga bisa mendapatkan inspirasi dari berbagai perempuan dengan latar belakang yang berbeda, mulai dari business owner, content creator, hingga personal branding coach, yang berbagi pengalaman dan mendukung gerakan women empowerment," katanya.
Tahun ini, HER ERA menghadirkan total 88 tenant, termasuk sejumlah brand fesyen dan lifestyle lokal seperti So She Did, Kukai, Wear Alter, Sava Shoes, Beige Studio, Thousand Hours, hingga Tulus Skin. Untuk pertama kalinya, acara ini juga memperkenalkan Mini His Era, area khusus yang menghadirkan beberapa brand pilihan bagi pengunjung pria tanpa menghilangkan fokus utama acara sebagai ruang pemberdayaan perempuan.
Komitmen mendukung pelaku usaha perempuan juga diwujudkan melalui program HER ERA Tenant Scholarship, yang memberikan satu booth gratis kepada UMKM terpilih yang dinilai memiliki potensi untuk berkembang. Tahun ini, program tersebut dimenangkan oleh brand Essora setelah melalui proses seleksi dan pitching.
Selain berbelanja, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas selama acara berlangsung, termasuk kesempatan memenangkan hadiah melalui lucky draw serta menikmati promo transaksi dari partner resmi acara.
Dengan konsep yang menggabungkan pengalaman berbelanja, edukasi, komunitas, dan pemberdayaan UMKM, HER ERA menunjukkan bahwa bazar kini telah berkembang menjadi ruang bagi perempuan untuk saling menginspirasi, membangun koneksi, dan tumbuh bersama.