- Umat Islam di Indonesia dianjurkan membaca doa akhir dan awal tahun sebagai tradisi warisan para ulama.
- Doa akhir tahun dibaca saat 30 Dzulhijjah, sedangkan doa awal tahun dibaca tepat memasuki 1 Muharram.
- Amalan ini bertujuan untuk bermuhasabah, memohon ampunan, serta memohon perlindungan Allah SWT sepanjang tahun yang baru.
Suara.com - Menyambut datangnya 1 Muharram 1448 Hijriah, banyak umat Islam mencari bacaan doa akhir tahun dan doa awal tahun Islam. Amalan ini telah lama dikenal di kalangan masyarakat Muslim Indonesia, terutama di lingkungan pesantren dan majelis taklim.
Amalan tersebut termasuk tradisi yang dianjurkan oleh sejumlah ulama sebagai sarana bermuhasabah, memohon ampunan, dan meminta keberkahan kepada Allah SWT saat memasuki tahun baru.
Dalam artikel yang diterbitkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), dijelaskan bahwa doa akhir dan awal tahun merupakan amalan yang telah diwariskan oleh para ulama terdahulu.
Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Quddus Al-Makki dalam kitab Kanzun Najah wa As-Surur meriwayatkan bahwa Syekh Umar bin Qudamah Al-Maqdisi dan para gurunya senantiasa membaca serta menganjurkan doa tersebut.
Karena itu, para ulama memandang pembacaan doa akhir dan awal tahun sebagai amalan yang baik selama tidak diyakini sebagai kewajiban agama atau sunnah yang secara khusus ditetapkan Rasulullah SAW.
Kapan Membaca Doa Akhir Tahun dan Awal Tahun?
Menurut keterangan ulama yang dikutip MUI, doa akhir tahun dibaca pada penghujung tahun Hijriah, yakni menjelang berakhirnya 30 Dzulhijjah. Biasanya doa dibaca setelah Ashar hingga sebelum waktu Magrib di penghujung tahun atau tanggal 30 Dzulhijjah.
Sedangkan doa awal tahun dibaca setelah memasuki 1 Muharram waktu Magrib.
Keduanya dianjurkan dibaca sebanyak tiga kali.
Momentum ini menjadi waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi diri atas berbagai amal selama setahun terakhir sekaligus memohon perlindungan dan keberkahan pada tahun yang baru.
Doa Akhir Tahun Islam
Arab
اللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي السَّنَةِ الْمَاضِيَةِ مِمَّا نَهَيْتَنِي عَنْهُ فَلَمْ أَتُبْ مِنْهُ وَلَمْ تَرْضَهُ وَنَسِيتُهُ وَلَمْ تَنْسَهُ وَحَلُمْتَ عَنِّي مَعَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ بَعْدَ جَرَاءَتِي عَلَيْكَ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْتَغْفِرُكَ مِنْهُ فَاغْفِرْ لِي.
Latin
Allahumma maa 'amiltu min 'amalin fis sanatil maadhiyati mimmaa nahaitanii 'anhu falam atub minhu wa lam tardhahu wa nasiituhu wa lam tansahu wa halumta 'annii ma'a qudratika 'alaa 'uquubatii wa da'autanii ilat taubati ba'da jaraa-atii 'alaika. Allahumma innii astaghfiruka minhu faghfir lii.
Arti
"Ya Allah, segala amalan yang telah aku lakukan sepanjang tahun lalu yang Engkau larang, sementara aku belum bertobat darinya dan Engkau tidak meridhainya, sedangkan aku melupakannya namun Engkau tidak melupakannya, maka aku memohon ampun kepada-Mu. Ampunilah aku."